--> Skip to main content

Sumber Daya Manusia yang Rendah dan Kriminalitas

Sumber Daya Manusia yang Rendah dan kriminalitas

Sumber Daya Manusia yang Rendah dan kriminalitas  - Sumber Daya Manusia yang Rendah dan kriminalitas - Sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor kunci dalam reformasi ekonomi, yakni bagaimana menciptakan SDM yang berkualitas dan memiliki keterampilan serta berdaya saing tinggi dalam persaingan global yang selama ini kita abaikan.

Tapi sudah seharusnya bangsa Indonesia secara benar dan tepat memanfaatkan potensi sumber daya yang dimiliki (resources base) dengan kemampuan SDM yang tinggi sebagai kekuatan dalam membangun perekonomian nasional.

Masalah SDM inilah yang menyebabkan proses pembangunan yang berjalan selama ini kurang didukung oleh produktivitas tenaga kerja yang memadai. Itu sebabnya keberhasilan pembangunan yang selama 32 tahun dibanggakan dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 7%, hanya berasal dari pemanfaatan sumberdaya alam intensif (hutan, dan hasil tambang), arus modal asing berupa pinjaman dan investasi langsung.

Dengan demikian, bukan berasal dari kemampuan manajerial dan produktivitas SDM yang tinggi. Keterpurukan ekonomi nasional yang berkepanjangan hingga kini merupakan bukti kegagalan pembangunan akibat dari rendahnya kualitas SDM dalam menghadapi persaingan ekonomi global. Inilah kenapa artikel saya membahas tentang Sumber Daya Manusia yang Rendah dan kriminalitas

Rendahnya kualitas SDM di Indonesia menjadi hambatan utama dalam proses kemajuan bangsa Indonesia. Kualitas SDM yang rendah berarti membuktikan kalau kualitas pendidikan di Indonesia masih rendah. Sebab dalam hal ini pendidikan dianggap sebagai mekanisme kelembagaan pokok dalam mengembangkan keahlian dan pengetahuan.

Pendidikan merupakan kegiatan investasi di mana pembangunan ekonomi sangat berkepentingan. Sebab bagaimanapun pembangunan ekonomi membutuhkan kualitas SDM yang unggul baik dalam kapasitas penguasaan IPTEK maupun sikap mental dan moral yang tinggi, sehingga dapat menjadi subyek atau pelaku pembangunan.

Sehingga jika pendidikan kurang maka kualitas SDM akan rendah, pengangguran akan semakin besar. Orang tidak bekerja alias pengangguran merupakan masalah bangsa yang tidak pernah selesai.

Silahkan Baca : Belajar Dari PELANGI, Keindahan dari Banyak Perbedaan

Ada tiga hambatan yang menjadi alasan kenapa orang tidak bekerja, yaitu hambatan kultural, kurikulum sekolah, dan pasar kerja. Hambatan kultural yang dimaksud adalah menyangkut budaya dan etos kerja.

Sementara yang menjadi masalah dari kurikulum sekolah adalah belum adanya standar baku kurikulum pengajaran di sekolah yang mampu menciptakan dan mengembangkan kemandirian SDM yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Sedangkan hambatan pasar kerja lebih disebabkan oleh rendahnya kualitas SDM yang ada untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja. Kualitas SDM disini tidak hanya pendidikan yang rendah tetapi sikap moral manusianya itu sendiri. Jika SDM tinggi tetapi moralnya rendah itu sama saja.

Dari SDM yang rendah pendidikan maupun moralnya tersebut menambah jumlah pengangguran, orang yang menganggur akan berfikir bagaimana cara mandapatkan uang dalam waktu yang singkat. Setelah berfikir demikian orang tidak akan memperdulikan kepentingan atau keselamatan orang lain.

Silahkan Baca : Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme Bahaya Buat Negara

Maka jalan yang mereka ambil tidak jauh dari tindak kriminalitas, seperti mencuri, merampok, mencopet, menjambret, dan lain sebagainya. Tindakan tersebut akan menimbulkan kekacauan, dan suasana yang panas. Dimanapun tempatnya baik itu ramai atau sepi pelaku kriminalitas akan selalu memanfaatkannya. Kriminalitas terjadi karena ada niat dan kesmpatan. Keadaan yang demikian akan menimbulkan keadaan yang tidak nyaman dan tenang.

Terima kasih telah membaca artikel Sumber Daya Manusia yang Rendah dan kriminalitas

  

Doa kami, Semoga rezeki berlimpah untuk sobat semua hari ini. Aamiin
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar