Tuesday, September 19, 2017

Kata Putus dan I Love You sudah hadir diantara mereka, Dewasa Sebelum Waktunya

Pengejawantahan dari tak terkontrolnya peradaban tekhnologi Digital




Kata putus dan I Love you sudah hadir diantara mereka, Dewasa Sebelum Waktunya
Surat dalam Bahasa Jawa yang ditulis oleh anak SD

Atmosterku.com | Kata putus dan I Love you sudah hadir diantara mereka, Dewasa Sebelum Waktunya - Internet begitu besar mempengaruhi peradaban yang semakin maju, dan membawa dua efek besar pada perubahan sifat manusia. Kedua efek tersebut adalah efek baik dan efek yang buruk. Apalagi sekarang dengan eranya telpon pintar, karena saking pintarnya telpon, malah mebuat manusia menjadi makin turun tingkat intelegensinya. Bukan bodoh ya, hanya kurang sadar.

Semua sudah taulah bahwa internet, dan sosial media menjadi pengaruh dalam perubahan daya alar manusia saat ini. Apalagi dengan sosial media, bisa menggiring cara berpikir orang lain serta mampu menumuhkan budaya baru pada generasi selanjutnya. Bagus, jika budaya tersebut adalah sesuatu yang baik akan tetapi menjadi sangat miris jika yang tercipta adalah budaya yang kurang baik.

Seperti beberapa waktu yang lalu, saya syok, kaget, seorang anak yang masih tingkat SD membuat surat Cinta!! Tulisannya saja masih belum teratur, mau jadi apa generasi kita ?

Ini surat cinta anak SD kelas 5 dan 6, dia merupakan salah satu tetangga rumah saya, entahlah kenapa bisa demikian. Sampai mikir, keracunan apa anak sekarang, masa kecil yang seharusnya untuk belajar dan bermain yang bermanfaat sekarang tergantikan dengan pergaulan yang belum semestinya, seperti pacaran, generasi kita mau jadi apa dek ? Dewasa sebelum waktunya, kalian itu generasi penting untuk negeri ini. Apakah ini efek dari budaya konsumtif....

( Silahkan Baca : Ketika Rasa Cinta datang Menghangatkan Kembali Debaran Jantung Hingga Tak Menentu )

Anak SD menulis surat untuk kekasihnya yang ngambek, cemburu, dengan menawarkan mau balikan atau enggak. Kalau enggak dia akan ke lain hati. Haaasyaaaaah!! macam apa pula ini. Bukan menyalahkan, tapi mesti menjadi perhatian serius. Jika dibiarkan, hancurlah. Budaya karaktek baru bisa muncul, dan kedepannya... Akh entahlah. Namun, mereka masih bisa diarahkan karena mereka masih dalam masa pertumbuhan. Tugas kita semua itu.

Mengingat lagi, dulu jaman masih kecil, imut dan lucu. Saya hampir tidak pernah tau semacam cinta, kita hanya asik menghabiskan momen-momen berharga seperti bermain ayunan, petak umpet, slibon dikali ( berenang di sungai ), nonton film kartun di hari minggu pagi rame-rame, dan lainnya. Bahkan jika bermain dengan lawan jenis cuma sekedar jadi ledekan saja, cuma main-main.

Merasa miris, anak kelas 5 sd sudah tau apa itu pacaran ? dulu umur segitu, saya masih main pistol air dan lempar-lemparan kapur di sekolah. Sekarang, Kata putus dan I Love you sudah hadir diantara mereka, dewasa sebelum saatnya dek, sungguh itu mengancam masa depanmu, hal baik seperti belajar dan bermain akan kalah sama pacaran, terlebih lebih sinetron cinta-cintaan yang makin merajalela membuat anak meniru apa yang seharusnya tak ditiru. Lagu anak-anak, dan acara televisi yang berbau anak-anak pun sudah hampir tidak ada. Film anak-anak pun dibumbui dengan konten dewasa. Itu membuat adek-adek kita menjadi dewasa yang  belum saatnya.

Acara tv terkadang memang berdampak buruk, hal yang seharusnya tidak ditayangkan, malah membuat anak kecil meniru-niru, semua itu membuat fisik mereka rusak, fikiran mereka jadi membayangkan apa yang tak seharusnya mereka bayangkan, moral serta mental mereka turun.

( Silahkan Baca : Bukti kalau Kita itu Egois, lebih Memprioritaskan Urusan Sendiri )

Ini peringatan buat kita, buat orang tua, calon orang tua dan semua yang merasa mempunyai tanggung jawab, cobalah sesekali jika punya adek, liat dan amati kegiatan mereka, bisa saja mereka di rumah tak ada hal aneh tapi di luar ? Kita tak pernah tau.

Buat para kakak-kakak yang berkarya dalam bidang perfilman, tolonglah, buat konten film yang lebih mendidik. Bukan sekedar mencari rating segala. Buat kakak-kakak yang menjadi youtuber, tolong, buatlah film-film pendek yang positif kontennya, bukan sekedar nyari view banyak dan subscribe doank! Demi adek-adek kita penerus negeri tercinta ini..

Bangsa kita akan terselamatkan karena calon penerusnya, lalu kalau penerus bangsa seperti ini mau jadi apa ? Miris

Menurut pendapat temen-temen bagaimana tentang masalah anak-anak yang sudah mengenal dunia percintaan. Tanda Dewasa sebelum waktunyanya.

  
Terima kasih ya telah menyempatkan waktu untuk membaca  Kata putus dan I Love you sudah hadir diantara mereka, Dewasa Sebelum Waktunya
Doa kami, Semoga rezeki berlimpah untuk sobat semua hari ini. Aamiin
Monday, September 18, 2017

Bukti kalau Kita itu Egois, lebih Memprioritaskan Urusan Sendiri

Kita itu Egois!



Bukti kalau Kita itu Egois, lebih Memprioritaskan Urusan Sendiri
Vebma.com


Atmosterku.com | Bukti kalau Kita itu Egois, lebih Memprioritaskan Urusan Sendiri  - Hati manusia secara fisik sangat lembek karena tak bertulang. Namun "atos" (dalam bhs Jawa, artinya keras) secara tak kasat mata. Bagaimana bisa dikatakan keras? Semua tau bahwa kita itu egois, lebih memprioritaskan urusan sendiri.

Egois merupakan motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang hanya menguntungkan diri sendiri saja. 

Urusan orang lain? terserah mereka. Bukankah seringkali begitu?

Mempunyai rasa sosial yang tinggi tidak sembarang dari kita bisa, karena memahami, menolong dan menghormati itu urusan yang sulit bagi sebagian dari kita yang memiliki kekerasan hati sudah level parah.

Bahkan rasa iba pun terkadang nggak ada sama sekali. Ada tetangga yang membutuhkan, namun kita lebih suka menolong teman yang jauh, padahal kurang begitu membutuhkan.

( Silahkan Baca : Ketika Rasa Cinta datang Menghangatkan Kembali Debaran Jantung Hingga Tak Menentu )

Lebih memilih untuk berhura-hura dari pada untuk membuat anak yatim piatu tersenyum. Lebih memilih untuk mentraktir teman atau untuk pedekate sama perempuan dari pada untuk memberi makan pada kaum dhuafa.

Ada banyak hal yang membuktikan bahwa kita itu egois, lebih memprioritaskan urusan sendiri. Bahkan sama keluarga sendiri, anak nangis bukannya diperhatikan terlebih dahulu tetapi malah membalas beberapa Chat dari temen. Ada sms dari orang tua, balesnya santai nanti saja, giliran ada Whatsapp dari temen atau perempuan, langsung secepat kilat dibalas. Iya atau ya?

Itulah kenapa, karena keegoisan kita sendiri yang menjadikan kita kurang peka, kurang memahami dengan yang namanya hidayah. Asal tau saja, bahwa hidayah sebenarnya sudah menghampiri kita setiap harinya berkali-kali dan tak pernah bosan mengingatkan. Namun, hanya karena kita itu egois, lebih memprioritaskan urusan sendiri, mementingkan kemauan sendiri, mementingkan keinginan-keinginan sendiri, mengikuti segala nafsu dari dalam diri, hidayahpun diacuhkan padahal dekat sekali.

Karena kurang pekanya kita akan hidayah. Keegoisan kita, bisa menganak-tirikan perkara akhirat. Melupakan segala substansi dunia yang bisa menjadi bekal di akhirat, agar kita bahagia dan nyaman disana. 

Namun malah larut dengan kerisauan yang belum tentu bisa menjamin urusan akhirat kita. Larut dengan segala keinginan dunianya saja. Sampai sholat pun yang terlintas dipikiran hanyalah dunia. Astaghfirullah...

Kita lebih penting memikirkan bagaimana bisa mendapatkan uang secara cepat dan banyak, tapi kurang memikirkan bagaimana langkah-langkah agar bisa sholat tepat waktu dan khusyu'.

Kita sibuk memikirkan perkara jodoh yang belum tentu datang, melupakan perkara mati yang begitu dekat. Ini juga sering sekali dilakukan oleh kita. Lebih massif pedekate sama perempuan-perempuan, namun kurang massif untuk beribadah. Astaghfirullah...

( Silahkan Baca : Jauhi 7 Perkara ini, Karena Bisa Menyebabkan Lemah Imanmu


Bahkan dengan tanpa rasa sesal kita melalaikan sholat hanya karena dunia.
Ingatkah kisah Umar radhiallahuanhu? Yang menyedekahkan kebun kurmanya, karena menyebabkan beliau ketinggalan satu raka'at sholat?

Apa kita bisa melakukan apa yang Khalifah Umar lakukan, menyedekahkan harta yang nilainya tak kecil hanya karena telat beribadah? sepertinya nggak mungkin, telat saja kita tetep santai. "Entarlah, waktu sholatnya masih panjang, acara tv ini cuma 1 jam doank", gitu yaa...

Atau lebih memilih nongkrong dengan teman yang kurang memperhatikan ibadah, dengar suara adzan aja kaya denger mobil lewat, Astaghfirullah...

Sedangkan kita, sholat di penghujung waktu, karena disibuki dengan dunia.

Alangkah merasa amannya diri kita, sehingga meremehkan perkara pertama yang akan dihisab olehNya

Ya, kita itu egois, lebih memprioritaskan urusan sendiri. Iya, kita itu egois! karena menjadikan segala urusan dari Allah itu nomor dua. Dan urusan nafsu kita yang jadi utama. Sungguh betapa egoisnya diri ini.

Semoga Allah mengampuni segala perilaku egois kita. Aamiin 

  
Terima kasih ya telah menyempatkan waktu untuk membaca  Bukti kalau Kita itu Egois, lebih Memprioritaskan Urusan Sendiri
Doa kami, Semoga rezeki berlimpah untuk sobat semua hari ini. Aamiin
Sunday, September 17, 2017

Berhijrah tak Semudah Memulainya, Berhijrah itu bukan pula hanya dari Postingannya

Perubahan baik bukan hanya melihat dari akun sosial medianya



Berhijrah tak Semudah Memulainya, Berhijrah itu bukan pula hanya dari Postingannya
Berjalan menuju ke arah yang terang. (www.atmosferku.com)

Atmosterku.com | Berhijrah tak Semudah Memulainya, Berhijrah itu bukan pula hanya dari Postingannya - Perubahan dalam hidup seseorang jarang yang bisa secara drastis, kalau bisa pun itu karena bener-bener hidayah dari Allah yang benar-benar meresap. Bukan sesuatu yang mudah untuk bsa langsung berubah dalam waktu yang sekejap, apalagi tentang sebuah penghijrahan diri ke arah yang lebih baik. Terutama bagi para perempuan yang berusaha menjadi muslimah yang taat.

Mungkin dulu dia suka membuat postingan di sosial media penuh dengan upload foto selfie yang memperlihatkan wajah secara vulgar. Rambut tergurai, lekuk tubuh terpampang jelas. Bahkan tak sungkan foto mesra dengan kekasih yang belum halal pun dijadikan bahan postingan di akun sosial media. Seakan kekasihnya itu adalah terbaik dimata-Nya. Bahkan dengan bangganya berucap, "bersyukur punya pacar yang rajin sholat kaya kamu", dengan menyertakan fotonya di akun sosial media.

Namun, kita tak akan tau jika secara perlahan ia mulai menyadari kesalahannya, kemudian dia mencoba untuk memperbaiki. Memulai menutup aurat dengan hijab yang jauh dari kata syar'i karena sungguh masih sedikit usahanya dalam menjemput hidayah dari-Nya. Tak mengapa, selama niat dalam hati sudah terpatri, perlahan tapi pasti prosesnya menuju yang hakiki.

( Silahkan Baca : Bukan Nyinyir tapi hanya Mengingatkan saja, Berpikirlah sebelum Mengunggah Foto Selfie )

Lalu kemudian perlahan dia mulai berhijrah dengan memulai menutup aurat sesuai syariat, namun sering kali dia masih begitu sering mengumbar postingan perubahannya dengan berbagai macam gaya selfie. Itu masih menjadi bagian dari sebuah perubahan diri, karena bukan sesuatu yang mudah juga untuk lepas dari kebiasaan selain membiasakan hal yang baru. Berhijrah tak semudah memulainya, berhijrah itu bukan pula hanya dari postingannya.

Kini dia mencoba untuk menjalankan sunnah dengan berusaha memakai cadar, namun terkadang dia masih saja memposting photo dirinya di akun sosial media. Terlihat ambigu memang, ketika sudah bercadar namun masih bangga dengan segala poto yang dia posting di akun sosial media.

Pertanyaannya…
Apakah orang lain berhak mengkritiknya secara habis-habisan untuk menganggapmu salah?
Apakah sudah tak ada lagi yang lebih berhak orang lain kritik secara brutal dibandingkan ia yang sudah mencoba untuk memperbaiki diri?

Lalu mengapa mata dan tangan orang begitu ringan melihat banyaknya maksiat yang ditemukan di sosial media? selain mengurusi perempuan yang selfie dengan cadarnya?

Buat dia

Dia yang masih merangkak dalam berubah.

Dia yang masih mengais ilmu agama

Dia yang masih berusaha melawan nafsu dunia

Dia yang masih menyeimbangkan akhlak dan hijabnya

Dia yang telah berusaha menjalankan kewajiban dari-Nya sebagai muslimah

Maka hargailah..

Jangan memandang kekurangannya saja, sebab dia tak akan bisa menjadi sempurna dengan terus membahas kesalahannya. Ambillah yang baik darinya, jangan mencontoh yang tak baik darinya dan jangan pula menghina prosesnya.

( Silahkan Baca : Jangan Mudah Menghujat Perubahan Baik Seseorang, Karena Tahapan Hidup Seseorang Itu Berbeda )

Buat kamu yang sekiranya lebih taat..

Jika kamu lebih taat darinya, maka tugasmu adalah mendoakannya, mendoakannya terus sebagai kewajiban sesama muslim, untuk mendoakan muslim lainnya agar selalu istiqomah dijalan-Nya.
Jika kamu lebih paham akan ilmu agama, maka tugasmu adalah untuk menyampaikan ilmu itu dengan cara halus dan santun. Bukan secara vulgar dan mengarah pada persekusi.

Jika kamu ingin menasehatinya maka nasehatilah dengan adab dan ucapan yang halus, bukan dengan cacian. Yang malah bisa melemahkan proses hijrah seseorang. Apakah itu akan baik?

Berhijrah tak semudah memulainya, behijrah itu bukan pula hanya dari postingannya di akun sosial media. Sebab..

Allah yang lebih berhak menilai, Allah yang lebih paham bagaimana usahanya dalam memperbaiki diri. Prosesnya yang terpenting, bukan tampilannya saja.

Mudah-mudahan kita semua dapat berubah menjadi orang yang lebih baik tanpa memandang diri ini lebih baik dari pada orang lain. Tanpa melakukan nasehat brutal yang menyudutkan, namun, menjadi kita yang saling menasehati dengan cara yang lemah lembut, penuh dengan kesabaran, penuh dengan keikhlasan, dan doa pada saudara semuslim agar terus istiqomah dalam hijrah yang Hakiki teruntuk Illahi.

  
Terima kasih ya telah menyempatkan waktu untuk membaca  Berhijrah tak Semudah Memulainya, Berhijrah itu bukan pula hanya dari Postingannya
Doa kami, Semoga rezeki berlimpah untuk sobat semua hari ini. Aamiin
Saturday, September 16, 2017

Banyak dari Kita yang Salah Memahami Kriteria dalam Memilih Teman

Teman adalah sosok yang berpengaruh besar terhadap baik dan buruknya kita, jadi Kriteria dalam Memilih teman sangat perlu diperhatikan




Banyak dari Kita yang Salah Memahami Kriteria dalam Memilih teman
Ilustrasi Pertemanan yang baik
Atmosterku.com | Banyak dari Kita yang Salah Memahami Kriteria dalam Memilih teman  - Ketidakmampuan kita untuk hidup sendiri, mengharuskan untuk mengenal dan dekat dengan orang lain. Dari kedekatan tersebut kita bisa bercerita tentang keluh kesah, bermain, meminta tolong, dan banyak lainnya. Kedekatan tersebut biasa kita sebut dengan pertemanan. Namun, banyak dari kita yang telah salah dalam memahami kriteria dalam memilih teman.

Dalam proses pertemuan kita dengan orang yang nantinya bakal menjadi teman kita, itu bukanlah kebetulan. Allah yang mempunyai kehendak, dengan siapa kita akan berteman, untuk apa kita dipertemukan dengan mereka, apa yang akan kita lakukan saat bersama mereka, dll. Semua sudah dalam perencanaan Allah. Tapi terkadang bingung, bagaimana kriteria dalam memilih teman.

Jika kemarin kamu dipertemukan dengan teman yang mengajakmu kepada arah kemaksiatan, syukuri saja. Kamu sudah pernah merasakannya, jadikan sebagai bahan pembelajaran agar kamu nggak jatuh lagi pada kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.


Jika saat ini kamu dipertemukan dengan teman yang mengajakmu kepada arah keta'atan, syukuri saja. Pertahankan setiap langkahmu menuju keta'atan bersamanya. Kamu akan terus terjaga, oleh tangan-tangan yang tak rela kamu terluka dengan panasnya api neraka. MashaaAllah...

Kamu mesti tahu, kalau kriteria teman hanya ada dua. Karena Allah hanya menciptakan teman dalam 2 kriteria; baik, dan kurang baik. Kenapa kurang baik bukan nggak baik? agar menjadi doa, yang kurang bisa menjadi baik dengan cepat. Kalau sudah nggak, berarti susah untuk menjadi baiknya. Hehe...

Kalau mendapatkan teman yang baik, genggamlah, tapi jika mendapatkan yang kurang baik, lepaskan, dengan tidak meninggalkan. Jaga jarakmu, jangan sampai terkontaminasi perkara buruknya.

Kenapa kamu harus demikian?


Setiap orang akan merasa ingin berhenti karena bosan dengan kehidupan yang tak berubah, lelah dengan kehidupan yang selalu di selimuti rasa bersalah. Saat itu terjadi, ada 2 kemungkinan. Kitalah yang membantunya, atau kita yang menjadi perantara dalam mencari orang lain lagi untuk membantunya.

Dan waktu itu akan datang, waktu yang nggak perna kamu sangka. Lama atau sebentar, kamu pasti akan dicari, oleh dia yang dulu (mungkin) mencaci. Kamu akan diingat, karna perubahanmu dalam arah yang lebih baik, meskipun dulu di hujat.


Masa lalu yang kurang baik, terkadang membuatmu berpikir, ingin membantu orang lain agar tidak bernasib sepertimu. Tapi, Menjadi jembatan dalam perubahan seseorang tidaklah mudah. 'Allah Maha Pembolak Balik Hati Manusia.'

Perubahan tak selalu disertai niatan untuk benar-benar terlepas dari kelamnya masa lalu. Ada saatnya kamu juga merasa lelah dan capek berada pada jalan kebenaran. Itulah pertanda keimanan kamu sedang drop, saat seperti itulah kamu sangat membutuhkan teman yang seiman dan berjalan dalam keta'atan. Untuk mengisi ulang Iman yang mulai surut.

Dan saat hal itu sedang kamu hadapi, teman yang yang baik akan membuatmu mengerti. Karena setiap orang yang ingin berubah, yang ingin istiqomah harus terus di-ingatkan pada hal-hal yang membuatmu sudah berjalan sejauh ini. Agar perubahan baikmu tidaklah sia-sia.

Tugas seorang teman untuk menasehati. Untuk membuatmu mengerti, bahwa lelah yang kamu rasa akan mendapat balasan di tempat akhir nanti.

Bukan perkara yang mudah untuk saat ini mencari teman yang koridornya dalam keta'atan, namun nggak sulit juga mencari teman yang seperti itu. Asal kamu mau datang ke majelis-majelis islam, datang ke kajian-kajian islam, sering berjamaah di masjid. Jika gerakmu menuju dan selalu menuju pada kebaikan, InshaaAllah, magnet dalam dirimu akan menarik orang-orang yang bakal menjadi temanmu dan membawamu kuat dalam taat.

Teman seperti itulah yang seharusnya kamu pilih dan kamu jadikan sahabat karib. Faktor yang mempengaruhimu kuat nggaknya dalam ta'at, adalah siapa saja yang ada didekatmu. So, pandailah dengan kriteria dalam memilih teman.  

.

  
Terima kasih ya telah menyempatkan waktu untuk membaca Banyak dari Kita yang Salah Memahami Kriteria dalam Memilih Teman
Doa kami, Semoga rezeki berlimpah untuk teman-teman semua hari ini. Aamiin
Friday, September 15, 2017

Kemungkinan Karena Hal ini, Kenapa kalau Kita minta Tolong terus Ditolak

Minta tolong tapi ditolak? Mungkin karena alasan ini



Kemungkinan Karena Hal ini, Kenapa kalau Kita minta Tolong terus Ditolak
Faztrack Indonesia

Atmosterku.com | Kemungkinan Karena Hal ini, Kenapa kalau Kita minta Tolong terus Ditolak - Pernah nggak minta tolong ke orang, terus ditolak? musti pernah ya? nggak usah baper jadi mengingat-ingat orang yang pernah nolak. Jika orang yang nolak tersebut butuh pertolongan, ya kita tolong saja. 

Bagaimana bisa? udah nolak, butuh pertolongan, ekh kita malah nolongin. Mungkin gitu ya, dalam benak kita. Efek kekecewaan yang berat, namun semua itu bisa diminimalisir dengan memaksakan diri untuk menolong. Bukankah menolong itu mendapatkan pahala dariNya?

Memang sih, manusiawi banget kalau kita kecewa mesti rasa sebel dan benci akan mengawal rasa kecewa tersebut. Jangankan untuk menolong, untuk ketemu meskipun berpapasan saja nggak diharapkan. Iya atau ya?

Perlu diingat juga ya, kita makhluk sosial, makhluk yang nggak bisa hidup dengan sendirinya. Butuh orang lain juga untuk menjadikan hidupnya menjadi berkah, butuh orang lain juga untuk menjadikan dirinya menjadi lebih baik. Nggak mungkin kan bisa dikatakan imam kalau dia nggak punya makmum? 


Suatu saat juga kita akan membutuhkan pertolongan orang lain, cepat atau lambat itu pasti! Jadi, jika kita minta tolong terus ditolak ya, biasa aja. Jangan terlalu dimasukin ke hati, toh mungkin yang nolak lagi sibuk atau kapasitasnya belum mumpuni. Kalau kita pernah menolongnya, jangan terus mikir "nggak inget apa, pas dulu kamu aku tolong", jangan mikir gitu ya, kalaupun mikir gitu terus segera alihkan. Bahaya, bisa-bisa kebaikan yang sudah kita dapat malah menguap tanpa rasa. Wallahu a'alam..

Pokoknya tak perlu kesal dan menyesal ketika kita minta tolong terus ditolak. Mesti segera cari tau Kenapa kalau kita minta tolong terus ditolak.

Begini, baiknya kita tuh melakukan introspeksi diri, bukannya menyalahkan atau kecewa berat. Introspeksi lah, Kok dia nggak mau membantu? Selama ini, apa kekuranganku? Ketika meminta, gimana sikap dan caraku?

Mungkinkah karena kita tidak pernah menanam sikap yang kurang baik selama ini? Mungkinkah kita nggak pantas dan nggak bisa dipercaya untuk dibantu? Kenapa Tuhan-ku Yang Maha Pemurah tidak meng-gerakkan hati dia untuk menolong?

Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Introspeksi, itu jauh lebih baik. Selalu bercermin mengenai diri sendiri.

Ada satu hal yang paling penting. Apa itu? Sudahkah kita memohon ke Allah dengan sungguh-sungguh sebelum kita minta tolong ke makhluk? Mari introspeksi. 


Atau jangan-jangan kita hanya sibuk meminta tolong kepada khalayak manusia, dengan menomor duakan Allah? mulai sekali sebelum meminta tolong pada orang lain, segeralah ambil wudlu, sholat dua rakaat dan memohon pertolongan pada Allah. Siapa tau setelah itu, nggak perlu capek-capek minta tolong, tiba-tiba datang ada orang yang menyodorkan pertolongan. Ingat ya, Pintu rezeki, pintu pertolongan Allah dari mana saja dan kita manusia hina nggak akan pernah tau pintu itu.

Semoga kita bisa membuka pintu-pintu itu dengan berbuat banyak kebaikan dengan menolong saudara-saudara kita yang kesusahan dan butuh pertolongan. 

  
Terima kasih ya telah menyempatkan waktu untuk membaca  Kemungkinan Karena Hal ini, Kenapa kalau Kita minta Tolong terus Ditolak
Doa kami, Semoga rezeki berlimpah untuk temen-temen semua hari ini. Aamiin yaa Rabb
Thursday, September 14, 2017

Pelajaran Berharga mengenai Ta'aruf dari Pernikahan Sesama Guru dalam satu Sekolah ini

Pernikahan Sesama Guru dalam satu Sekolah yang memberi kita banyak pelajaran




Pelajaran Berharga mengenai Ta'aruf dari Pernikahan Sesama Guru dalam satu Sekolah ini
Effendi Saputra

Atmosterku.com | Pelajaran Berharga mengenai Ta'aruf dari Pernikahan Sesama Guru dalam satu Sekolah ini - Menikah bukan urusan yang sepele, bukan juga urusan yang perlu diumbarkan. Kisah berikut ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Bahwa merahasiakan proses ta'aruf akan lebih menenangkan sampai menjelang prosesi akad nikah.

Keren juga menikah sesama Guru di Sekolah yang sama, dan yang menjadi saksi pernikahannya adalah Kepala Sekolah, serta mayoritas undangan yang hadir di acara akad nikahnya adalah Dewan Guru dan Siswa/Siswi.

Beberapa hari yang lalu saya menghadiri pernikahan kawan sesama Rekan Guru di Sekolah tempat saya mengajar. Ada hal yang menarik dari pernikahan ini.

Selang beberapa waktu sebelum undangan pernikahannya disebar, tidak banyak yang tahu jika Rekan Sesama Guru (mempelai Pria dan Wanita) yang sama-sama kita kenal kini akan melangsungkan pernikahan.


Prosesnya cukup cepat (kurang dari 4 bulan) dan sangat rahasia. Informasi ini saya tahu dari mempelai dan Murabbi sebagai salah satu perantara ta'aruf diantara keduanya.

Sebenarnya jauh hari saya sudah tahu berita tentang ini karena undangan pernikahannya dibuat di percetakan saya #CreazyStudio183. tapi saya sendiri tidak menyampaikan berita ini kepada Rekan Guru yang lainnya sampai undangannya tersebar. :)

Memang seharusnya seperti itu proses ta'aruf (perkenalan) sampai khitbah (meminang) cukup keluarga dan orang berkepentingan saja yang tahu. Acara Akad dan Resepsi baru diumumkan kepada orang banyak. Jangan baru proses ta'aruf semua orang sudah pada tahu karena sebelum khitbah belum ada kepastian apakah orang itu berjodoh atau tidak. Banyak kasus seperti ini yang merugikan dan membuat malu sendiri jika proses ta'aruf itu diumumkan kemudian tidak jadi menikah karena memang belum (bukan) jodoh.

Namun perlu disadari bahwa proses ta'aruf hanyalah bentuk dari ikhtiar (usaha) dalam menjemput jodoh, jika berjodoh Alhamdulillah, kalaupun tak jodoh, tidak mengapa, tidak masalah, tak perlu khawatir, tak perlu malu, tak perlu takut, namanya juga usaha, bisa jadi berhasil, bisa juga gagal. Biasa saja.

( Silahkan Baca : KISAH TENTANG TA'ARUF )

Saya kira peristiwa ini bisa jadi pelajaran dan contoh bagi mereka yang belum menikah dan ingin menjemput calon pendamping hidup dengan jalan ta'aruf.

Asal tahu saja, jangan kira pertemuan kedua mempelai yang berjodoh terjadi karena sering bertemu dan bertatap muka. Sekedar informasi di sekolah kami tidak gabung antara lelaki (Ikhwan) dan perempuan (Akhwat). Ruangan kelas siswa dan siswi berbeda, Guru Ikhwan mengajar khusus Ikhwan (Siswa laki-laki) dan Guru Akhwat mengajar khusus Akhwat (Siswi perempuan). Kami berkumpul bersama semua Guru (Ikhwan & Akhwat) saat ada rapat saja itupun ada sekatnya.

Ini pelajaran lagi nih, jodoh tidak ditentukan dengan hubungan yang dekat dan pertemuan yang intens seperti kebanyakan orang berpacaran yang sering berdalih ingin mengenal calonnya terlebih dahulu sebelum menikahi, padahal niat untuk menikahnya saja masih perlu dipertanyakan, belum lagi rasa tanggungjawabnya masih sangat meragukan.

Ta'aruf sajalah daripada pacaran, tidak jelas. Yang menjalani proses ta'aruf pun harus yang telah siap untuk menikah.

Telah banyak saya saksikan pernikahan dengan jalan ta'aruf, sebelumnya belum saling kenal, belum lama bertemu, jarang komunikasi secara langsung, jauh jarak tempat tinggal, berbeda asal daerah, berbeda suku, pendidikan, dan seterusnya, namun Allah pertemukan dengan cara-Nya dan menyatukannya dalam membangun keluarga bersama. :)


"Barakkallahu laka wa baraka alaika wa jamaah bainakuma fii khair"

"Semoga Allah melimpahi berkah kepada kalian berdua (saat dalam kebahagiaan), dan tetap melimpahi berkah atas kalian berdua (disaat dalam cobaan), dan semoga Allah senantiasa mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan."

Aamiin Allahuma Aamiin..

Semoga yang belum menikah, Allah segera pertemukan dengan jodohnya, dimudahkan proses pernikahannya, dan menyatukannya dalam kebaikan. Aamiin.

“Jodoh telah Allah tetapkan bagi setiap hamba-hamba-Nya, hanya perlu bersabar dan terus berusaha dalam menanti kehadirannya hingga ketika waktunya telah tiba, sambutlah dengan bahagia.”



  
Terima kasih ya telah menyempatkan waktu untuk membaca  Pelajaran Berharga mengenai Ta'aruf dari Pernikahan Sesama Guru dalam satu Sekolah ini
Doa kami, Semoga rezeki berlimpah untuk sobat semua hari ini. Aamiin
Wednesday, September 13, 2017

Mengagumkannya Rasulullah SAW, Kenapa Kita dianjurkan untuk Berkuda?

Berkuda menjadi salah satu hiburan yang dianjurkan




Mengagumkannya Rasulullah SAW, Kenapa Kita dianjurkan untuk  Berkuda?
asmaulhusna_d

Atmosterku.com | Mengagumkannya Rasulullah SAW, Kenapa Kita dianjurkan untuk Berkuda? - Siapa dari temen-temen yang pernah berkuda? apakah sudah ada yang pernah? jadi berkuda mempunya arti suatu istilah kegiatan yang berkaitan dengan ketrampilan dalam menunggangi, melompat, dan membuat kuda berlari lebih cepat atau berhenti.

Intinya sih, ketrampilan kita dalam mengendarai seekor kuda. Nggak mudah memang untuk yang belum pernah, bisa terjatuh. Sehingga bagi yang belum pernah, mau mencoba, mesti didampingi dengan yang ahlinya.  Untuk mengurangi resiko-resiko yang nggak diinginkan.

Apa asyiknya berkuda? sampai kenapa kita dianjurkan untuk berkuda? berkuda bukan hanya melatih mental diri kita agar lebih berani, melainkan ada banyak essensi yang bisa didapatkan dengan berkuda. Hewan ini juga terdapat dibelahan bumi manapun, lincah, cepat dan bersahabat namun bisa jadi dia tiba-tiba tegas. Mungkin itu, kenapa tidak berUnta atau berGajah. Hehehe..

Kenapa mesti tertarik berkuda? jadi Begini.


Umar bin Khattab pernah berseru, "Ajari anak-anakmu berenang, memanah, dan berkuda."

Bahkan kuda juga disebutkan didalam Al Qur'an secara khusus bukan ikut dalam kategori hewan ternak. Berikut ayatnya.

"Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik", Ali Imron ayat 14. 

Luar biasa bukan seekor kuda itu, jadi nggak ada salahnya kita mencoba untuk berlatih berkuda sekali-kali, bukan hanya berlatih mengendarai mobil atau motor. Konon, berkuda juga memberikan efek terapi untuk kesehatan juga seperti stress. Sedikit menjawab kenapa kita dianjurkan untuk berkuda?

Berkuda menjadi salah satu hiburan yang dianjurkan, selain dari manfaatnya, juga merupakan sebuah hiburan yang malah dianjurkan. Nggak percaya? berikut disimak

“Segala sesuatu selain zikir kepada Allah adalah sia-sia dan permainan belaka, kecuali empat hal, yaitu latihan memanah, candaan suami kepada istrinya, seorang lelaki yang melatih kudanya, dan mengajarkan renang." HR Timirdzi.


"Setiap hal yang melalaikan seorang Muslim hukumnya batil, kecuali memanah dengan busur, melatih kuda, dan canda dengan istri.” HR Ibnu Majah.

"Pada ubun-ubun kuda itu, telah ditetapkan kebaikan, hingga Hari Kiamat." HR Bukhari.

Berkuda melatih ketenangan, keberanian, dan kepemimpinan. Itu beberapa manfaatnya. Hal ini yang pernah pernah ditanya langsung oleh guru saya Mas Ippho Santosa pada Aa Gym dan Ust Arifin Ilham. Yang menarik, zaman sekarang penyewaan kuda hadir dimana-mana dengan biaya yang relatif terjangkau.

Berkuda bukan hanya melatih mental diri kita, melainkan ada banyak essensi yang bisa didapatkan dengan berkuda. Hewan ini juga terdapat dibelahan bumi manapun, lincah, cepat dan bersahabat namun bisa jadi dia tiba-tiba tegas. Mungkin itu, kenapa tidak berUnta atau berGajah, karena kita bisa mengambil pelajaran dari Berkuda. Mesti mampu beradaptasi dimanapun tempatnya, lincah dan cepat dalam setiap mengambil tindakan, menghindari segala keburukan. Bersahabat dan mampu menjadi tegas pada waktunya, bisa bersahabat dengan banyak orang yang berbeda suku, agama, hobi maupun pergaulan, tapi ada saatnya tegas, ketika berhubungan dengan keburukan atau sesuatu yang diluar aturan Allah. Wallahu a'lam...

Kalau kita menganggap berkuda sebagai olahraga? Yah, boleh juga. Insya Allah ini pun bagian dari syukur nikmat dan berpahala. Kok bisa? Begini. Tubuh yang sehat itu kan nikmat dan perlu dijaga. Right? Tulisan ini boleh Anda share.


Di sini saya melihat visi Nabi dan Umar yang mengagumkan. Benar-benar mengagumkan. Coba perhatikan baik-baik. Mereka menganjurkan berkuda, bukan berunta. Karena tidak semua negeri ada unta. Tapi kalau kuda, ada dimana-mana. Ya nggak?.

Tak ada salahnya kalau kita dan anak-anak kita mulai mencoba. Berkuda. Syukur-syukur dimampukan untuk rutin. Semoga berkah berlimpah.

  
Pustaka : WA Ippho Santosa
Terima kasih ya telah menyempatkan waktu untuk membaca  Mengagumkannya Rasulullah SAW, Kenapa Kita dianjurkanuntuk  Berkuda?
Doa kami, Semoga rezeki berlimpah untuk temen-temen semua hari ini. Aamiin