Skip to main content

Dahsyat Peran Ibu, Masihkah Kamu Melawan Ibumu?

Sebuah artikel dari atmosferku.blogspot.com yang berjudul Dahsyat Peran Ibu, Masihkah Kamu Melawan Ibumu? kutipan dari tulisan Motivator otak kanan Ippho Santosa dan sedikit saya sadur semoga bermanfaat, sehingga menyadarkan kita akan arti pentingnya berbakti pada orang tua terutama seorang IBU,  

Photo from Google

Pada tahun 1854, keluarganya pindah ke Michigan. Setiba di sana, Al jatuh sakit sehingga orangtuanya memutuskan agar Al masuk sekolah lebih lambat ketimbang usia yang seharusnya...
Pada usia 7 tahun, ibunya menyekolahkan Al di sekolah lokal. Sang ibu sadar, sudah menjadi tugasnyalah mendidik anak agar menjadi orang yang berakhlak dan berakal. Sekolah hanya membantu saja... Sang ibu berharap di sekolah, Al akan beroleh lebih banyak ilmu, pengalaman, dan teman...

Namun, kenyataan sering tak sesuai dengan harapan. Al yang terbiasa belajar dengan banyak bertanya kepada sang ibu tidak bisa mengikuti peraturan sekolah yang mengharuskan siswanya duduk diam dan memperhatikan guru menjelaskan.
Di sekolah, setiap anak diharuskan mengingat dan mengulangi kata-kata gurunya. Sementara, rasa ingin tahu membuat Al sering bertanya kepada gurunya tentang hal-hal yang terlintas di benaknya, dan kadang di luar pelajaran yang sedang diajarkan. 

Bila pelajaran di kelas terasa menjemukan, Al memilih untuk mencorat-coret atau melamun. Akibatnya, Al dicap sekolah sebagai anak yang bodoh, karena tidak bisa memperhatikan pelajaran di kelas!
Si guru menganggap Al anak yang bodoh. Hal ini tentu saja melukai hati Al. Sembari menangis, ia mengadu pada ibunya. Sang ibu terus meyakinkan anaknya bahwa ia adalah anak yang cerdas dan memintanya untuk tidak memikirkan lagi kata-kata si guru... 

Sang ibu pun akhirnya mengeluarkan Al dari sekolah dan memutuskan untuk mendidik Al seorang diri di rumah. Boleh dibilang, Al hanya belajar di sekolah formal selama 3 bulan...
Dalam pengasuhan sang ibu, Al diajarkan mata pelajaran dasar yang diberikan di sekolah, yakni membaca, menulis, dan berhitung. Sang ibu tidak hanya mengisi Al dengan ilmu, tetapi juga membentuk akhlak dan rasa percaya diri Al. Sang ayah, memberi upah 10 sen untuk setiap buku nonfiksi yang dibaca Al. Berhasilkah?
Ya! Sang ibu itu bernama Nancy Matthews Edison. Anaknya? Siapa lagi kalau bukan Thomas Alva Edison. Dengan kasih sayang dan ketekunannya, sang ibu berhasil mencetak seorang ilmuwan yang sangat berjasa bagi dunia, walaupun awalnya sekolah formal tidak mengakui kecerdasan ilmuwan itu... 

Baca Juga :
 
Sedemikian dahsyat peran ibu dalam mengantarkan anak-anaknya menuju kesuksesan. Keterbatasan ekonomi, penolakan sekolah, dan penolakan lingkungan tak bisa menghalangi luapan kasih sayang serta didikan ibu kepada anak-anaknya...
Kita-kita yang sekarang menjadi orangtua hendaknya mengambil hikmah atas kisah ini. Be positive always, terhadap anak... Kita-kita yang sekarang menjadi anak hendaknya mengingat selalu kisah ini. Tingkatkan bakti kepada orangtua. Insya Allah berkah berlimpah...

Masih kah kita sebagai anak melawan orang tua? iya kamu, kamu loh... 
  • masihkah melawan orang tua? 
  • masihkah membohongi orang tua?
  • masihkah mengacuhkan orang tua?
  • masihkah menganggap orang tua kuper?
  • masihkah malu dengan kondisi orang tua?
  • masihkah malu jalan bareng orang tua?
  • masihkah malu menemani orang tua berjalan?
  • masihkah lebih sering menemani pacar (padahal sistem syetan) dari pada orang tua?
  • masihkah menganggap orang tua itu pembantu?
  • dan masihkah yang lainnya....
Kita tak pernah tau bisa sampai kapan melihat senyum diwajah tua mereka yang sudah keriput. Tak pernah kita tau! apakah ketidaktauan kita akan membuat kita sebagai anak selalu acuh. Sampai kapan?? sampai matamu tertutup? atau sampai mata mereka tertutup?

Walaupun berat, mulai sekarang cobalah untuk meminta maaf sama mereka (orang tua), sebelum terlambat. Rasulullah  SAW menyebutkan 3 kali untuk Ibu dan sekali untuk Ayah.  Dan Al Qur'an pun dalam surah Al Israa : 23 menyebutkan bahwa kita sebagai anak, sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

Rasulullah SAW dan Al Qur'an menempatkan orang tua dalam secara istimewa, tapi kenapa kita yang bukan apa-apa kurang menempatkan orang tua secara istimewa? masihkah kita berpikir dengan otak?

Demikianlah artikel dari atmosferku.blogspot.com tentang Dahsyat Peran Ibu, Masihkah Kamu Melawan Ibumu?. Jika Anda menyukai dan juga bermanfaat untuk yang lain informasi ini, mohon share dengan memberikan like, twit atau berkomentar di bawah ini sehingga bisa menjadi referensi bagi sahabat semua di jejaring sosial Anda. Terima kasih. 
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar