Skip to main content

INILAH TIGA PENYELAMAT DAN TIGA PERUSAK YANG HARUS KITA KETAHUI

INILAH TIGA PENYELAMAT DAN TIGA PERUSAK YANG HARUS KITA KETAHUI
Foto dari Google


Atmosferku.com - Selama ini kita hidup di dunia ini terlalu main aman-aman saja, yang penting seneng saja sudah membuat seakan kita bisa menikmati hidup yang seutuhnya. Namun tanpa disadari, dalam hidup yang begitu singkat ini, kita sering terjebak dengan perkara sepele, terkadang perkara sepele tersebut serig membuat nyaman. Tapi apa akibatnya, agenda besar yang sudah ditakdirkan pada kita jadi terbengkalai, menjadi khalifatullah dimuka bumi jadi terabaikan. Padahal kita sudah dipilih Sang Kuasa untuk menjadi khalifah di Bumi, dengan memakmurkan Bumi, menciptakan peradaban secara baik, dan menebarkan Islam yang Rahmatan lil'alamin.

Diriwayatkan dari Ibu Umar RA, bahwa Rasulullah Saw,. bersabda, "Ada tiga hal yang menyelamatkan dan ada tiga hal yang merusak. Yang menyelamatkan adalah takwa kepada Allah dalam sepi maupun ramai, berkata benar dan (adil) dalam kondisi ridha maupun marah, dan bersikap sederhana dalam keadaan kaya maupun miskin. Yang merusak adalah bakhil yang kelewatan, nafsu yang diikuti, dan menyombongkan diri sendiri." (HR Baihaqi)

Baca Juga



Mari kita ungkap satu persatu tentang tiga penyelamat dan tiga perusak, agar senantiasa kita bisa menghindari untuk menjadi seorang perusak. Dalam Hadist diatas, tiga penyelamat adalah takwa, adil dan sederhana.

>>TAKWA

Takwa mempunyai makna menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah. Ini bukanlah tanggung jawab yang sederhana, melainkan tanggung jawab yang sangat besar karena seorang hamba dituntut untuk total patuh dan pasrah hanya kepada Allah. Dan takwa bukan hanya sekedar menjalankan sholat, puasa, zakat, dan haji. Tetapi mencakup seluruh gerak lahiriah dan batiniah, dari aqidah, syariah, muamalah, dan akhlak. Itu artinya takwa menuntut seorang hamba untuk takut hanya pada Allah, bukan kepada lainnya meskipun itu atasan sendiri.

Kemudian apa yang membuat kita merasa berat untuk menjadi muslim/ muslimah yang taat? jawabannya adalah nafsu. Nafsu yang seperti apa? nafsu yang timbul kemudian kita turuti dan kita manjakan. Inilah yang membuat takwa terasa begitu berat, karena musuh terbesarnya adalah nafsu diri sendiri.

Baca Juga



Sejenak coba kita pikirkan dan rasakan, ketika sedang berada dalam lingkungan orang-orang yang soleh, kita terlihat begitu baik, namun ketika kita sedang sendirian, kita begitu binal dan durhaka? iya atau iyaa.

Lingkungan juga mempengaruhi peningkatan nilai ketakwaan kita, makanya Rasulullah Saw,. pun mengingatkan kita agar memilih sahabat yang bisa menambah energi ketakwaan kita.

>>BERKATA BENAR DALAM KONDISI SENANG MAUPUN MARAH

Keadaan zaman industri pada era sekarang ini membuat situasi dan kondisi alam semakin memanas. Akibatnya pada manusia akan berpengaruh pada kondisi kejiwaannya. Coba sekarang perhatikan, kota yang mempunyai kemajuan dibidang Industri seperti kota yang penuh amarah. Itu lah kenapa pada masa sekarang ini kita sulit untuk menahan gejolak emosi. Semakin maju suatu peradaban, akan mengkibatkan tekanan hidup yang semakin besar pula.

Disaat tenang saja emosi kita mudah sekali mengalami pasang surut. Tapi bukan berarti hal tersebut membuat kita untuk melupakan pegangan kita pada kebenaran dan keadilan. Mentang-mentang orang yang kita benci, jadi boleh mencaci makinya, memfitnahnya? itu tidak dibenarkan. Meskipun kita benci, meskipun kita berbeda agama, meskipun berbeda paham, dan berbeda politik. Kita sehausnya tidak saling mencaci atau merendahkan. Jika yang terjadi demikian, keadilan dari penegak hukum pun harus seadil-adilnya ditegakkan. Sedangkan kita, teruslah bersabar sampai datang kematian, terus melakukan revisi terhadap diri sendiri, dan melakukan seruan pada diri sendiri agar jiwa kita senantiasa dalam ketenangan yang hakiki.

>>SEDERHANA SAAT KAYA MAUPUN MISKIN

Hidup sederhana, merupakan hidup yang bersahaja, tidak berlebihan, lebih sering merasakan syukur dan berkecukupan. Hidup sederhana tidak selalu diidentikan dengan miskin, karena orang miskin pun bisa hidup sederhana. Ya, memang saat miskin bukan hal yang aneh, karena kondisi sedang tidak berpunya. Namun sederhana saat kondisi sudah kaya, itu hal yang tidak mudah.

Baca Juga



Itulah kenapa dalam kondisi lapang kita harus tempel ketat sifat zuhud. Menurut Ibnul Qayyim, "Zuhud itu bukanlah orang yang meninggalkan gemerlap dunia dari genggamannya, tapi hati terus memikirkannya. Zuhud adalah orang yang meninggalkan dunia dari hatinya, meskipun dunia ada dalam genggamannya".

Hal ini dapat menjadi sebbuah tolak ukur kedewasaan seseorang, karena kekayaan tidak diartikan sebagai tujuan melainkan sebatas sarana. Jadi, sederhana bukanlah kekurangan apa lagi berlebihan melainkan disesuaikan dengan kebutuhan belaka.

....

Kita sudah tahu tiga sifat yang bakal menjadi penyelamat kita, penyelamat di dunia dan juga penyelamat di Akhirat, inshaaAllah. Dan sekarang kita akan mengulik tiga sifar perusak, yakni Bakhil, Nafsu dan Sombong. 

>>BAKHIL

Bakhil merupakan penyakit hati yang sudah parah, sudah kronis. Karena sudah tidak lagi sekedar kikir dan pelit, tapi sudah pelit banget. Bahkan tidak hanya pelit terhadap orang lain, terhadap diri sendiri pun pelit. Sifat ini merupakan sifat yang tidak baik, oleh karena itu Rasulullah Saw,. bersabda, " Jauhilah sifat bakhil, karena sesungguhnya sifat bakhil itu telah menghancurkan orang-orang sebelum kamu." ( HR Abu Dawud). 

Jika kita mengulik, sumber sifat bakhil itu lantaran cinta harta yang terlalu over (berlebihan), sebagai sifat tercela. Dan orang yang tidak mempunyai harta tidak akan tampak kebakhilannya dengan tidak bersedekah, tetapi akan tampak dengan adanya orang yang cinta harta. Betapa banyak orang berderma, tetapi hatinya sangat terpaut dan cinta pada harta, sehingga bila berderma, yang diharapkannya adalah agar dirinya disebut dermawan, sanjung puji dari manusia-manusia, Ini sangat tercela dalam agama. Karena cinta dunia membuat hati lupa berdzikir kepada Allah, berpaling pada kepentingan duniawi, dan tidak suka pada kematian yang merupakan wahana bertemu Allah Subhannahu wa Ta'ala.

Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah.” (Q.s. Al-Munafiqun: 9).

“Sesungguhnya harta dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu) ...“ (Q.s. At-Taghabun: 15).
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu.” (Q.s. At-Takatsur: 1)

>>NAFSU YANG DIIKUTI

Seperti sebuah pepatah yang mengungkapkan, "Nafsu bagaikan anak kecil, jika engkau tak pandai mengendalikannya, maka engkau akan dikendalikannya."

Ungkapan pepatah diatas sangat benar adanya, kita lihat saja anak kecil yang merengek minta permen, jika kita menuruti keinginannya justru akan merusak giginya. Nafsu pun begitu, jika kita belum menurutinya dia akan terus merengek, sampai kita merasa nyerah dan kemudian menuruti nafsu. Na'udzubillah..

Maka dalam mengendalikan nafsu pun Allah sudah memberikan caranya, salah satunya adalah dengan berpuasa, menjaga pandangan, menjaga pergaulan, jangan berkhalwat, hidup sederhana, bersyukur atas setiap rezeki yang didapat. Dengan begitu kita akan berlaku kejam pada nafsu kita, dan akan merasakan betapa nikmatnya menjadi orang kejam, yakni kejam terhadap nafsu. 

>>MENYOMBINGKAN DIRI SENDIRI

Sombong merupakan perasaan atau emosi yang timbul di dalam hati karena sebuah kebanggaan atau prestasi dan terkadang meremehkan orang lain, biasa juga menjadi "keangkuhan". Sombong pun sangat dekat dengan sifat takabur, seringkali orang yang sombong akan diikuti oleh sifat takabur. Karena terlalu membanggakan diri, sampai lupa bahwa segala sesuatu adalah dari Allah. Dengan melupakan kuasa Allah, maka akan menjauhkan diri dari yang namanya takwa. 

Baca Juga



Membanggakan kualitas diri sendiri akan membuat kita terjerumus pada perilaku menyepelakan orang lain, yang kemudian menjadi "Ujub". Sifat ini begitu berbahaya, membutakan mata dan hatinya untuk mamp mengerti dan memahami orang lain, karena sifat ini hanya bertujuan agar dirinya saja yang diperhatikan, dipahami dan dianggap paling hebat. 

Ibnu Qayyim berkata, "seseorang yang tidur di malam hari lalu menyesal di pagi hari adalah lebih baik daripada seseorang yang tahajud di malam hari lalu menyombongkan diri dengan mengatakan tahajud itu di siang hari". 

Berikut merupakan ciri-ciri manusia yang suka berperilaku takabbur dan sombong :
  • Memiliki sikap memuji diri sendiri, Sikap ini muncul karena merasa dirinya memiliki kelebihan harta, ilmu pengetahuan, dan keturunan atau nasab. Oleh karena itu ia merasa lebih hebat dibanding orang lain. 
  • Merendahkan dan meremehkan orang lain, Sikap ini bisa diwujudkan dengan mamalingkan muka ketika bertemu dengan orang lain yang dikenalnya, karena merasa lebih baik dan lebih hebat darinya. 
  • Suka mencela dan membesar-besarkan kesalahan orang lain, Orang yang takabbur selalu menyangka bahwa dirinyalah yang benar, baik, dan mulia serta mampu malakukan segala sesuatu. Sedangkan orang lain dianggap rendah, kecil, hina dan tak mampu berbuat sesuatu. Bahkan orang lain dimatanya selalu berbuat salah.
Semoga kita mampu mendapatkan tiga penyelamat dan menghindari tiga perusak itu, agar senantiasa hidup dalam kedamaian yang hakiki, kedamaian karena Allah. 

Pustaka : Buletin LP2A Sendangadi
Edited : Yogi Permana

Demikianlah artikel inspirasi dari atmosferku.com tentang INILAH TIGA PENYELAMAT DAN TIGA PERUSAK YANG HARUS KITA KETAHUI. Jika Anda menyukai dan bermanfaat untuk yang lain artikel ini, mohon SHARE YAA dan jangan lupa untuk like, twit atau berkomentar di bawah ini sehingga bisa menjadi referensi bagi sahabat semua di jejaring sosial Anda. Mari menjadi penyebar kebaikan.  Terima kasih
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar