Kisah Nyata Tentang Keikhlasan Berbuah Manis

shares |

Ilmu yang susah banget didapatkannya adalah ilmu Ikhlas, namun jika mampu menguasainya, hidup akan terasa sangat nikmat. Karena Ikhlas bukan hanya sekedar rela, tapi ada nilai-nilai kepercayaan pada Allah SWT bahwa kehendaknya lebih jitu dari apa yang kita inginkan. Bukan hanya sekedar keinginan belaka.

Ketika lagi traveling di dunia maya, saya menemukan sebuah artikel yang bagus, artikel tersebut menceritakan tentang sebuah keikhlasan. Tentang manfaat keikhlasan yang akan membuat kita merasakan ketenangan, apalagi ikhlas dalam membantu orang lain tanpa menginginkan hasil yang lebih. Atmosferku.com mengutip cerita tersebut dari blog zilzaal.blogspot.com.

Berikut ringkasan ceritanya..

... Beberapa waktu yg lalu dalam perjalanan Naik Bis antar Propinsi Kalimantan, dari Banjarmasin menuju Samarinda, di sebelah saya duduk seorang laki2 paruh baya yg penampilannya cukup tenang dan simpatik.

 
Kisah Nyata Tentang Keikhlasan Berbuah Manis

Perjalanan yang cukup panjang selama 18 jam tersebut, tidak terasa melibatkan kami dalam obrolan panjang yang ternyata sangat sarat makna dan hikmah yang ingin saya sharingkan kepada teman2 semua disini.

Ini beberapa petikan percakapan tsb :

" Ke Samarinda juga Pak ", Tanya saya membuka pembicaraan.

" Betul dik, saya mau pulang ke Samarinda, sudah beberapa hari ini saya di Banjarmasin ", Kata Pak Budi sambil menjawab pertanyaan saya dan memperkenalkan dirinya.

"Oh..., kalau boleh tahu apa ada keluarga yang di jenguk Pak ?", Kata saya melanjutkan pembicaraan.

"Oh tidak, saya pengen buka cabang usaha saya di Banjarmasin", Jawab Pak Budi Kalem sambil tersenyum hangat.

" Wah...Bapak luar biasa sudah buka cabang baru lagi di Banjarmasin, pasti usaha Bpk maju pesat, dan kalau boleh tahu bergerak di bidang apa Pak ? ", Kejar saya pengen tahu.

" Alhamdulillah, saya punya usaha rental mobil dan kursus menyetir dik. Saya sudah buka beberapa cabang di Kal-Tim dan ini mau saya lebarkan lagi usahanya ke Kal-Sel".

" Hebat Pak, pasti Bpk memang sudah merintis dan merencanakan pengembangan usaha ini dengan baik, Bpk benar2 seorang usahawan sejati ", Puji saya terus terang.

"Ha..ha..inilah yang orang banyak salah sangka dik, saya sebenarnya seorang guru SD, dan sampai sekarang ini, saya juga masih aktif mengajar kok", kata Pak Budi menjelaskan sambil matanya menerawang, mungkin teringat dgn perjalanan hidupnya tersebut.

"Ah..yang bener Pak, Luar biasa Bpk ini. Bagi pengalaman dong Pak, gimana caranya bisa mengembangkan usaha Bapak sampai sebesar ini ditengah Bapak sibuk untuk mengajar juga", Kejar saya lagi.

" Begini dik..., di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin kalau Tuhan berkehendak, Adik percaya "

" Saya percaya dan yakin Pak ", jawab saya.

"Begitulah yang terjadi dalam kehidupan saya Dik, saya lebih suka bilang bahwa terjadi kemu'jizatan dalam hidup saya, Tuhan telah ikut turut campur tangan yang sangat besar dalam perjalanan hidup saya sehingga seperti sekarang ini ", Pak Budi memulai ceritanya.

" Seperti yang adik bilang hidup saya sudah cukup disibukkan dengan kegiatan mengajar sebagai guru sehingga hampir tidak pernah terpikirkan untuk melakukan hal-hak yang lain, apalagi untuk berwiraswasta, wah..terbayangkan pun tidak sebetulnya"

"Sampai suatu ketika di suatu sore, saya kedatangan seorang pemuda yang ingin mencari pekerjaan ke rumah saya"

"Awalnya saya bingung bagaimana cara bantu pemuda tersebut, padahal kata pemuda tersebut dia sangat perlu sekali pekerjaan untuk membiayai Ibunya yang sudah tua dan adik-adiknya yang masih bersekolah"

"Dalam kondisi bingung tersebut, tiba-tiba Pemuda tersebut bertanya"

"Pak, mobil yang di samping rumah itu mobil Bapak", tanya Pemuda tersebut.

"Betul, jawab saya. Tapi itu mobil Colt tua, sering mogok, jarang saya pakai, karena lebih enak naik motor", jawab saya kepada Pemuda tsb.

"Bapak gimana kalau saya yang perbaikin mobil Bapak tersebut, kebetulan saya tahu sedikit tentang mesin, nanti kalau sudah baik saya bawa mobil tersebut untuk saya taxi kan, mengenai upah saya, saya percayakan kepada Bapak saja pembagiannya, yang penting saya bisa kerja Pak", mohon pemuda tersebut.

Karena memang niat saya awalnya ikhlas pengen banget menolong pemuda tersebut, tentu saja permintaan Pemuda itu langsung saya setujui, bahkan seluruh pengelolaan mobil tersebut saya percayakan saja kepada dia, karena saya tetap harus konsentrasi untuk mengajar....

"Dan Masya Allah, ternyata kalau niat kita untuk menolong orang lain tersebut ikhlas, Allah mempermudah semua urusan dan menggantinya dengan berlipat ganda, usaha taxi mobil tersebut terus berkembang. Dari mobil tua bisa di ganti dengan mobil baru, dari 1 mobil jadi 2, dari 2 jadi 4, dan terus bertambah bahkan sekarang kami sudah bisa membuka usaha baru berupa Kursus dan private Menyetir bagi para pemula "

Saya terus menyimak cerita Pak Budi tersebut, sambil merenung bahwa hidup ini sebenarnya mudah kalau kita memang selalu ingat ada ALLAH tempat kita bersandar.

Ada ALLAH tempat kita meminta....

Dari cerita di atas menjadi bukti bahwa orang yang ikhlas menolong orang lain, akan mendapat rahmat yang tak terduga dari Allah. Allah selalu memberi petunjuk-petunjuknya pada orang yang ikhlas.

     Orang yang ikhlas akan ditambah petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala. [Al Kahfi : 13]

Apalagi jika menolong saudara se-Iman, pasti sangat mengena. Seperti cerita di atas, niat Pak Budi membantu seorang pemuda yang sangat membutuhkan sebuah pekerjaan. Karena sangat ingin membantunya dari hati, Allah memberi petunjuk dengan mobilnya menjadi perantara pertolongan Allah untuk pemuda tersebut melalui Pak Budi. Karena keikhlasannya, Allah memberi kejutan yang tidak dalam nalarnya, menjadi lini usaha dibidang sewa dan kursus menyetir mobil. MashaaAllah..

  


Demikianlah artikel dari atmosferku.com tentang Kisah Nyata Tentang Keikhlasan Berbuah Manis. Jika Anda menyukai dan juga bermanfaat untuk yang lainnya informasi ini, mohon share ya dengan memberikan like, twit atau berkomentar di bawah ini sehingga bisa menjadi pahala kebaikan bagi sahabat semua di jejaring sosial Anda. Terima kasih.

Artikel Lainnya

Related Posts

0 komentar:

Post a Comment