Skip to main content

Tetesan Nasehat Bag 2

Ada makna tersendiri jika melakukan kebaikan untuk orang lain, kesabaran untuk terus mengingatkan saudara, teman, maupun orang lain sudah menjadi kewajiban kita sebagai muslim. Seperti dalam artikel Blog berikut ini mengenai TETESAN NASEHAT Bag 2.  Semoga bermanfaat, dan menjadi informasi agar menjadikan diri kita menjadi pribadi yang lebih baik, hidup terasa nikmat dan tenang. Serta jangan lupa untuk menbaca Tetesan Nasehat Bag 1 terlebih dahulu.

Tetesan air                           Pict From Postingphoto

Jika berpegang teguh pada agama, maka kita akan mengerti bahwa menasehati sesama muslim adalah urusan yang harus dilakukan. Walaupun kita belum begitu paham tentang ilmu agama, tetapi kita punya kewajiban untuk mengajak sesama muslim dalam kebajikan. Seperti firman Allah,

“Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-’Ashr: 1 – 3)

Ulama besar Imam Nawawi pun mengatakan agar kita saling menasehati. Karena tidak ada syarat harus menjadi yang sempurna untuk menasehati.

“Para ulama menyatakan bahwa tidak disyaratkan pada orang yang memerintah kepada kebaikan atau orang yang mencegah dari kemungkaran untuk mencapai kesempurnaan dalam segala hal. Tapi, ia mesti tetap mengajak kepada kebaikan walaupun ia memiliki kekurangan dalam hal yang ia ajak kepadanya, dan ia tetap mencegah kemungkaran walau ia terkadang mengerjakan apa yang ia cegah. Karena sesungguhnya wajib pada dirinya dua perkara yaitu : mengajak dirinya sendiri ke arah kebaikan dan mencegah dari kemungkaran; dan mengajak orang lain ke arah kepada kebaikan dan mencegah mereka dari yang mungkar. Tidak boleh ia melalaikan salah satu dari dua perkara tersebut”.(Syarah Sahih Muslim: 2/23, An-Nawawi).

Apa yang dilakukan Fatimah bisa menjadi 2 perkara seperti yang dikatakan Imam Nawawi, menjadi penguat nasihat untuk diri sendiri dan menjadi penguat untuk mengajak teman-temannya pada kebajikan. Tetesan-tetesan nasehat yang terus dilakukan terus-menerus akan melubangi hati yang keras untuk dimasuki kebaikan.

Coba sekarang lihat dan pikirkan ilmu Allah dalam sebuah pengetahuan, yakni tentang tekanan. Lihat lah tetesan air pada batu yang secara perlahan dan terus-menerus akan melubangi batu secara lembut, dan alamiah. Tetapi bandingkan jika tekanan yang diberikan pada batu begitu besar yakni menggunakan palu. Maka batu tersebut akan hancur, atau pecah tak beraturan. Begitulah nasehat, nasehat pun akan seperti itu. Jika memberi nasehat secara keras hanya akan menjauhkan dan membuat orang akan membenci. Tetapi jika dilakukan secara lembut, setetes demi setetes, orang akan lebih menerima. Begitulah perumpaman Ilmu Allah secara fisika dengan sebuah tekanan.


BACA JUGA: 

Apa yang dilakukan Fatimah adalah  secara ilmiah, setetes demi setetes. Waktu memang lebih lama, tapi itu lah yang terbaik. Bukan kah Rasulullah saw,. pun demikian dalam memberikan nasehat? Secara perlahan dan lembut. Serta berikanlah nasehat untuk kebajikan.

1.    Karena Allah SWT
Berikanlah nasehat semata-mata dengan niat karena Allah, sehingga kita tidak akan menasehati seseorang untuk menjadikannya menjadi tidak baik. Jika niat karena Allah, maka tujuannya adalah mengajak pada kebajikan serta mengharapkan ridlo Allah.

2.    Berikan lah nasehat secara baik pada sesama muslim walaupun tidak di minta
Berikanlah nasehat kepada saudaramu sesama muslim meskipun tidak diminta sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, ketika ia jatuh pada jurang keburukan, atau ketika jalannya sudah menuju jurang keburukan. Cara memberikan nasehatnya pun harus dengan cara yang baik, tidak dengan membuka aibnya, karena ketika menyinggung aibnya itu diharamkan, bukankah kita disuruh untuk menutup aib? So, berikan lah nasehat secara lembut, untuk membuka mata hatinya dan kemudian arahkan pandangannya pada kebajikan. Terkadang kita bisa memberikan nasehat secara langsung tetapi ada saatnya kita memberikan nasehat dengan memberikan contoh-contoh agar tidak menyinggung. Misalnya dengan memberikan contoh-contoh sikap teladan kita Rasulullah saw., 

3.    Berikan Nasehat Ketika Sendiri
Mungkin sangat dianjurkan, yakni berikanlah nasehat kepada sesama ketika mereka sedang sendiri. Jangan memberikan nasehat dihadapan orang banyak yang ditujukan untuk seorang saja karena hal demikian bisa menjadi sebuah ejekan atau penghinaan malah terkesan seperti merendahkan walaupun niat kita untuk menasehati. Kecuali jika nasehat tersebut diberikan secara umum untuk umat manusia seperti saat pengajian atau khotbah. 

Ketika orang dalam kesendirian, disitulah frekuensinya menjadi lembut. Gelombang otaknya sedang rendah, saat seperti itu lah kita memberikan nasehat karena akan mudah untuk diterima. Dengan catatan gelombang yang kita berikan juga mengikuti gelombangnya. Dalam artian, sampaikanlah nasehat dengan suara yang lembut, tidak menuduh, tapi mencerahkan. Serta, jangan lupa untuk tersenyum karena dengan tersenyum kita memberikan energi positif pada orang yang kita nasehati. Sehingga diharapkan orang tersebut akan segera bangkit menuju kebajikan.

Sebagai seorang manusia, kita tak mungkin terhindar dari yang namanya khilaf dan dosa. Maka sudah sepantasnya kita harus saling mengingatkan, saling menasehati dalam kebajikan karena Allah SWT. Sebenarnya, ketika kita menasehati sesorang, itu juga berarti sedang menasehati untuk diri sendiri. Dua perkara yang langsung kita dapatkan. Menjadi cerminan diri untuk menjadi lebih baik, “Aku menasehati sahabatku seperti ini, setidaknya aku pun harus seperti ini”.

Menasehatilah karena Allah, menasehatilah untuk mengajak pada kebajikan, menasehatilah dengan melihat situasi dan kondisi, menasehatilah dengan sabar dan perkataan yang lembut. InshaaAllah, orang yang kita nasehati secara perlahan akan menjadi baik dan lebih baik lagi. 

~Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemuliaan kepada kita semua~
~Berikan lah Nasehat bukan untuk memperlihatkan pengetahuan kita, tapi berikan lah nasehat karena kita belum mengetahui apa-apa. Jadi, kita dan yang kita nasehati akan sama-sama menjadi pembelajar menu kebajikan bersama-sama~
Demikianlah artikel dari atmosferku.blogspot.com mengenai TETESAN NASEHAT Bag 2. Jika Anda menyukai informasi ini dan juga bermanfaat untuk yang lain, mohon share dengan memberikan like, twit atau bekomentar di bawah ini sehingga bisa menjadi referensi bagi teman jejaring sosial Anda. Semoga yang men-share artikel ini akan mendapatkan berkah dan rezeki yang selalu mengalir. Aamiin Yaa Rabb. Terima kasih.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar