Skip to main content

BEGITU INSPIRATIFNYA, KISAH SEORANG MUSLIMAH YANG TAK LELAH MEMBERI NASEHAT PADA SAHABATNYA


Atmosferku.com - Ada makna tersendiri jika melakukan kebaikan untuk orang lain, kesabaran untuk terus mengingatkan saudara, teman, maupun orang lain sudah menjadi kewajiban kita sebagai muslim. Seperti dalam artikel ini mengenai BEGITU INSPIRATIFNYA, KISAH SEORANG MUSLIMAH YANG TAK LELAH MEMBERI NASEHAT PADA SAHABATNYA.  Semoga bermanfaat, dan menjadi informasi agar menjadikan diri kita menjadi pribadi yang lebih baik, selalu memberi kebaikan pada orang lain, agar hidup terasa nikmat dan tenang.

BEGITU INSPIRATIFNYA, KISAH SEORANG MUSLIMAH YANG TAK LELAH MEMBERI NASEHAT PADA SAHABATNYA
Saling Menasehati                             Pict from Google

Sebagai manusia yang tak luput dari salah, pasti kita membutuhkan nasehat dari yang lainnya. Begitulah, kenapa kita disebut makhluk social, karena selalu membutuhkan bantuan dari manusia yang lain alias tidak bisa hidup sendiri. Tak hanya dalam kesulitan-kesulitan yang secara fisik dapat dirasa seperti membantu uang atau mengangkat barang tapi juga dalam menumbuhkan kebaikan dalam diri manusia itu sendiri. Ya, kebaikan terkadang datang dari omongan sesorang seperti omongan dari seorang sahabat. Seperti yang dilakukan oleh sahabat saya Fatimah dengan temannya yang satu sekolahan. Sebuah kesabaran seorang teman yang hampir tidak jemu untuk mengingatkan selalu dalam kebaikan.  Saya kagum dengan kesabarannya dalam mengingatkan dua orang temannya, bukan sabar dengan tenggang waktu hari, tapi tahunan yang lebih luar biasa adalah dia baru lulus SMA tahun 2016 ini.

Apa yang dilakukan Fatimah murni semata-mata ingin mengajak teman-temannya agar berubah menjadi baik. Tak meminta imbalan, juga tak pernah berniat untuk pencitraan. Apa yang dia lakukan untuk kemuliaan sahabatnya. Kenapa dia ingin merubah sahabatnya? apa keyakinannya terhadap sahabatnya? Dia yakin sahabatnya adalah orang yang baik tetapi karena pergaulan, mereka mengikuti perkara yang negative. Fatimah sangat ingin membuat dua sahabatnya yang bergender laki-laki lepas dari jerat-jerat alcohol (miras), rokok, bolos sekolah, hura-hura. Dan ingin membuat beberapa sahabat perempuannya lepas dari jerat-jerat pacaran. Zina yang mengatasnamakan proses pengenala sebelum nikah. 

BACA JUGA :
Apa yang Fatimah lakukan sangat benar, ia ingin membebaskan teman-temannya dari jeratan keindahan syetan. Tidak mudah memberi nasehat pada zaman kebebasan dalam bergaul dan kebebasan dalam memilih serta ego yang menjdi terdepan. Di cerca pun bukan menjadi halangan Ia untuk terus menyadarkan teman-temannya. Pernah ia dikatakan sok suci, sok taat, ketika menasehati teman-temannya. Namanya juga manusia, ketika segala nasehatnya selalu disepelekan sama temannya.  Pernah sekali Fatimah hampir putus asa dalam mengingatkan teman-temannya. Terutama kepada dua orang temannya yang bergender laki-laki , Supri dan Sidik

“Udah akh, aku males nasehatin mereka berdua. Mereka sama sekali tidak mau mendengarkan” ungkap Fatimah penuh dengan kekesalan saat ia bersama-bersama teman-temannya yang lain.
“Jangan gitu Mah, kalau bukan kamu siapa lagi? Bukankah mereka hanya mendengarkanmu”, seorang temannya memberi motivasi. 
“ ya walaupun mereka merokok secara diam-diam, dan terkadang masih minum-minuman keras tapi mereka sekarang lebih baik Mah”, lanjut temannya tersebut.
 Saat itu juga Fatimah merenunginya, “ini buat kebaikan teman-temanku, Bismillah semoga akan dibukakan jalan untuk mereka menuju kebaikan”

Nasihat demi nasihat selalu ia berikan, ketika teman-temannya lupa, ketika temen-temannya yang perempuan mulai kembali tergoda hatinya oleh bualan lelaki. Ia selalu selalu hadir mengingatkan, dan semua berbuah manis. Tidak sia-sia ia menasihati, karena sekarang teman-temannya yang 2 orang lelaki itu sudah meninggalkan minuman keras, sudah sadar dengan tidak hura-hura, sekolah pun lebih teratur, bahkan keduanya ikut les privat diluar ketika mau ujian nasional. MashaaAllah…

Tak hanya itu, teman-temannya yang perempuan, yang tadinya ganjen, masuk dalam zona pacaran, jilbabnya yang masih ketat, sekarang sudah ditinggalkannya. Pacaran sudah ditinggalkan, jilbab pun kini telah lebar menutupi auratnya. Sungguh, sebuah tetesan nasihat yang tiada hentinya mampu merubah kerasnya hati seseorang.

Kata Rasulullah saw,. “Agama adalah nasehat.” Kami bertanya, “Untuk siapa?” Beliau menjawab, “Bagi Allah, bagi kitab-Nya, bagi rasul-Nya, bagi pemimpin-pemimpin kaum muslimin serta bagi umat Islam umumnya.” (HR. Muslim no. 55).




Halaman :
  
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar