Skip to main content

DARI GHIBAH MENJADI BERKAH

Atmosferku.com - Beberapa dari kita pasti sudah pernah tuh yang namanya ‘ngrasani’, atau secara umum dengan membicarakan orang dibelakang. Seringkali yang dibicarakan adalah hal yang buruk alias kejelekannya. Mesti kita pernah ya demikian, apalagi sekarang ini begitu banyak persaingan hidup. Pernah saya membuat istilah, “tidak berani ngomong di depan, jadi beraninya ngomong di belakang”. Hehe.. 

DARI GHIBAH MENJADI BERKAH
Ilustrasi from Google
Istilah membicarakan orang yang buruk-buruknya saja, tanpa sepengetahuan orang yang sedang dibicarakan disebut juga dengan Ghibah. Secara bahasa mempunyai arti menggunjing, yang merupakan perkataan atau omongan yang menyebutkan kejelekan dari seseorang pada orang lain baik itu dalam bentuk agamanya, sifatnya, fisiknya, hartanya, keturunannya, kelakuannya dan semua yang bisa dicari kejelekan atau kelemahannya. Ghibah seperti kita menghinakan orang dibelakang atau tanpa sepengetahuan orang yang kita hina. Sering kali perkataan tersebut dibumbui agar orang yang mendengar mampu terhipnotis dan kemudian mempercayai. Disitu sudah terlihat betapa bahayanya dari ghibah. 

BACA JUGA : Inilah 5 Perumpamaan Allah Untuk Dunia

Allah dengan penciptaan yang sempurna telah memperkirakan apa yang akan makhluk ciptaanNya di dunia ini lakukan. Sudah Allah ketahui, karena akal dan logika kita akan berseberangan. Makanya Allah melalui Al Qur’an serta Nabi Muhammad SAW memberi batasan-batasan agar yang kita lakukan selalu dalam koridor yang benar. Seperti halnya ghibah, karena kita adalah makhluk sosial, maka  akan sering berjumpa dengan yang lain, berbeda fisik, sifat, agama dan yang lainnya. Hal tersebut akan memunculkan sebuah kejanggalan satu sama lain. Kejanggalan tersebut akan menjadi topik yang hangat ketika kita bertemu dengan orang lain yang satu rasa. Jadilah ngobrolin kejanggalan orang lain, Seperti
  • Perbedaan Fisik
  • Perbedaan Sifat
  • Perbedaan Agama
  • Perbedaan Harta
  • Keturunan

Masih banyak lagi perkara-perkara yang mampu diguncingkan oleh kita kepada orang lain. Namun, bukan berarti Allah tidak diam saja. Bukan berarti Allah menciptakan perbedaan untuk menciptakan ghibah, omongan-omongan yang menjurus pada rasa iri. Bukan itu!!

BACA JUGA : Ikhlas Sebagai Kunci Amal

Allah sudah memberi perumpamaan pada pelaku ghibah, agar bisa berpikir untuk menjauhi ghibah dengan mengatakan dalam  QS. Al Hujurat ayat 12 :

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”.

Selain itu, teladan terbaik kita Rasulullah SAW,. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah engkau apa itu ghibah?” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Ia berkata, “Engkau menyebutkan kejelekan saudaramu yang ia tidak suka untuk didengarkan orang lain.” Beliau ditanya, “Bagaimana jika yang disebutkan sesuai kenyataan?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika sesuai kenyataan berarti engkau telah mengghibahnya. Jika tidak sesuai, berarti engkau telah memfitnahnya”. (HR. Muslim).

BACA JUGA : Bagaimana Kita Bersikap pada Orang Lain

Rasulullah Saw,. Sudah menjelaskannya pula bahwa menyebutkan kejelekan orang lain yang ia sendiri tidak suka diketahui orang lain, itu berarti kita telah melakukan ghibah, meskipun sesuai kenyataan. Namun, jika itu tidak sesuai kenyataan berarti kita telah memfitnahnya. Tahu kan betapa bahayanya fitnah, bisa membunuh orang secara perlahan, menghancurkan hidup orang secara perlahan. Jika demikian, kita lebih sadis dari tukang jagal. Loh ko bisa? 

Ya bisa, tukang jagal ketika menyembelih sapi saja disyariatkan cukup sekali gorok dileher sapi, tidak boleh berkali-kali. Hal demikian kenapa? Karena agar sapi tersebut tidak terlalu lama merasakan sakit. Namun jika ghibah yang berlebihan akan menjadi fitnah, dan fitnah, kita seperti membunuh seseorang dengan menyiksanya terlebih dahulu secara perlahan. 

BACA JUGA : Terbuat Dari Apa Sih Hati Seorang Ibu?

Di dunia maya, berhati-hatilah menggunakan jejaring dan chating. Karena sekarang ghibah telah meluaskan penyebarannya, bukan hanya melalui lidah dan mulut, tapi dengan jari jemari kita. Ini yang lebih berbahaya, karena ketika menuliskan kata perkatanya, kita biasanya sambil membaca di dalam hati. Nah, jika tulisan kita menggunjing orang lain, maka hati kita pun akan ikut. Sungguh sangat harus dijaga dengan terus sadar pada setiap apa yang kita lakukan. Ghibah dan fitnah sangat dekat dan seperti sebuah sahabat, keduanya sangat akrab namun bukan berarti kita harus mengakrabi, melainkan kita harus memusuhinya. Agar kita terlepas dari golongan pemakan bangkai dan pembunuh kejam. 

Jika ibarat kata ya, ghibah dan fitnah tuh kaya kita memberikan tekanan udara pada balon secara terus menerus. Jika balon tak kuat, hancurlah dia dengan sebuah letusan. Begitu juga ketika mengghibah orang lain, orang yang jadi objek ghibah dan fitnah, akan merasakan tekanan yang dahsyat secara perlahan. Jika tak kuat, bisa hancur hidup orang tersebut. 

BACA JUGA


Marilah sekarang kita membicarakan yang baik-baik saja tentang orang lain, selain bisa menularkan kebaikan, juga menularkan motivasi lebih untuk berbuat baik. Kita rubah ghibah menjadi berkah, ghibah menjadi sebuah amanah, ghibah menjadi sebuah petuah. Bagaimana caranya? Ghibah yang positif dan diperbolehkan :
  • Mengadu atau melaporkan atas perilaku kekejaman seseorang karena telah berbuat dzalim, agar orang lain tidak mendapatkan kedzaliman yang sama pada hakim, atau penguasa.
  • Usaha untuk mengubah seseorang agar terlepas dari perbuatan maksiat. Disini cukup sebagai contoh, tidak dengan berlebihan.
  • Membiacarakan kekurangannya sebagai bahan motivasi untuk berkarya, misal seperti, “cerita si A yang cacat kakinya, namun ia bisa membuktikan pada dunia dengan meraih banyak penghargaan”.
Semoga kita semua terlepas dari golongan orang-orang yang memakan daging saudaranya sendiri yang sudah mati. Jadi, maarilah kita bersama-sama saling menjaga satu sama lain tentng ucapan yang keluar dari sahabat dan orang terdekat kita, maupun ketika dalam suatu kelompok. Kita sama-sama menghindari nikmatnya ghibah, yang jauh dari berkah. Marilah kita lebih menjaga dalam setiap tutur kata kita, jangan dibiasakan banyak omong, karena banyak omong lebih bisa terperangkap perilaku ghibah

“Lidah yang amanah akan menjanjikan kehidupan yang penuh Berkah”

Artikel di atas hanya intisarinya saja, selengkapnya nantikan saja ya, semoga bisa menjadi sebuah buku antologi bersama Komunitas Kampung Blog. Bismillah...

Pustaka : https://rumaysho.com/9198-ghibah-itu-apa.html

Oleh Yogi Permana 


Demikianlah artikel dari atmosferku.com tentang DARI GHIBAH MENJADI BERKAH. Jika Anda menyukai dan bermanfaat untuk yang lain artikel ini, mohon share dengan memberikan like, twit atau berkomentar di bawah ini sehingga bisa menjadi referensi bagi sahabat semua di jejaring sosial Anda.  Terima kasih.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar