Skip to main content

MashaaAllah, Hafidz Al Qur'an ini Menikah di usia 18 tahun setelah Sempat 2 kali melalui Proses Persidangan

Cinta yang hakiki tidak mengenal Usia, tapi mengenal Iman


MashaaAllah, Hafidz Al Qur'an ini Menikah di usia 18 tahun setelah Sempat 2 kali melalui Proses Persidangan
                                      Menikah di Usia 18 Tahun                                                                 Foto oleh riri.abdillah

Atmosferku.com - Pergaulan anak muda sekarang ini makin hari makin liar semakin tak punya aturan malu lagi. Bayangkan, dimanapun tempatnya pasangan remaja saat ini mampu melampiaskan nafsu liarnya, ditempat wisata, dipinggir jalan, bahkan di Masjid. Ekh, kuburan yang dulu bener-bener ditakuti, sekarang malah menjadi sarana juga. Haddeeeehhh...

Makanya anjuran nikah muda sekarang ini sangat digencarkan untuk menjaga remaja (muda/mudi) dari jakan-ajakan akan zina yang sudah sangat dekat disekitar mereka. Banyak yang memilih nikah muda demi menjaga diri mereka. Seperti yang dilakukan oleh seorang pemuda yang Menikah diusianya yang baru 18tahun. Sebuah keputusan yang luar biasa diambil pemuda ini. Apalagi menikahi seorang perempuan yang 3 tahun lebih tua darinya. Bagaimana kisahnya?

Kisah ini dituliskan oleh akun @riri.abdillah, dalam akun instagram pribadinya ia menceritakan tentang adek suaminya tersebut yang memutuskan menikah diusia 18 tahun. Berikut tulisannya

Hammad Rosyadi namanya..
Anak kelima dari 7 bersaudara. Adeknya suami saya yg saat ini bahkan umur nya masi 18tahun..
Dia harus melalui proses persidangan 2x karena menurut undang - undang status anak ini masi di bawah umur.

MasyaAllah..
Ortu seperti apa yg merelakan putrinya di nikahi anak ingusan yg umur nya bahkan 3 tahun lebih muda dari usia putrinya?

Semalam saya bertemu dan mengobrol langsung dengan Ayah Ibunya. Mereka berdua sosok ortu yg bersahaja dan lemah lembut terhadap anak-anaknya. Dari matanya terpancar keyakinan yg teguh dan sangat yakin dengan keputusan nya memilih pemuda ini sebagai menantunya.

Andai semua Ayah semudah itu mengiyakan putrinya di halalkan oleh dia yg solih pilihan nya. Tanpa terbiasa mengukur dan membandingkan pemuda yg datang dengan standar harta..

Silmi kaffah..
Diam diam saya selalu mengikuti status terbaru nya. Tulisan " nya yg sepenuh hati dan sarat inspirasi. Seorang gadis yg sederhana dan ngga neko neko.
Mampu menjaga harga dirinya terlihat tinggi di mata orang lain.
Mungkin itulah sebab Hammad mantap memilih nya sebagai Ibu dari anak anaknya.

Sejauh yg saya tau, Hammad ini tak pernah sepi dari godaan perempuan. Beberapa kali perempuan datang silih berganti bahkan menawarkan diri. Maklum saja dia ini rupawan dan juga hafidz Qur’an. Hingga akhirnya dia memilih Seorang Silmi, sosok yg insyaallah solihah, lembut dan baik hati.

Waktu saya baru nikah hammad ini benar-benar masi ingusan. Suka tiba-tiba nyelonong ke kamar saya untuk menggendong Syakila. Waktu itu dia belum baligh dan masi suka ngusilin adek adeknya, kalo yg ini mungkin masi sampai sekarang

Hari ini ( 01 Mei 2017) saya melihat nya berbeda. Dia berusaha membuktikan bahwa dia bukan lagi anak kecil dan telah dewasa. Lebih bijak dan siap menjadi imam. Saya harus mengakui 85% dia berhasil membuktikan nya. Yang 15% masi terbayang dia yg suka "njarak" adik adik perempuan nya.

Samawa ya adek adekku.. Welcome to our family..

Yang baik-baik mesti di viralkan

Mari menjadi pahlawan penyebar kebaikan dengan men-SHARE artikel Ini. Semoga rezeki berlimpah untuk sahabat yang sudah menjadi pahlawan penyebar kebaikan. Aamiin
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar