Skip to main content

Tidur Siang Meningkatkan Produktivitas Kerja, tapi Kurang Diperhatikan

Penting!! Tidur siang meningkatkan produktivitas kerja

Tidur Siang Meningkatkan Produktivitas Kerja, tapi Kurang Diperhatikan
Karyawan tidur siang. (ummi-online.com)





Atmosferku.com | Tidur Siang Meningkatkan Produktivitas Kerja, tapi Kurang Diperhatikan - Sobat suka tidur siang? biasanya bagi pekerja waktu istirahat sekitar setelah dzuhur, itu digunakan untuk tidur atau sekedar tiduran di dalam maupun di luar masjid. Kenapa ya jam-jam segitu kita akan merasa mengantuk? merasa gitu nggak sobat semua.

Wallahu a'lam, sebuah nikmat yang tiada terkira. Ternyata tidur siang itu sangat dianjurkan, mungkin itu kenapa jam-jam dzuhur kita akan merasa mengantuk, karena tubuh sudah memberi signal untuk segera istirahat.

Itulah kenapa juga Rasulullah SAW menyarankan untuk melakukan Qoilullah atau tidur siang. Rasul SAW mengatakan bahwa Qailulah-lah (istirahat sianglah) kalian, sesungguhnya setan-setan itu tidak pernah istirahat siang (HR. Abu Nu’aim).

MashaaAllah, kita diajurkan untuk tidak tidur dipagi maupun sore hari, tetapi sangat dianjurkan untuk istirahat atau tidur siang. Semua sudah diatur untuk menjadikan tubuh sehat. Selain itu juga, tidur siang meningkatkan produktivitas kerja kita.

Dan menariknya, karyawan Seoul Metropolitan Government (SMG) di Korea diberikan kesempatan untuk tidur siang. Ya, dibolehkan. Walaupun sebenarnya ini bukan barang baru.

Berdasar survey National Sleep Foundation dari Amerika Serikat, ditemukan bahwa rata-rata pekerja Jepang hanya tidur sekitar 6 jam 22 menit pada malam hari. Dan itu angka rata-rata. Yang kurang dari itu juga banyak.

Durasi itu masih kurang berbanding negara-negara yang lain. Karena itulah, belakangan banyak perusahaan di Jepang yang mendorong karyawannya untuk tidur siang saat jam kerja. Inemuri istilahnya.

Salah satunya Okuta, perusahaan renovasi rumah di Tokyo, yang membolehkan karyawannya tidur sekitar 20 menit. Alasannya, demi meningkatkan produktivitas kerja. Dan itu kemudian terbukti, bahwa dengan tidur siang meningkatkan produktivitas kerja karyawannya.


Hugo Inc, perusahaan konsultan internet yang berbasis di Osaka juga menerapkan hal serupa. Apalagi Kementerian Kesehatan Jepang juga telah mengeluarkan pedoman tentang pentingnya tidur siang selama 30 menit.

Bila tak ingin tidur di kantor, boleh juga tidur di jasa penyediaan tempat tidur. Misalnya, Kafe Ohirune di Tokyo yang menyediakan 8 tempat tidur bagi karyawan. Ya, di Jepang tidur siang dianggap pegawai tersebut sudah bekerja keras, bukan pertanda malas.

Menurut penelitian Dr Brigite Steger, Dosen Senior di Modern Japanese Studies, University of Cambridge, sebenarnya kebiasaan tidur siang (inemuri) sudah berlangsung sejak lama di Jepang. Bahkan sejak era samurai. Karena mereka memahami pola kerja tubuh, bahwa tidur siang meningkatkan produktivitas kerja.

Bagaimana dengan di Amerika Serikat? Perusahaan Casper di New York bahkan membangun tiga kamar mungil. Selain itu, perusahaan seperti Google, Time Warner, dan Ben & Jerry’s menyediakan “kapsul tidur” untuk karyawan yang kurang tidur.

Soalnya pentingnya tidur siang disampaikan oleh Prof Richard Horner, Dr Brian Murray, dan Dr Charles Morindi dari Kanada.

Menurut Dr Michael Breus dari Valley Sleep Center di Arizona, perusahaan wajib memastikan karyawannya cukup tidur. Dr Jennifer Turgiss, co-authored dari Virgin Pulse Institute (Virgin Group) juga menyerukan hal senada.


Tapi, janganlah tidur siang lama-lama. Penelitian dari Leiden University, Belanda, menemukan, mereka yang tidur siang lebih dari satu jam sehari, berpotensi untuk mengalami gangguan metabolisme. Nah, ini kebiasaan buruk kita, ya nggak sobat? karena kalau sudah tidur siang, bangun-bangun bisa pas ashar. ^ ^

Jadi mesti ada pengingatnya, agar tidur siang kita nggak kebablasan dan menjadi sebuah kebiasaan yang nggak baik untuk tubuh kita sendiri. Bukannya tidur siang meningkatkan produtivitas kerja tapi malah mengurangi produktivitas. Karena segala yang berlebihan itu nggak baik.

Mulai sekarang kita harus merutinkan tidur siang dengan durasi 15-20 menit. Kenapa? Nabi Muhammad juga melakukan ini. Namanya qailulah. Sekarang, tak sedikit perusahaan di negara-negara maju menerapkan hal yang sama.

So, bangsa yang ono udah melakukan tidur siang, masa kita yang mengaku pengikut Rasulullah SAW malah kita nggak mengikuti kebiasaannya. Ya nggak sobat? mulai sekarang coba ya untuk tidur siang..




  
Pustaka : Telegram Ippho Santosa
Oleh Yogi Permana 
Terima kasih ya telah menyempatkan waktu untuk membaca Tidur Siang Meningkatkan Produktivitas Kerja, tapi Kurang Diperhatikan.
Doa kami, Semoga rezeki berlimpah untuk sobat semua hari ini. Aamiin
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar