Skip to main content

Cobalah Berlatih untuk Berlapang Dada dari setiap Perkataan Orang lain, Bisa Jadi itu Nasehat

Kamu masih merasa paling benar? Cobalah berlatih untuk berlapang dada




Cobalah Berlatih untuk Berlapang Dada dari setiap Perkataan Orang lain, Bisa Jadi itu Nasehat
kentsterling.com

Atmosterku.com - Kita sering sekali merasa paling benar, sehingga sering juga mengabaikan nasehat orang lain, Bahkan kita merendahkan orang yang memberi nasehat. Padahal nasehat-nasehat tersebut ada benarnya untuk kebaikan kita sendiri. Efek dari merasa paling benar dalam diri akan menjauhkan dari rasa peka terhadap nasehat-nasehat kecil disekitar, yang seharusnya dari nasehatnya kecil tersebut kita bisa mendapatkan pembelajaran yang lebih, ilmu untuk bekal kita sendiri.

Kita juga sering sekali merasa sudah berilmu, sehingga menyepelekan orang lain, dan menganggap jahil orang lain sehingga tak pantas memberi nasehat, kita yang paling benar. Taunya saja terkadang hanya dari simbah google, bukan dari para ahlinya. Sudah bergaya sok tau tanpa mengerti substansinya dan juga belum pernah menerapkannya.

Merasa sudah mengetahui ilmunya, apalagi  ilmu mengenai agama, bisa membuat kita merasa paling berakhlak, sehingga kita menganggap orang lain tak menggunakan Akhlak dalam menasehati, merasa disudutkan dan dijatuhkan. Meskipun sudah berkali-kali mengikuti kajian-kajian islam, sekolah islam, jurusan kuliah islam, bukan berarti kita terus menutup nasehat orang lain. Cobalah berlatih untuk berlapang dada menerima nasehat orang lain.

( Silahkan Baca : Bagaimana Menyikapi Masalah yang lebih Rumit ketika Kita Naik Level ? )

Bukankah banyak yang demikian? terlihat mengikuti kajian, ketika melakukan kesalahan, kita mendebatnya seakan kita yang benar. Sering membaca buku-buku agama, kemudian kita mendebat orang lain di sosial media dengan seenaknya.

Pernah nggak sih ? Kita bercermin atas nasehat orang lain atau belajar dari hinaan dan cacian mereka.

Barangkali kita memang salah
Barangkali kita memang kurang
Barangkali kita memang telah keliru
Dan memang kita perlu seharusnya selalu berbenah

Tapi kebanyakan dari kita merasa tersinggung lebih dulu, merasa dizhalimi dan dipojokkan. Kita lebih dulu merasa sakit hati atas ucapan orang lain, dan berusaha menolak keras nasehat. Bahasa ngehitsnya kita itu terlalu Baperan. Jauh dari yang namanya berlapang dada.

Kita memilih menutup hati pada setiap hinaan atau nasehat serta selalu berusaha membenarkan diri, padahal barangkali kita perlu ditampar dengan keras agar kita bisa menjadi lebih baik lagi.

Kita senang menasehati tapi enggan menerima nasehat, iya atau ya?

Kita lebih memilih meninggikan ego didalam hati, dibanding merendahkan hati, Betul atau betul?

Tahukah kita ?
Saat kita lebih merasa sakit atas perlakuan manusia apalagi merasa terpojokkan ketika diberi nasehat, Itu suatu tanda bahwa hubungan kita dengan Allah itu jauh

Kita terlalu risau dengan penilaian orang lain, tak mau dianggap buruk ataupun cacat. Toh, kalau orang lain menampar kita dengan segala tindak laku kita yang salah, itu untuk meluruskan kita dalam kebaikan. Bukan memojokkan? inget ya, bukan memojokkan.

( Silahkan Baca : Cara untuk Mengatasi Rasa Takut yang Berlebihan ala Mark Zuckerberg

Saat kita menerima tamparan keras atas tindakan kita, selanjutnya dengan berani kita menjadi buruk dan cacat dihadapanNya untuk bersimpuh dan memohon ampunan. Jika menutup nasehat, bagaimana kita akan bersimpuh dihadapanNya.

Cobalah berlatih untuk berlapang dada dan menerima setiap nasehat, hinaan, cemooh, bahkan mungkin fitnah dari mereka. Jika kita yang benar, serahkan semua pada Allah, dan tetep berusaha menjaga segala tindakan baik kita. Karena inshaaAllah, itu akan menghapus semua stigma negatif dalam pikiran orang lain.

Jika kita benar, biarkan dianggap buruk manusia, sedikitpun tak mengurangi penilaian dihadapanNya. Jadikan anggapan buruk orang lain sebuah pembelajaran agar kita lebih baik lag, agar kita bisa lebih mendekat lagi sama Yang Kuasa.

Jadikan setiap perkataan buruk tentangmu, Untuk semakin menyemangatimu dalam perbaikan.

  
Oleh Nadhillah Gayvani 
Doa kami, Semoga rezeki berlimpah untuk sobat semua hari ini. Aamiin
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar