Bagaimana Menyikapi Masalah yang lebih Rumit ketika Kita Naik Level ?

shares |

Masalah akan selalu muncul dalam kehidupan manusia



Bagaimana Menyikapi Masalah yang lebih Rumit ketika Kita Naik Level ?
SuaraJakarta.co

Atmosterku.com | Bagaimana Menyikapi Masalah yang lebih Rumit ketika Kita Naik Level ?  - Setiap dari kita pasti ingin bisa 'naik level'. Ada tantangan baru yang bakal ditemui, itu berarti akan menambah pengalaman dan ilmu. Namun, sebagian dari kita hanya melihat gengsinya saja, dari kata 'naik level', gengsinya tinggi. Seakan-akan kesuksesan dan pendapatan juga akan lebih mudah untuk didapatkan.

Padahal tetep sama saja, bukan pendapatan dan penghasilan yang mudah didapatkan. Tetapi malah masalah-masalah akan semakin rumit ketika kita naik level. Dan cara menyikapi masalah yang lebih rumit masih belum paham. Efeknya pun banyak, ada yang kolaps, ada yang sakit, ada yang sampai gila. Itulah jika efek naik level yang terkadang nggak kita cegah dari awal, dengan belajar ilmunya terlebih dahulu perihal 'naik level'.

Sepertinya sudah menjadi semacam kebiasaan, ketika 'naik level' gengsi yang malah makin meninggi. Bukannya kerendahan hati yang makin matang. Dengan kondisi demikian bagaimana kita bisa menyikapi masalah yang lebih rumit ketika naik level?

Yang sekarang mahasiswa, pengen jadi sarjana. Ketika sudah menjadi sarjana, apa semua sudah merdeka? belum! mencari pekerjaan semakin susah, karena diri dilabeli sarjana dan inginnya mendapatkan pekerjaan yang bonafit. Padahal saat kuliah saja suka bolos, ujian nyontek, kuliah nggak pernah nyatet cuma mem-foto copy catatan temen.


Yang sekarang nganggur, pengen jadi karyawan. Saat menjadi karyawan apa semuanya akan menjadi plonk? nggak juga. Kalau kita telisik lebih dalam, masalah yang datang adalah kebosanan dan ketidaknyamanan. Memang sih, ketidaknyamanan bisa berasal dari attitude kita sendiri. Semua sudah ada resikonya, plus minusnya. Banyak tuh yang pengangguran dapat kerja, baru beberapa bulan terus keluar, alasannya nggak nyaman, gajinya sedikit dan lainnya.

Yang sekarang staf, pengen jadi supervisor atau manajer. Apa dengan menjadi supervisor atau manager akan lebih membuat kita tenang? nggak juga. Spv atau manager, akan megatur banyak individu yang sifat dan sikapnya berbeda. Kita baik pada satu individu, individu lain akan ngiri dan bisa memusuhi. Belum lagi dengan urusan target perusahaan yang semakin membengkak.

Yang sekarang entrepreneur, pengen jadi miliarder. Wuaaaa....jadi miliarder siapa sih yang nggak mau? ya nggak sih. Namun apakah ketenangan akan didapatkan? nggak juga. Jadi entrepreneur pun rumit, mesti banyak ilmu yang meti dipelajari. Setelah jadi miliarder pun demikian, jika sekitar kita masih nol, malah jadi bahan pertanyaan buat si miliarder. Akan menimbulkan prasangka-prasangka. Masalah akan semakin kompleks.

Yang sekarang jomblo, pengen? Pengen nangis, hehehe... 

Nah, begitu kita naik level, kadar masalah pun bertambah. Betul apa betul? Masalah yang dihadapi seorang manajer tentulah lebih rumit daripada masalah yang dihadapi seorang staf. Staf hanya akan belajar cara menyikapi masalah yang lebih rumit dari seorang manager.


Masalah yang dihadapi seorang gubernur tentulah lebih rumit daripada masalah yang dihadapi seorang walikota. Mana mungkin berkurang? Dengan kata lain, bertambahnya kadar masalah itu wajar.

Terus, gimana kalau ternyata nggak ada solusinya, nggak ada jalan keluarnya? bagaimana menyikapi masalah yang lebih rumit? Sebelum dijawab, silakan teman-teman baca dulu analogi-analogi berikut ini.

Mungkinkah guru memberikan ujian tanpa menyiapkan jawabannya?

Mungkinkah guru memberikan ujian tanpa mempersiapkan muridnya?

Mungkinkah guru memberikan ujian melebihi kemampuan muridnya?

Mungkinkah guru memberikan ujian dengan niat menyusahkan muridnya?

ITU NGGAK MUNGKIN!!.

Kalau guru saja sedemikian baik terhadap muridnya, apalagi Allah terhadap hamba-Nya. Jalan keluar pasti ada, insya Allah. Manusia pasti mampu, insya Allah. Berbesar hatilah saat menghadapi #masalah.


Masalah itu bukan musuh, tapi sebuah pembelajaran agar kita menjadi pribadi yang lebih hebat. Kualitas kita lebih naik lagi. Kalau bisa menyikapi masalah yang lebih rumit dan melewatinya, Allah akan lebih percaya pada kita. Jadi, bukan nggak mungkin kalau Rezeki kita juga semakin menanjak. Allah pun sudah menjanjikan 8 Macam rezeki.

Namun inget! ketika bisa menyelesaikan masalah bukan berarti kita terus takabur dengan menganggap diri hebat. Itu malah akan menambah berat masalah kita. Tapi, bersyukurlah karena Allah membantu meringankan masalah kita. Dengan bersyukur tanda kita tak mendustakan NikmatNya.
 
Sebenarnya, masalah itu membuat kita semakin matang, semakin tangguh, semakin tawakal, semakin kreatif, dan naik derajat. 

Jadi bersyukur dan berbesar hatilah dalam menyikapi masalah yang lebih rumit ketika kita naik level. Maka, tetaplah dan terus berbesar hati. Siap?

  
Pustaka : WA Ippho Santosa
Terima kasih ya telah menyempatkan waktu untuk membaca  Bagaimana Menyikapi Masalah yang lebih Rumit ketika Kita Naik Level ?
Doa kami, Semoga rezeki berlimpah untuk temen-temen semua hari ini. Aamiin

Artikel Lainnya

Related Posts

0 komentar:

Post a Comment