Mengemis Jaman Now

Mengemis Jaman Now

Mengemis Jaman Now
Ilustrasi
Mengemis Jaman Now - Dalam aturan agama Islam, kita dilarang untuk mengemis, atau meminta-minta. Karena anjuran terbaiknya adalah agar tangan selalu berada diatas. Bersedekah, itu anjurannya. Namun karena terdesak kebutuhan ekonomi yang semakin besar. Akhirnya beberapa orang memmilih untuk menyimpang, yakni dengan mengemis, bahkan mengemis mengatasnamakan agama. Cara mengemi jaman now masih mengikuti kaedah mengemis jaman old.

Aturan sekarangpun sudah melarang untuk memberikan uang kepada pengemis disepanjang lalu lintas. Petugas penertiban pun sudah beberapa kali menangkap pengemis dijalanan. Trik mereka macem-macem, ada yang kaki buntung, badan korengan, bawa anak, dan lain sebagainya.

Mungkin karena sempat juga diberitakan bahwa seorang pengemis ditangkap beserta uang hasil mengemis senilai puluhan juta rupiah, makanya banyak yang termotivasi untuk mengemis karena pendapatannya begitu menggiurkan.

Okelah, itu buat mereka yang begitu tedesak ekonominya sehingga memilih jalan untuk mengemis. Namun, ternyata sebagian dari kita yang berkecukupan ekonomi pun masih suka mengemis, tapi kita tidak menyadarinya.

Silahkan Baca : Tanda-Tanda kalau Kamu termasuk dalam Kategori Orang-Orang yang Tulus


Ini yang bahaya, bahkan sudah seperti menjadi adat yang membudaya bagi kita. Tidak menyadari kalau sedang mengemis. Coba pikirkan ya, apa pernah meminta hal seperti berikut ini. Bisa jadi ini mengemis jaman now.

"Traktir doonk....."

"Beliin minum yaak...."

"Tapi Bayarin yaa.."

"Jangan lupa beliin Oleh-Olehnya yaa..."

"Minta rokoknya yaa...."

Dan seterusnya. Pernah kan? yang sering tuh ya kalau ada temen yang bepergian, tak jarang terucap "oleh-olehnya mana?", antara meminta-minta atau memalak secara kekeluargaan yaa. Hehehehe....

Memang sih, pasti akan timbul pro dan kontra akan maksud mengemis jaman now. Hal ini semata-mata hanya untuk memotivasi, jika terus demikian takutnya mindset kita jadi mindset meminta-minta.

Kata mas Ippho, "tidak bermental kaya". Kata-kata seperti itu nggak dirasa bisa menjadi kebiasaan ternyata. Malah bisa menjadi doktrin, ketika diajak temannya langsung tesirat pikiran kemudian diteruskan dengan pernyataan-pernyatan diatas. Hehehe

Kalau dilakukan tidak setiap saat sih tidak apa-apa, tapi kalau tiap-tiap pergi sama temen atau ngumpul sama temen statemen bayarin traktir dan sejenisnya selalu tercetus itu sih kebangetan namanya. Hayo coba share ke temen kamu yang kaya gitu? hehe..

Silahkan Baca :  Dunia adalah Perjalanan menuju Nikmat Terdahsyat Kaum Muslimin

Kalau masih sekali, masih sekedar minta saja, tapi kalau sudah sering dilakukan apa jadinya tidak minta-minta? nah lhoh, opini yang liar tho..




Kalau sudah minta-minta tidak ada bedanya juga kan sama pengemis yang sering kejaring satpol PP? cuma gayanya aja yang lebih elegan, mengaku teman, tapi jadi parasit. Kejam banget ilustrasinya.

Dan yang paling parah adalah mengemis cinta, meminta-minta pada seorang wanita yang sudah berkali-kali menolak. Akh, itu kan namanya perjuangan mendapatkan cinta, gitu ya? kalau emang perjuangan, temui walinya dan seriusi dia dengan menyediakan mahar dan mengucapkan akad. Itu yang namanya Cinta.

Kalau boleh mengutip statement dari Pak Tung Dasem Waringin, beliau berkata, "Jangan pernah bertahan mengenis, jika kamu punya kekuatan untuk menghasilkan". 

Hati-hati ya terjebak dengan cara mengemis jaman now yang tak kasat mata. ^ ^

Silahkan Baca :   Baik Buruknya Perbuatan Manusia tergantung dari Niat Didalam Hati


  
Doa kami, Semoga rezeki berlimpah untuk sobat semua hari ini. Aamiin
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments