Skip to main content

Resensi Buku : Mengolah Rasa Menggapai Asa, Obat Generasi Masa Kini

Buku yang Isinya bisa menjadi Obat untuk Generasi Masa Kini, Mengolah Rasa Menggapai Asa

Resensi Buku : Mengolah Rasa Menggapai Asa, Obat Generasi Masa Kini
Buku Mengolah Rasa Menggapai Asa karya Asrida Juliana


Judul buku         : Mengolah Rasa Menggapai Asa
Jumlah halaman 
: 144 halaman
Penulis              : Asrida Juliana
Penerbit  : Quanta (PT Elex Media Komputindo)
Editor  : Quanta (PT Elex Media Komputindo)
Desain Cover  : Quanta (PT Elex Media Komputindo)
Layout  : Quanta (PT Elex Media Komputindo)
Tahun Terbit  : Cetakan ke 1, September 2017
ISBN  : 978-602-04-4609-7
Harga  : Rp 52.800,-

Atmosferku.com - Naskah sahabat-sahabat saya di komunitas PKW (Pengusaha Kampus Writepreneur) sudah pada diterima penerbit dan bertebaran dibeberapa toko buku. Rata-rata masuk di Toko buku ternama, yakni Kompas Gramedia. Siapa sih yang karyanya tidak mau mejeng di Gramedia? 

Salah satunya adalah Buku "Mengolah Rasa Menggapai Asa", buku ini merupakan karya dari seorang Inspirator Muslimah, Asrida Juliana namanya, yang saat ini masih menjadi Mahasiswa semester akhir di Kampus UIN Jakarta.

Mengenai penulisnya, kebetulan saya mengenalnya saat mencoba ikut kopdar untuk bedah buku, yang ternyata berlokasi di rumahnya. Bawaannya kalem, sopan, seperti dengan gaya bahasa dalam Buku Mengolah Rasa Menggapai Asa. Bahasa tulisannya enak serta ringan pas membacanya.

Belum lagi, sang penulis juga sering mengisi seminar-seminar Motivasi yang bertema islami. Pokoknya pas banget untuk para remaja agar tidak terjatuh dalam gelapnya pergaulan bebas yang siap menebas iman mereka. Jadi, sangat tepat dengan bukunya yang terbit di akhir tahun 2017 tersebut.

GENRE BUKU

Buku Mengolah Rasa Menggapai Asa merupakan buku nonfiksi bergenre Motivasi Islam. Dalam buku ini bersumber dari keresahan hati sang penulis, yang kemudian menuangkan hikmah dengan cara yang sederhana dengan harapan bisa menjadi awal perubahan menuju perbaikan diri dan hati.

Silahkan Baca : Resensi Buku From Baper To Super, Buku yang Isinya Tidak akan Expired Ditelan Jaman


Buku Mengolah Rasa Menggapai Asa terdiri atas beragam tema yang bersatu menjadi rangkaian obat hati untuk para generasi muda yang sedang mencari jati diri. 

SASARAN PEMBACA

Buku Mengolah Rasa Menggapai asa ini sangat tepat untuk generasi-generasi muda, agar bisa terarah hidupnya. Bagaimana memilih pergaulan yang benar, bisa menjaga diri terutama yang wanita. Bisa menjaga diri dari segala tipu muslihat laki-laki yang hanya ingin menghisap madunya. Tanpa ada rasa pertanggung jawaban. 

Banyak kalimat-kalimat yang inspiratif didalamnya, yang mampu menggugah rasa kemudian diolah menjadi semangat untuk bertahan dalam kebaikan. Materi-materi yang disajikan pun sangat tepat dengan fenomena-fenomena yang terjadi pada remaja saat ini. Kalau bahasa yang lebih bonafit ya, segmentasinya pas banget.

Buku ini juga sangat cocok buat para pembaca sebagai bahan untuk mengisi kajian, atau sebagai bahan motivasi bagi guru-guru untuk memupuk siswa-siswinya terutama siswinya. Karena buku Mengolah Rasa Menggapai Asa ini juga bisa menjadi bahan mengajar, tentang fenomena pergaulan remaja saat ini beserta modusnya.

TEMA

Setiap buku mempunyai taglinenya masing-masing untuk menjadi ciri khasnya, nah buku ini pun memiliki tagline yakni "Obat Generasi Masa Kini". Memang, sangat tepat, pas juga dengan tema-tema remaja yang mempunyai permasalah hati. 

Saat membaca buku ini seperti merasa apa yang pernah dirasakan, "iya ya, seperti yang saya alamin". Jadi ini buku ko bisa kaya saya banget. Akhirnya masuk dan menikmati setiap kata yang tertulis seperti apa yang ada di dalam buku. 

Ketika sudah berada dihalaman terakhir, tiba-tiba bisa terdiam. Merenungi sejenak, membayangkan apa yang tertuang di dalam buku. Ternyata yang selama ini dilakukan masih membelok jauh dari yang hakiki.

KELEBIHAN

Buku yang ditulis oleh Asrida Juliana ini menyajikan pokok bahasan dengan tema yang kekinian, bahasanya juga ringan serta mudah untuk dimengerti. Ada sebanyak 36 Subbab yang semuanya disajikan dengan enak, tanpa bahasa yang terlalu nyastra kalau menurut saya. Enak dibaca, dan itu bahasa yang digunakan dalam keseharian.

Buku Mengolah Rasa Menggapai Asa juga menjadi buku yang bergenre islami, terlebih untuk para muslimah. Jadi dalam buku ini berisi beberapa tema seperti Fenomena status palsu, feomena gagal move on, Fenomena Jomblo, Fenomena PHP, Fenomena Galau dan Baper, Adaptasi setelah patah hati, Lebih Indah dari Bidadari, serta pokok bahasan lainnya yang sesuai kondisi saat ini. 

KELEMAHAN

Sebenarnya untuk kelemahan tidak ada, cuma sekedar saran saja. Bukan cuma untuk buku Mengolah Rasa Menggapai Asa saja sih, namun untuk semua penulis ya. Bahwa saat ini mata orang lebih melirik yang secara visual. Bukunya tidak cuma berisi tulisan doang, tapi ada gambarnya untuk memperoleh visualnya (gambar).

Mata akan cepat lelah kalau yang dilihatnya selalu huruf dan huruf, makanya didalam buku sebaiknya dikasih ilustrasi-ilustrasi yang menggambarkan isi dari pokok bahasan dalam buku tersebut. Karena mata akan refresh ketika melihat foto atau gambar yang unik, pembacapun tidak cepat bosan saat membaca bukunya.

KESIMPULAN 
 

Kesimpulannya, buku ini recommended untuk dibaca karena syarat akan makna dan manfaat, agar tetap mampu menjaga diri dari fenomena-fenomen kekinian pergaulan saat ini. Menguatkan hati supaya tidak cepat galau serta dikit-dikit baperan. Cocok sebagai bahan bacaan untuk anak-anak usia SMP, SMA, dan Kuliah yang sedang rawan-rawannya tersusupi budaya barat pengikis iman.

Cocok juga untuk dijadikan hadiah untuk sahabat atau keluarga yang sedang berjuang dalam keistiqomahan hijrah. Sehingga, hatinya akan tetap kuat, karena Buku ini adalah makanan penambah energi untuk mereka yang ingin kosisten dalam hijrah dan menjaga diri dari hati yang merana.

Nah, saya tertarik dengan sebuah subbab di halaman 113, yakni Tiga Ciri Ketulusan Laki-Laki. Kenapa saya tertarik? karena hampir semua subbab menyasar pada wanita, agar menjadi wanita yang kuat dalam menjaga Iman.

Resensi Buku : Mengolah Rasa Menggapai Asa, Obat Generasi Masa Kini
antzcreator.com
Dalam bahasan buku Mengolah Rasa Menggapai Asa yang sekitar 4 halaman ini, menjelaskan tentang banyak modus operandi yang dilakukan oleh laki-laki untuk bisa menyentuh hati seorang wanita. Seperti apa kata bang Ari Lasso, "Sentuhlah dia tepat dihatinya, semua kan jadi milikmu selamanya...". Kalau cuma sampai itu, ya berarti si laki-laki hanya mengutamakan syahwat. Kalau emang benar benar untuk melindungi pasti dengan akad, berarti "sentuhlah dengan setulus cinta..". Hehehe...

Silahkan Baca : Review Buku Panah-Panah Cinta


Tiga ciri laki-laki yang tulus dalam buku Mengolah Rasa Menggapai Asa seperti berikut ini.

1. Mampu Menjaga dan Melindungi Wanita.

Bisa dipastikan, laki-laki yang tulus akan mengamalkan surah An Nur ayat 30. Ia akan menjaga pandangan dan kemaluannya terhadap wanita yang bukan haknya. Itu berarti tidak menjalankan modus operandi untuk melunakkan hatinya 

2. Dia akan berusaha untuk membahagiakan wanita Dunia dan Akherat.

Laki-laki yang selalu bertekad untuk mencari nafkah dengan jalan yang Allah ridhai, untuk membahagiakan wanita setelah janji suci diikrarkan. Sebab bahagia sejati hanya ada didalam ikatan suci pernikahan saja. Bahkan bukan hanya bahagia dunia tetapi berbekas pahala untuk bekal ke syurha-Nya.

3. Laki-laki yang tulus akan mendorong untuk menjadi wanita yang sukses Dunia dan Akhirat.

Sukses yang dimaksud bukan hanya untuk duniawi saja, melainkan kesuksesan untuk menjadi wanita yang indahnya melebihi bidadari. Sukses dalam memperoleh kebahagiaan yang hakiki. Sehingga ia akan mendorong untuk menjadi pribadi yang tangguh dan bertanggung jawab.

Tentunya, tiga ciri laki-laki yang tulus tersebut tidak akan bisa didapatkan melalui jalan pacaran. Jadi, pastikan untuk berhenti mencari ketulusan dari seorang laki-laki yang mengajak wanita untuk bermaksiat kepada Allah. Apalagi sampai bilang, "aku pengen punya pacar yang tulus mencintaiku". Hatsyaaaahhhh...... 

Pesan yang disampaikan dalam setiap bait tulisan Mbak Asrida Juliana ini memang tepat sasaran, dan poin-poinnya juga pas sebagai sebuah saran serta motivasi untuk mejadi pribadi yang kebaikannya terus menanjak. Terus istiqomah, dengan cara mengetahui segala ujian dan godaan bagi wanita di era kebebasan berekspresi. 



Mengutip sebuah ayat Al Qur'an yang jelas sudah diingatkan untuk para wanita, agar kesuciannya tetap terjaga. 


"Katakanlah kepada wanita yang beriman : Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara lelaki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan, dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung". (QS An Nur : 31)




  

Doa kami, Semoga rezeki berlimpah untuk sobat semua hari ini. Aamiin
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar