--> Skip to main content

Dua Waktu Tidur yang Dibenci Allah

Dua Waktu Tidur yang Dibenci Allah

Dua Waktu Tidur yang Dibenci Allah - Tidur emang enak, karena melupakan segala keluh kesah. Terus juga merehatkan badan yang capek dengan segala aktifitas yang berat. Bahkan setelah makan saja, enaknya terus tidur, meskipun itu salah.

Dalam ilmu pengetahuan, kurang tidur bisa menyebabkan kerusakan pada organ pencernaan dan organ lainnya. Kebanyakan tidur-pun sama, tidak-lah bagus. Minimal tidur adalah 6 jam, dengan dilanjutkan tidur pada siang hari, tapi juga sebentar saja. Kalau lama ya mengurangi waktu produktifmu.

Ada waktu-waktu dimana sebaiknya kamu tidak tidur, karena waktu-waktu tersebut begitu Allah benci. Masa iya, yang tidak Allah sukai, masih kamu lakukan?

Pasti timbul pertanyaan, waktunya kapan saja itu? setidaknya agar tidak tidur di dua waktu yang tidak Allah sukai. Dua waktu tersebut adalah

Silahkan Baca : Kerugian dari Internet yang harus Kamu Sadari

1. Tidur di Pagi Hari Setelah Shalat Shubuh 

Dari Sakhr bin Wadi’ah Al-Ghamidi radliyallaahu ‘anhu bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

”Ya Allah, berkahilah bagi ummatku pada pagi harinya” (HR. Abu dawud 3/517, Ibnu Majah 2/752, Ath-Thayalisi halaman 175, dan Ibnu Hibban 7/122 dengan sanad shahih).

Ibnul-Qayyim telah berkata tentang keutamaan awal hari dan makruhnya menyia-nyiakan waktu dengan tidur, dimana beliau berkata : “Termasuk hal yang makruh bagi mereka – yaitu orang shalig – adalah

Tidur antara shalat shubuh dengan terbitnya matahari, karena waktu itu adalah waktu yang sangat berharga sekali. Terdapat kebiasaan yang menarik dan agung sekali mengenai pemanfaatan waktu tersebut dari orang-orang shalih, sampai-sampai walaupun mereka berjalan sepanjang malam mereka tidak toleransi untuk istirahat pada waktu tersebut hingga matahari terbit.

Karena ia adalah awal hari dan sekaligus sebagai kuncinya. Ia merupakan waktu turunnya rizki, adanya pembagian, turunnya keberkahan, dan darinya hari itu bergulir dan mengembalikan segala kejadian hari itu atas kejadian saat yang mahal tersebut. Maka seyogyanya tidurnya pada saat seperti itu seperti tidurnya orang yang terpaksa” (Madaarijus-Saalikiin 1/459).

2. Tidur Sebelum Shalat Isya’

Diriwayatkan dari Abu Barzah radlyallaahu ‘anhu : ”Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam membenci tidur sebelum shalat isya’ dan mengobrol setelahnya” (HR. Bukhari 568 dan Muslim 647).

Mayoritas hadits-hadits Nabi menerangkan makruhnya tidur sebelum shalat isya’. Oleh sebab itu At-Tirmidzi (1/314) mengatakan : “Mayoritas ahli ilmu menyatakan makruh hukumnya tidur sebelum shalat isya’ dan mengobrol setelahnya. Dan sebagian ulama’ lainnya memberi keringanan dalam masalah ini. Abdullah bin Mubarak mengatakan : “Kebanyakan hadits-hadits Nabi melarangnya, sebagian ulama membolehkan tidur sebelum shalat isya’ khusus di bulan Ramadlan saja”.

Silahkan Baca :  Inilah Maksud Dibalik Menu Ketupat saat Hari Raya Idul Fitri

Al-Hafidh Ibnu Hajar berkata dalam Fathul-Baari (2/49) : “Di antara para ulama melihat adanya keringanan (yaitu) mengecualikan bila ada orang yang akan membangunkannya untuk shalat, atau diketahui dari kebiasaannya bahwa tidurnya tidak sampai melewatkan waktu shalat. Pendapat ini juga tepat, karena kita katakan bahwa alasan larangan tersebut adalah kekhawatiran terlewatnya waktu shalat”.

Semoga artikel Dua Waktu Tidur yang Dibenci Allah ini bermanfaat



  
Pustaka :
remajaislampos.wordpress.
Doa kami, Semoga rezeki berlimpah untuk sobat semua hari ini. Aamiin
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar