Oh Negriku! Kini Benderaku Tak Sewibawa Dulu
Oh Negriku! Kini Benderaku Tak Sewibawa Dulu

Oh Negriku! Kini Benderaku Tak Sewibawa Dulu

kondisi saat ini beda, rakyat seperti dijajah oleh para pejabat berdasi yang hanya mengeruk uang dan harta sebagai pemuas dirinya. Langsung saja simak puisi berikut ini.

Oh Negriku! Kini Benderaku Tak Sewibawa Dulu

Oh Negriku! Kini Benderaku Tak Sewibawa Dulu - Sebuah puisi yang dituliskan dari rasa, ketika melihat kondisi Negri tercinta saat ini yang sudah mulai tak seimbang. Dimana yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin memberi kekayaan buat yang kaya. Sedangkan para pemangku jabatan yang dipilih rakyatnya tapi tak malah menindih rakyatnya tersebut.

Dimana perjuangan dan Pengorbanan Jiwa Pahlawanku dulu, berteman dengan yang namanya perang, dan terkadang mereka memberikan nyawa untuk membayarnya. Demi siapa coba? Demi Negri ini agar bisa dinikmati oleh anak cucu.

Akan tetapi, kondisi saat ini beda, rakyat seperti dijajah oleh para pejabat berdasi yang hanya mengeruk uang dan harta sebagai pemuas dirinya. Langsung saja simak puisi berikut ini.


Negriku!
Dibalik mentari aku menyapa pagi
Menatap suasana Alam Raya ini
Indah nan merona
Penuh gadis bangsa pejuang masa depan Bangsa

Mana ada Negri seindah negriku?
Negri yang penuh dengan keramahan
Negriku yang telah merdeka
Dalam balutan perjuangan


Negriku!
Dikala Merdeka
Aku ingat derita para pahlawan
Berteman dengan perang dan terbayar oleh nyawa
Negriku
Benderaku melayang tinggi
Diujung sana merah putih berkibar
Mengagumi jasa para Pahlawan

Negriku
Kini benderaku tak sewibawa dulu
Garuda yang gagah
Serta sayapnya yang indah 
Kini tergantikan oleh mereka
Para pejabat berdasi


Mobil nan mewah
Rumah nan megah
Serta harta yang berlimpah
Sedangkan dulu?
Pejuangku hanya pengendara sepeda
Berumah kardus
Dan berharta keluarga

Dulu Negriku makmur sejahtera
Negriku indah dan penuh keadilan
Tapi kini?
Negriku dijajah tikus-tikus kotor (Koruptor)
Berdasi yang haus akan harta dan kuasa


Kasihan Negriku
Bumi Pertiwi benar-benar berduka
Mencoba mencari celah keadilan
Tapi apa?

Mereka tak menghiraukan
Tiap tangis dan air mata yang bicara
Mereka acuh dan tak ingin tau 

  

Oleh Dianti Faturrohmah
Jangan Lupa Tersenyum

Your Reactions:

Admin
Saya seorang pemuda yang hobby Fotografi, Nulis, Ngeblog dan penikmat kopi juga teh anget dicampur dengan Gula Semut, gula sehat dari Nira Kelapa yang aman dikonsumsi.