Alasan Kenapa kamu harus Melupakan Passionmu, Mungkin nggak Ideal tapi Semoga bisa Mensolusikan

shares |

Lupakan Passionmu atau terus ikuti Passionmu, semua tergantung kondisi


Alasan Kenapa kamu harus Melupakan Passionmu, Mungkin nggak Ideal tapi Semoga bisa Mensolusikan
Starupbisnis.com




Atmosferku.com | Alasan Kenapa kamu harus Melupakan Passionmu, Mungkin nggak Ideal tapi Semoga bisa Mensolusikan

Melakukan sesuatu yang kita suka, tanpa memperhatikan untung rugi bahkan ketika melakukannya bisa sampai lupa dengan hal lain, semua itu bisa disebut sebagai Passion. Kata orang, "bekerjalah sesuai dengan apa yang kamu suka, sesuai dengan passionmu!".

Saat melakukan sesuatu yang sesuai dengan passion,maka kita nggak akan merasa terbebani apalagi tertekan. Rasanya itu enjoy, dan tetep happy.

Begitulah, asyiknya melakukan sesuatu sesuai dengan passion kita, namun terkadang beberapa dari kita malah seperti mundur kemampuannya, meskipun sudah sesuai passionnya. Kenapa bisa begitu?

Jika kamu mengalami masa seperti itu, berarti sudah saatnya kamu untuk melupakan passionmu! menjadi sebuah alasan kenapa kamu harus melupakan Passionmu.

( Silahkan Baca : Cara untuk Mengatasi Rasa Takut yang Berlebihan ala Mark Zuckerberg

"Lho kok ngomong gitu? Bukannya selama ini ngomong 'follow your passion'? Kenapa nih?"

Idealnya sih begitu, follow your passion. Namun saat kamu kurang yakin, kamu mesti tahu alasan kenapa kamu harus melupakan Passionmu. Simak baik-baik berikut ini.

Sesuai passion itu bagus tapi, bagaimana kalau ternyata passion-mu nggak seimbang dengan kemampuanmu? kamu suka menyanyi, misalnya. Tapi menurut orang-orang, suara kamu dan skill menyanyi kamu biasa-biasa saja. Bahkan terdengar buruk. Apa iya terus-menerus dipaksakan? Sampai kapan?

Belum lagi kalau rupanya passion-mu nggak match dengan keadaan dan keinginan pasar. Misal kamu suka melukis, misalnya. Atau suka siaran. Perusahaan mana yang mau merekrut? Terbatas tho? Cermati deh skill-skill yang benar-benar dibutuhkan perusahaan. Mau jadi entrepreneur dengan melukis? Dengan siaran? Hm, sepertinya kamu harus berpikir ulang deh. Bisa jadi ini alasan kenapa kamu harus melupakan Passionmu.

Jangan pula kita asyik bergonta-ganti pekerjaan atau bergonta-ganti produk, hanya karena kamu merasa bidang saat ini tidak terlalu sesuai dengan passion. Ingat, waktu terus berlalu. Umur bertambah, tanggungan bertambah. Keluarga gimana? Hm, ada baiknya kamu mencoba pekerjaan yang tidak sesuai passion dan berusaha pelan-pelan mencintainya.

Terus, kegiatan yang kamu anggap sesuai dengan passion (menyanyi, melukis, siaran dll), kamu jadikan sebagai pekerjaan sampingan atau kesibukan sampingan. Yah anggap saja wadah refreshing. Seru juga. Ketika weekend, kamu menyanyi. Ketika cuti, kamu melukis. Tetap happy tho?

( Silahkan Baca : Nasehat untuk yang Mengalami Bangkrut atau Kolaps, selalu Berbaik Sangkalah )

Terkadang juga, yang dianggap passion sebenarnya hanya sebatas ikut-ikutan yang lagi nge-Hits. Awalnya kita cuma pengen tau tentang fotografi, kemudian masuk komunitas fotografi. Karena orang-orangnya asyik dan penghasilan dari fotografi gede-gede, kamu ikutan, kemudian kamu merasa itu passion kita. Padahal, tiap memfoto sesuatu hasilnya biasa-biasa saja, punya kamera cuma buat ngeksis dan selfie doank. Apa iya itu yang dinamain Passion? Kalau kaya gini bisa jadi alasan kenapa kamu harus melupakan Passionmu. 

Kejadian lain nih. Misal saat ini Anda menggeluti bidang peternakan dan kamu merasa ini bidang bukan passion kamu. Terus, terlintas di pikiran, kamu mau meninggalkan bidang ini. Hmm, mungkin Anda berpikir begitu kalau hasilnya masih receh. Coba bayangkan kalau ternyata hasilnya Rp250juta sebulan. Apa iya mau ditinggalkan begitu saja hanya karena 'nggak passion'?

Tulisan ini sengaja saya buat untuk kamu-kamu yang tengah 'bertanya-tanya soal passion'. Mungkin tidak ideal, tapi semoga mensolusikan

Gimana menurut temen-temen semua? setuju atau setuju banget?  



 

Pustaka : WA Ippho Santosa
Doa kami, Semoga rezeki berlimpah untuk sobat semua hari ini. Aamiin

Artikel Lainnya

Related Posts

0 komentar:

Post a Comment