Skip to main content

3D Yang Membahayakan Manusia

Sebuah artikel dari atmosferku.blogspot.com yang dilansir dari kutipan tulisan mas Ippho Santosa yang saya sadur, berjudul 3D Yang Membahayakan Manusia. Semoga bermanfaat, sehingga membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik.


3D Yang Membahayakan Manusia
Pict From Google

Dalam keseharian kita, tak jarang aktifitas yang dilakukan mengharuskan untuk bersinggungan dengan orang lain. Baik itu kegiatan sosial, bermain, maupun dalam bekerja. Aktifitas tersebut pun tak jarang membuat kita seperti merasa punya pesaing, atau orang lain menganggap kita ada pesaingnya. Perkara tersebut yang melahirkan perasaan tidak baik dalam hati, dan ketika perasaan itu terus tumbuh tidak terkontrol, si empunya yang akan rugi.

Adalah 3D yang bisa menghalangi rezeki dan menutupi potensi. Bahkan juga bisa merusak kesehatan. Ya, merusak kesehatan. Apa saja 3D itu? Dengki, Dongkol, Dendam. 

Mari kita bahas satu persatu dengan singkat, agar kita senantiasa diberi kekuatan dan pengetahuan untuk mengontrol hati.
  • Dengki
    Merupakan sikap atau perasaan yang tidak senang dengan orang lain yang mendapat kebaikan seperti keberuntungan, kebahagiaan, kenikmatan, serta karunia dari Allah SWT. Perkara perasaan negatif seperti ini dapat terjadi saat bersinggungan dengan orang lain, yang kemudian menjadi sebuah masalah. Menjadi sebuah persaingan yang tidak sehat dan ingin lebih dai orang lain dengan cara saling menjatuhkan.
    Dan sering kali sikap dengki terjadi karena apa yang kita inginkan malah didapatkan oleh orang lain, dan kemudian berusaha untuk mendapatkan kembali walaupun dengan cara menjelekkan. Dengki menjadi perilaku atau sikap yang harus kita jauhi, karena sikap ini berasal dari sikap takabur dan sombong, merupakan sikap yang tidak disukai Allah. Karena itulah Rasulullah saw., mewanti-wanti kita,
    Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah saw bersabda : "jauhkanlah dirimu dari sifat hasad karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan, ibarat api yang membakar kayu" (H.R. Abu Daud).
  • Dongkol
    Merupakan perasaan kesal yang terpendam di dalam hati, memendam rasa, seperti sebuah penyesalan yang mendalam atau emosi yang dipendam di dasar hati. Sebagian dari kita pasti pernah merasakan rasa ini, hampir mirip dengan dengki, tetapi tidak sampai keluar ke permukaan seperti memfitnah atau menjatuhkan orang lain dengan menghasud. Hanya dipendam, dipendam, dan dipendam.
    Sering terjadi karena kita gagal dalam mengerjakan sesuatu misal kurang satu tahap lagi tapi kita gagal. Akhirnya ngrasa gini gitu didalam hati. "Kenapa kemaren tidak begini begitu biar tak gagal?" atau "aku nyesel ketemu orang itu, penipu, pendusta". Dongkol, terjadi tidak hanya ketika bersinggungan dengan orang lain tapi bisa saat lagi sendirian. Ketika sakit lama, kita pun akan merasakan dongkol, kenapa tidak sembuh-sembuh! Dongkol yang menyebabkan kita menjadi lama sembuh.
    Sikap ini harus dilawan dengan rasa sabar, syukur dan ikhlas. Karena dengan ketiganya, kita akan menjadi orang yang legowo menerima apapun lillahi ta'ala.
  • Dendam
    Setelah tahu 2D diatas yakni Dengki dan Dongkol, sekarang kita akan tahu D yang terakhir agar menjadi 3D yakni Dendam. Apa itu Dendam? pasti sebagian dari kita juga pernah merasakan rasa ini, itu sangt manusiawi dan bahkan yang membaca tulisan saya ini sedang punya dendam? hehehe... Akh maaf saya sok teu. ^ ^
    Jika memang iya, segera pelan-pelan hapus itu dendam. Karena, sungguh hanya akan membuatmu rugi. Dendam sendiri memiliki arti rasa marah yang terus dipelihara dan berkesinambungan serta bagi orang yang punya rasa ini akan menghanguskan pahala dan kesengsaraan dan ketidaktentraman hidup akan selalu dirasakan. Ketika sudah mulai marah dan dimasukkan dalam hati, berarti ia sudah mulai memelihara amarah menjadi dendam dengan sedikit demi sedikit memasukan hal-hal negatif ke dalam hatinya (rasa benci, rasa marah, dan muak pada seseorang).
    Menurut Imam Al Ghazali, "Ketahuilah kemarahan itu apabila tetap meluap-luap karena memang tidak dapat melenyapkannya seketika, maka ia masuk kedalam hati dan terus bergejolak dalam hati, sehingga akhirnya menjadi dendam".
    Bila rasa marah sudah menjelma menjadi dendam dan berkobar, akan sangat sulit untuk dipadamkan meskipun orang lain ikut membantu memadamkan. Jika telah menjadi dendam, tak hanya emosi yang melupa dari daalam tetapi akan menimbulkan rasa ingin membalas perlakuan orang lain. Nah, membalas ini yang nantinya menjadi berbahaya. Bisa terjadi yang namanya menghilangkan nyawa sesorang, sebegitu ngerinya dendam. Buktinya banyak di televisi memberitakan pembunuhan yang berawal dari dendam.
    Orang yang paling dibenci Allah ialah orang yang menaruh dendam kesumat (bertengkar).” (HR. Muslim) - See more at: http://pelajaranpai.blogspot.co.id/2013/03/menghindari-perilaku-tercela-dendam-dan.html#sthash.sCXLLnqi.dpuf
    Rasulullah saw,. telang mengingatkan kita bahwa “Orang yang paling dibenci Allah ialah orang yang menaruh dendam kesumat (bertengkar).” (HR. Muslim). Selain itu, Rasulu saw,. pun telah menjadi teladan yang baik untuk bersikap. Yakni menjadi pribadi yang pemaaf, karena Allah tidak menghendaki umat-umatnya menjadi pendendam melainkan menjadi pemaaf. Seperti halnya yang dicontohkan Rasulullah saw,. sesuai dengan firman Allah :
    “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit  dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imron: 133-134).
    Orang yang paling dibenci Allah ialah orang yang menaruh dendam kesumat (bertengkar).” (HR. Muslim) - See more at: http://pelajaranpai.blogspot.co.id/2013/03/menghindari-perilaku-tercela-dendam-dan.html#sthash.sCXLLnqi.dpuf
    Orang yang paling dibenci Allah ialah orang yang menaruh dendam kesumat (bertengkar).” (HR. Muslim) - See more at: http://pelajaranpai.blogspot.co.id/2013/03/menghindari-perilaku-tercela-dendam-dan.html#sthash.sCXLLnqi.dpuf
Sebaliknya, lapang hati dan memaafkan, seperti dilansir Mayo Clinic dan Telegraph, terbukti menyehatkan. Manfaatnya, antara lain, terhindar dari penyakit tekanan darah tinggi. Benarkah sampai seperti itu? Ya, benar.
Para peneliti dari University of California, San Diego, menemukan bahwa orang-orang yang mampu mengelola amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain, cenderung lebih rendah risikonya mengalami lonjakan tekanan darah.
Sekiranya kita sadar bahwa dendam itu berdampak buruk terhadap rezeki dan kesehatan kita, tentulah kita akan membuang jauh-jauh sikap negatif ini. Kita pun semakin berhati-hati karena dendam ternyata juga memberangus alias membuat hangus amal-amal. #Ngeri.

Kesimpulannya, kalau lapang hati, akan lapang rezeki. Kalau sempit hati, akan sempit rezeki. Pilih mana? Saya yakin Anda akan menjatuhkan pilihan pada sikap yang memberdayakan masa depan Anda.

Demikianlah artikel technology dari atmosferku.blogspot.com tentang 3D Yang Membahayakan Manusia Anda menyukai dan juga bermanfaat untuk yang lain informasi ini, mohon share dengan memberikan like, twit atau berkomentar di bawah ini sehingga bisa menjadi referensi bagi sahabat semua di jejaring sosial Anda. Terima kasih.   
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar