Skip to main content

Kuliner Pecel Ponorogo Yang Menggoda

Atmosferku.com - Langit yang cerah tiba-tiba menunjukkan kesedihannya, berubah menjadi kelabu, kemudian menghitam pekat. Saya pun bergegas mencari tempat peraduan untuk berteduh, karena perkiraan akan turun hujan deras. Menyusuri jalan Kusumanegara, Yogyakarta sampai akhirnya melihat papan bertuliskan "Pecel Ponorogo". Rasa penasaran pun menghinggapi jiwa yang fana ini, karena tahunya tentang Ponorogo ya dengan Reognya itu. Tanpa berpikir panjang, langsung saya belokan stank motor memasuki Gang Kerto. Tepat di rumah No 8, Warung Pecel Ponorogo berdiri. Warung yang terlihat sederhana, dengan menggunakan bambu-bambu seperti warung-warung lain yang sudah banyak menjamur di Yogyakarta. Warung ini juga tidak terlalu luas. Tapi tempatnya cukup nyaman, karena tidak berada di tepi jalan utama. Karena bagi saya, tempat makan yang enak dan sehat adalah tempat makan yang jauh dari asap kendaraan.

Saya pun memilih duduk dikursi yang terbuat dari bambu sehingga ketika duduk ada suara yang tak asing, engkrek..engkrek.. suara bambu yang meregang karena menahan beban. Suara yang mengingatkan pada suasana desa. 

Tak lama berselang, salah seorang karyawannya datang menghampiri memberikan daftar-daftar menu di warung Pecel Ponorogo. Dilihat-lihat, harga menu disini cukup bersahabat dengan kantong pelajar. Menu Pecel Ponorogo lah dari awal menjadi daya tarik saya, karena begitu penasaran seperti apa rasanya. Pecel Ponorogo bisa ditambah dengan ikan teri yang dikeringkan atau dengan ikan nila kecil-kecil yang dikeringkan. Ikan Nila menjadi pilihan saya, karena lagi-lagi penasaran, ikan nila di dalam menu makanan pecel? tak lupa juga memesan minuman, teh rosela. Sahabat atmosferku.com sudah tahu kan teh rosela? rasanya yang agak asam gitu tapi memiliki manfaat buat tubuh yang banyak. Disini tidak akan dijelaskan seperti apa teh rosela jadi silahkan googling saja di yahoo dengan kata kunci teh rosela, banyak tuh penjelasannya.

Menu makanan yang dipesan tadi pun datang bersama dengan segelas teh rosela. Hijau sayurannya sudah memanggil-manggil dari jauh. Semakin dekat, si pecel semakin menggoda tuh...

Kuliner  Pecel Ponorogo Yang Menggoda
Photo Oleh Yogi Permana

Tuh lihat, menggoda banget tho..
Itu belum di zoom gambarnya. Nah, saya harap sahabat atmosferku.com segera untuk mencari tisu. Karena photo-photo berikutnya akan lebih menggoda bibir sahabat semua untuk mengecap, juga membuat kerongkongan berkontraksi dengan air ludah, dalam bahasa gaulnya bikin sahabat semua nelen ludah. Sudah siap dengan godaannya?? Kuatkan Imanmu ya kisanak..hehehehehe...

Pertama melihatnya seperti pecel pada umumnya, yang membedakan hanya pada bumbunya. Selain itu Pecel Ponorogo ini ini juga ada tambahannya berupa peyek dan ikan nila kering yang berukuran kecil-kecil. Namun, peyeknya itu lho yang terasa gimana gitu. Soalnya peyek itu termasuk makanan orang desa yang bikin ketagihan. Kriyuk.. kriyuk.. renyah rasanya. Ikan Nila maupun teri yang kering juga memberi sensasi yang berbeda pada hidangan lezaat nan menyehatkan ini. Dijamin, bibir dan lidah bakal kompak, tak mau berhenti merasakan enaknya Pecel Ponorogo. Sekali lagi saya ingatkan, bahwa photo-photo selanjutnya akan membuat perut sahabat semua semakin berkontraksi. hehehe...

Kuliner  Pecel Ponorogo Yang Menggoda
Photo Oleh Yogi Permana

Kacang panjang berwarna hijau yang dimasak dengan baik, sehingga ketika gigi atas dan gigi bawah mulai untuk menggigit si kacang. Hmm, empuk, renyah, pas sekali matangnya. Digigit pun menimbulkan kesan gimana gitu. Belum lagi tauge-nya yang mengerumuni nasi atau lontong dengan kudapan bumbu kacang yang meleleh melumuri dan nyuamiiiks. 

Kuliner  Pecel Ponorogo Yang Menggoda
Photo Oleh Yogi Permana
Bumbu kacang pada Pecel Ponorogo sebenarnya tidak berbeda jauh dengan bumbu pecel-pecel dari daerah lain, menggunakan rempah-rempah serta kacang yang digoreng kemudian ditumbuk halus bersama rempah-rempahnya. Namun, yang membedakan bumbunya tersebut adalah pada daun jeruk limaunya, yang membuat cita rasa Pecel Ponorogo lebih mantap. 

Lelehan bumbu kacangnya terasa banget ketika sedang dikunyah dan masuk melewati kerongkongan saat ditelan. Begitu pas komposisinya, sebuah kerjasama yang apik antara kacang panjang, tauge, daun bayam, daun turi, mentimun yang dipotong kecil-kecil. Kalau suka, bisa ditambahkan petai cina yang akan menambah sensasi rasanya. 

Kuliner  Pecel Ponorogo Yang Menggoda
Photo Oleh Yogi Permana

Nah, ini yang menjadi sasaran utama saya, ketika tahu ada tambahan lauk berupa Peyek Kedelai. Makanan yang saya sukai dari dulu. Sederhana banget, namun begitu merakyat. Tanpa peyek atau kerupuk tuh, makan terasa ada yang kurang. Bayangkan, makan pecel dengan lauk peyek? belum pernah kan? mesti seringnya pakai kerupuk atau tahu bacem dan tempe/ tempe bacem. Peyeknya juga sangat renyah, makan satu saja rasanya kurang. Bahaya ini peyek.... 

Kuliner  Pecel Ponorogo Yang Menggoda
Photo Oleh Yogi Permana
Ada rasa tersendiri disetiap sendoknya, jadi nikmati, kunyah lah pelan-pelan agar bisa merasakan rasa yang bener-bener berasa. Disini, sepiring Pecel Ponorogo akan terasa begitu cepat habis. Mungkin karena rasanya yang melekat dilidah. So, nikmatilah dengan seksama. Tapi jangan lupa berdoa dulu sebelum makan, biar apa yang masuk dalam perut menjadi penuh dengan berkah dan rahmat dari Allah. 

Warung makan Pecel Ponorogo ini buka setiap hari senen-selasa, mulai dari pukul 06.00 sampai dengan pukul 16.00 WIB. Satu porsi seharga Rp 12.000 sudah sama minumnya. Jam-jam sarapan dan makan siang menjadi jam yang ramai di Warung ini. Jika sahabat atmosferku.com tahu artis Didi Nini Towok, Beliau merupakan salah satu pelanggan yang sering makan di Warung Pecel Ponorogo ini.

Yogyakarta memang luar biasa, selain menyajikan wisatanya yang menakjubkan seperti ada Gunung Api Nglanggeran, Embung Nglanggeran, Keraton Yogyakarta, Malioboro, dan masih banyak yang lainnya. Yogyakarta juga menyajikan wisata kuliner yang bermacam-macam dari berbagai daerah. Menurut saya, keliling Yogyakarta saja mungkin sama saja keliling Indonesia. Penduduknya tinggal sudah dari berbagai daerah, semuanya ada. Itulah kenapa Yogyakarta mempunyai slogan "Jogja Istimewa" ada juga slogan " Yogyakarta is City Of Tolerance" serta yang terasa banget yakni "Jogja Berhati Nyaman".

Maaf jika setelah membaca tulisan ini terjadi demo besar-besaran di perut anda, jika itu terjadi, bukan tanggung jawab saya.


Oleh Yogi Permana | IG: @permanaglobal  | Twitter: @permanaglobal

 

Demikianlah artikel dari atmosferku.com mengenai Kuliner  Pecel Ponorogo Yang Menggoda Semoga dapat menambah pengetahuan tentang wisata di Indonesia dan Kebumen pada khususnya. Jika Anda menyukai informasi ini, mohon share dengan memberikan like, twit atau bekomentar di bawah ini sehingga bisa menjadi referensi bagi teman jejaring sosial Anda. Terima kasih.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar