Skip to main content

'KENAPA SEKOLAH TINGGI JIKA CUMA JADI IBU RT?', INI JAWABAN LUAR BIASA SEORANG PEREMPUAN

Atmosferku.com - Ini cerita beberapa waktu lalu, ketika saya datang diujian skripsi seorang teman sebut saja Adit. Teman saya kuliah di UGM, kebetulan saya diajak untuk datang menemani ia. Setidak membantu agar ia terasa lebih tenang jika ada yang menemaninya ujian skripsi. Maklumlah, ia termasuk dalam golongan angkatan tua, jadi sudah sedikit teman-teman yang bisa menemani. Saat saya datang, ia sedang duduk was was sendirian, tengok kanan kiri dengan resah dan gelisah menanti disana. Hehehe... 

'KENAPA SEKOLAH TINGGI JIKA CUMA JADI IBU RT?', INI JAWABAN LUAR BIASA SEORANG PEREMPUAN
Ilustrasi from Google

Kedatangan saya dan 1 orang temannya langsung membuat wajahnya sumringah. Tiba-tiba ia bersuara, "akhirnya datang juga kalian, aku deg degan banget nih". Kemudian kita pun ngobrol santai agar mengurangi rasa dag dig dug-nya, dan itu benar. Dengan ngobrol, ia terlihat lebih tenang meski sesekali melihat ke arah ruang ujian. Lagi asyiknya ngobrol, tiba-tiba datanglah seorang perempuan berhijab anggun. Hijabnya lebar, jalannya tenang, dengan muka yang bersinar. Sebut saja Fatimah. Pokoknya adem ngliatnya. Astaghfirullah..

(BACA JUGA : MASHAA ALLAH, DOKTER BERCADAR INI BERI PELAYANAN 24 JAM)

Fatimah merupakan salah satu temannya Adit yang masih di Jogja. Usut punya usut ternyata Fatimah mempunyai bisnis warung makan yang dibangun patungan bersama temannya. Itulah yang menjadikan ia masih di Jogja. Tidak lama setelah Fatimah datang, Adit masuk untuk memulai ujian skripsi, kita bertiga (saya, Fatimah, dan 1 lagi seorang laki-laki) ngobrol bertiga diluar sambil menunggu Adit selesai ujian. 

Kebiasaan saya yang sering menyapa duluan, bertanya penasaran. Saya bertanya sama Fatimah mengenai kenapa ia masih di Jogja, dengan berusaha menebaknya kalau Fatimah sekolah lagi S2. Alhamdulillah jawaban saya bener. Fatimah lolos dalam seleksi masuk S2 di UGM. Namun entah kenapa saya pengen bertanya sesuatu yang aneh. Pertanyaannya adalah "Mba Fat, kenapa Mba sekolah tinggi-tinggi kalau akhirnya jadi Ibu Rumah Tangga?", marah-marah atau tidak marah saya pengen menanyakan itu, bukan melecehkan perempuan melainkan penasaran dengan jawaban seorang perempuan yang sekolah sampai S2. Tapi mba Fatimah hanya tersenyum dengan lembutnya. Memperlihatkan sosoknya yang mempunyai sifat tenang dan sabar. Jadi, ia tahu harus bagaimana bersikap pada orang lain.

(BACA JUGA : CERITA SEORANG BAPAK DI DALAM KERETA API YANG BEGITU MENGINSPIRASI)

Saya sempat berpikir, jika kuliah S2 tuh tujuannya kalau biar dapat kerjaan yang bergaji tinggi serta prestisius ya mendapatkan peluang menjadi seorang Dosen. Pikir saya demikian, tetapi saya salah menilainya. Ternyata jawaban Fatimah berbeda dengan kebanyakan orang.

Ternyata pikiran saya salah. Saat saya melanjutkan bertanya, "Kuliah S2 pasti mau jadi Dosen ya?". Dia hanya tersenyum. Dengan wajah tanpa amarah, dan tanpa adanya merasa tersudutkan.

Kemudian Fatimah menjawab, "aku kuliah S2, buat anakku nanti..".  Buat anak? Maksudnya gimana itu, saya pun menjadi kepo, ingin tahu alasannya ko buat anak. Kemudian ia melanjutkan jawabannya. 

(BACA JUGA : BEGITU INSPIRATIFNYA, KISAH SEORANG MUSLIMAH YANG TAK LELAH MEMBERI NASEHAT PADA SAHABATNYA)

"iya,,aku kuliah S2 untuk mendidik anakku nanti. Aku ingin mendidiknya tanpa meninggalkannya karena bekerja. Ilmu S2, untuk membekalinya dalam hal pengetahuan secara luas. Cara berpikir yang baik, itu dari pengetahuan", Ungkap Fatimah dengan lembut

"Nah kalau ilmu agama, aku ingin bersama-sama dengan ayahnya nanti untuk mengajarinya", lanjutnya dengan senyum tersipu sambil menundukan kepala. Saya hanya bisa berkata dalam hati *MasyaAllah, disaat yg lain berpikir kerja, untuk karir yang hebat. Ini malah sudah berpikir untuk anak. 

(BACA JUGA : CERITA DARI SEORANG BAPAK YANG TERSADAR DARI PERANGKAP RIBA)

Ini menjadi salah satu jawaban yang bisa meruntuhkan statement "buat apa perempuan sekolah, jika endingnya jadi ibu rumah tangga?". Seorang Ibu memang menjadi orang primer bagi anaknya, karena kecerdasan emosional akan mempengaruhi tumbuh kembangnya si anak. Jika seorang Ibu memiliki cara berpikir yang baik dan luas, anak pun akan mengikutinya. Dan kolaborasi yang apik dengan Ayahnya dalam mengajari pengetahuan spiritual akan menjadikan si anak lebih cerdas dengan hati. Cerdas dengan adanya Keimanan.  
Oleh Yogi Permana | IG: @permanaglobal  | Twitter: @permanaglobal

Demikianlah artikel dari atmosferku.com tentang 'KENAPA SEKOLAH TINGGI JIKA CUMA JADI IBU RT?', INI JAWABAN LUAR BIASA SEORANG PEREMPUAN. Jika Anda menyukai dan bermanfaat untuk yang lain artikel ini, mohon share dengan memberikan like, twit atau berkomentar di bawah ini sehingga bisa menjadi referensi bagi sahabat semua di jejaring sosial Anda.  Terima kasih
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar