Skip to main content

ILMU LEBIH BAIK DARI HARTA, ILMU AKAN MENJAGAMU

Ilustrasi from Google
Atmosferku.com - Saat aku duduk bersama seorang anak, dia menceritkan hal unik padaku. 

"kak aku punya kawan ya, dia adalah anak dari orang yang kaya raya katanya, tiap kita bermain bersamanya dia slalu memamerkan aset kekayaanya kak". 

Hatiku tersentuh saat mendengar cerita itu, ini menarik kataku. Lalu aku tersenyum dan seraya berkata "dik, ilmu itu lebih baik dari harta, ilmu akan menjagamu, sedangkan harta, engkau yang akan menjaganya. Ilmu adalah hakim sedangkan harta yang dihakimi. Para pemilik harta akan mati, sedangkan para pemilik ilmu akan tetap di kenang. Jasad mereka tiada, akan tetapi kepribadian mereka akan senantiasa di kenang dalam hati,dik". 

(BACA JUGA : Tolong, Jadikan Aku Yang Kedua)

anak kecil itu terseyum dan berkata "nasehat Ali bin Abi Thalib kan ka ?", Ak hanya menjawab, "kamu lebih pandai dari temanmu, sayang. Semua ini titipan dan akan di ambil oleh-Nya, kapanpun itu". 

Dari penggalan obrolan di atas dapat kita cermati bahwa dalam dunia ini akan selalu ada manusia yang tamak, yang sombong, yang riya. Namun bukan berarti Yang Maha Kuasa tidak adil, bukan berarti Yang Maha Kuasa ingin menimbulkan sikap iri dan dengki. Bukan karena Yang Maha Kuasa ingin menimbulkan kesenjangan sosial.

BACA JUGA




Namun, Yang Maha Kuasa ingin kita belajar memahami, ingin kita belajar mengerti, dan ingin kita menjadi golongan orang yang berpikir tentang KuasaNya. Ada banyak ayat yang menganjurkan kita berpikir. Kenapa? karena berpikir bukan perkara yang mudah. Bukan perkara yang gampang. Tapi bukan pula perkara yang mustahil, sebab Sang Pencipta telah memberikan begitu banyak reseptor dalam tubuh untuk membantu kemampuan berpikir kita, untuk membantu pikiran dalam menanggapi berbagai rangsangan. Baik itu rangsangan yang bermanfaat bagi tubuh maupun rangsangan yang tak bermanfaat bagi tubuh.

Dan hati menjadi satu dari banyak reseptor yang mampu merasakan rangsangan dari luar. Bagaimana merasakan iri, marah, dengki. Namun, jika tak mampu dikendalikan oleh otak dengan daya pikirnya. Maka merugilah kita, itu lah kenapa Allah menyukai golongan orang-orang yang berpikir atas PenciptaanNya. So, jika ada rangsangan, pikirkan, semua itu dari dan akan kembali padaNya. Maka rasa tenang dalam hati, rileks pikiran, akan selalu kita temukan dimana saja dan kapan saja apapun kondisinya. 

(BACA JUGA : Wah... Ternyata Enak Jadi Orang Yang Kejam)

Iri, dengki, memang bisa hadir diwaktu kapan saja. Namun bukan berarti kita harus mempersilahkannya dengan bebas? bukan!!. Setiap apa yang kita lihat baik maupun buruk yang ada dalam diri seorang sahabat kita, jadikan itu sebagai media pembelajaran. Bukan malah iri melihat sahabat kita yang tenar, terkenal, kaya, banyak yang suka. Bukan itu tujuannya. Bukan pula untuk memusuhi harta. Maha Adilnya Allah, perkara tersebut menjadikan kita bertambah ilmunya. Ketika ada rasa Iri, dengki dengan sahabat, maka carilah ilmu untuk menangkalnya bukan untuk mengembangbiakannya. Misal dengan tanya ke Ustadz, baca Al qur'an, banyak-banyak puasa sunnah, sholat dhuha dan tahajud, banyak bersyukur dan banyakin rasa sabar sampai datang kematian atau menenangkan diri dengan ilmu-ilmu psikologi maupun ilmu ketenangan jiwa kaya yoga dan menyepi.

Sebaik-baik ilmu adalah untuk diamalkan. Jika kita sudah bisa meng-aplikasikannya, tinggal kita menyebarkannya pada orang lain. Untuk memutus mata rantai rasa iri dan kedengkian. Ilmu yang dipelajari, harus kita tularkan, ajarkan pada orang lain agar manfaatnya bisa meluas.



Demikianlah artikel dari atmosferku.com tentang ILMU LEBIH BAIK DARI HARTA, ILMU AKAN MENJAGAMU. Jika Anda menyukai dan bermanfaat untuk yang lain artikel ini, mohon share dengan memberikan like, twit atau berkomentar di bawah ini sehingga bisa menjadi referensi bagi sahabat semua di jejaring sosial Anda.  Terima kasih
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar