Skip to main content

Cukup 2 Minggu Proses Ta'aruf Gadis Belia Ini, Dari Kenal sampai Lamaran

Ilustrasi dari film ayat-ayat cinta

Atmosferku.com -  Ta'aruf, siapa sih muslim yang tidak mengenal istilah ta'aruf? Beberapa artikel mengenai ta'aruf sudah sempat saya tuliskan juga, seperti Ta'aruf Hanya Sebuah Cerita, dan Kisah Tentang Ta'aruf. Silahkan dibaca untuk menambah keyakinan diri bahwa Ta'aruf itu lebih baik dan lebih di ridhoi dari pacaran. Seperti kisah yang akan saya ceritakan berikut ini, tentang seorang perempuan dan laki-laki yang hanya membutuhkan waktu 2 minggu untuk mengenal dan kemudian berani memutuskan menikah. Padahal, temen saya yang perempuan tersebut tergolong masih muda belia. MashaaAllah.. semoga kisah yang ada didalam tulisan ini bisa bermanfaat untuk para sahabat atmosferku.com. Silahkan membacanya dengan lapang dan hati yang tenang.

Sebut saja si perempuan dengan nama Nia (menjaga privasi). Saya mengenalnya ketika pergi ke pantai beramai-ramai. Memang sih saya tidak begitu mengenal, tapi dari tingkah dan perilakunya dia memegang teguh proses hijrahnya. Singkat cerita, ketika lulus dari Madrasah Aliyah, Nia memutuskan untuk bekerja merantau disebuah kota di Pulau Jawa bagian Barat. Ia bekerja disebuah toko.

Beberapa bulan kemudian, mendapat kabar bahwa Nia akan menikah, ada rasa penasaran yang timbul, dan sebuah pertanyaan "secepat itukah?". Namun, kemudian Nia menceritakan kenapa Ia menikah secepat itu. Nia menikah dengan lelaki yang baru ia kenal 1 minggu. Jatuh cinta pada pandangan pertama? Mashaa Allah, satu minggu perkenalan, 2 minggu ta'aruf dan akhir bulan dia menikah. MashaaAllah. Indahnya cinta tanpa pacaran.


Saya sampai speechless saat mendengar cerita bahwa keluarga, terutama Ibunya melarang ia menikah muda, Tetapi dengan tegas ia menjawab "Mah ini ladang pahala, menikah itu pahala kenapa harus di tolak?". Sungguh mulianya islam menjaga cinta, hingga tak ada pacaran sebelum menikah.

#indonesiabisatanpapacaran

Awalnya, Disebuah Toko, saat itu Nia berada di toko Baby Shop. Lelaki yang sekarang sudah jadi suaminya tersebut melihat Nia untuk pertama kalinya gegara seorang anak kecil, anaknya pemilik toko sebelah (apotik) yang deket sama Nia. Nah, kebetulan waktu itu si Lelaki nemenin anak pemilik apotik berbelanja di Toko Baby Shop. Ketika akan pulang, anak tersebut bilang "mba Nia aku jalan dulu yaa dadahh" (anak tersebut melambaikan tangan Nia juga) nah disitulah dia melihat Nia.

Seiring waktu berjalan, Ibu pemilik apotik bilang ke Nia bahwa dia pengen mengenalkan saudaranya pada Nia. kalau lelaki yang bersama anaknya itu adalah saudaranya dan ingin berkenalan dengan Nia. Saat itu hanya bilang iya sama Ibu tersebut.

Selang beberapa hari kemudian, lelaki tersebut datang lagi bersama temannya, mengantarkan barang. Dan Ibu pemilik Apotik memberi tahu Nia lewat sms, jika saudaranya tersebut datang. Waktu itu Nia mengatakan pada saya, kalau dia mengacuhkan pesan sms Ibu pemilik apotik. Si Lelaki hanya menitipkan nomor pada Ibu pemilik apotik dan nitip salam buat Nia. Kata Nia pas dikasih nomer hp si lelaki, "aku gak mau ya sms duluan, masa cewek sms duluan". Hahahaa... tapi memang benar sikapnya, karena jika perempuan yang duluan, terlihat agresif dan genit.


Namun, si Lelaki yang sms duluan, memperkenalkan diri. Sampailah pada percakapan yang serius, dia bertanya tentang ta'aruf dan berniat ingin main ke rumah Nia ketemu keluarganya. Nia pun mempersilahkan, tanpa ada Nia yang ikut menemani. Si Lelaki datang ke rumah Nia tanpa Nia ada dirumah, hanya ada Ibu, Bapak, dan kakak Nia.

Si Lelaki pun memperkenalkan dirinya dihadapan keluarga Nia, dan kata serius yang dia ungkapkan dihadapan keluarganya adalah "InshaaAllah saya dan dek Nia ada kecocokan Pak, Bu, Mas. InshaaAllah jika Bapak, Ibu dan Mas mengijinkan, merestui hubungan ta'aruf saya dengan dek Nia, InshaaAllah minggu depan saya dan keluarga mau datang kesini lagi untuk melamar dek Nia".

Tibalah hari ahad (minggu depannya seperti kata si lelaki) tepatnya jam 16.00, alhamdulillah dengan bismillah dengan izin Allah Nia menerima si lelaki. MashaaAllah...

Prosesnya, kenal pada tanggal 28 Agustus, dia ketemu orang tua tanggal 12 September, Lamaran 19 September dan Nikah tanggal 30 Oktober 2016. Cukup singkat bukan, namun bukan singkatnya tersebut tapi keyakinan Nia karena sebuah ibadah. Keyakinan yang tidak pudar meskipun pada saat itu ditentang oleh keluarganya. Bagaimana tidak ditentang, Nia masih belia baru lulus SMA belum genap setahun. Pastilah akan ada 1001 pertanyaan yang datang, baik dari keluarga maupun dari tetangga.

- Kamu masih kecil-lah Nia, belum tahu apa-apa
- Blum mengenal dia (si Lelaki), emangnya dia orang baik?
- Kerja dulu ngumpulin uang yang banyak
- Membahagiakan orang tua dulu
- dan banyak pertanyaan lainnya....

Nia terus dicerca pertanyaan-pertanyaan diatas, seperti ibunya yang terus melarang karena terlalu dini memutuskan untuk menikah, dia pun memberikan jawabannya yang membuat orang tuanya merestui, "kenapa ketika ada orang yang mengajak ibadah, kita malah menolaknya. Mah ini ladang pahala, menikah itu pahala kenapa harus di tolak?", Kemudian dia juga memberikan jawaban yang tenang ketika ditanya tentang kerja terlebih dahulu mencari rezeki. Dia menjawab, "Nikah kan juga mendatangkan rezeki". Keyakinannya membuatnya terus maju pada niatnya untuk beribadah dengan menikah.

Nia menceritakan, bahwa tadinya keluarga tidak setuju karena terlalu cepat, kalau masalah hubungan dekat tidak ada masalah. Tapi kan niatnya untuk beribadah bukan untuk senang-senang mencurahkan nafsu. Karena jika dibiarkan berhubungan tanpa ada ikatan jelas, hanya menimbulkan dosa, itu yang bisa mengotori proses Hijrah yang sudah Nia lakukan. 


Nia juga mengatakan, kenapa dia bisa langsung merasa yakin dan cocok? karena Allah lah dia begitu, dengan tidak lupa dia terus berdoa terus menerus sama Allah dengan pilihannya. Karena tidak ada restu Allah, tidak mungkin bisa sampai pada pernikahan. Apalagi niat si lelaki adalah mengajak untuk beribadah.

Keterbukaan dengan keluarganya juga menjadi kunci prosesnya menjadi lancar. Karena sebelumnya, ketika Nia mau dikenalkan sama Ibu pemilik apotik dengan lelaki tersebut, Nia juga menceritakan semuanya sama keluarganya.
MashaaAllah, lagi-lagi ketika keyakinan pada Allah sudah kuat dalam hati, Allah akan melancarakan segala sesuatunya. 

Silahkan Baca




Oleh Yogi Permana | IG: @permanaglobal  | Twitter: @permanaglobal

Demikianlah artikel Inspirasi dari atmosferku.com Berjudul Cukup 2 Minggu Proses Ta'aruf Gadis Belia Ini, Dari Kenal sampai Lamaran. Jika Anda menyukai dan bermanfaat untuk yang lain artikel ini, mohon SHARE YAA dan jangan lupa untuk like, twit atau berkomentar di bawah ini sehingga bisa menjadi referensi bagi sahabat semua di jejaring sosial Anda.
Mari menjadi pahlawan penyebar kebaikan dengan men-SHARE artikel Ini. Semoga rezeki berlimpah untuk sahabat yang sudah menjadi pahlawan penyebar kebaikan. Aamiin
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar