Skip to main content

Akh... Kencing Sembarangan Aja, Tidak Ada Yang Larang

Akh... Kencing Sembarangan Aja, Tidak Ada Yang Larang
Ilustrasi Kencing Sembarangan                                                dari Google

Atmosferku.com - Kencing sembarangan yaa, hayoo siapa yang pernah? biasanya yang sering bepergian jauh, atau yang sering kerjanya dilapangan. Kaya sopir, marketing, surveyor, dan sejenisnya. Dan saya terkadang sering menjumpai di area kota Yogyakarta para sopir angkot atau truk yang kencing dipinggir jalan, apalagi ada tuh dikomplek MM UGM, saya sering menjumpai entah itu pedagang atau tukang ojek, saya kurang begitu paham. Mereka sering kencing dipinggir jalan, padahal kan bisa ke Masjid atau toilet di Kampus. Namun memilih di jalan, dan lucunya lagi ada rambu "Dilarang Kencing Disini" tapi malah kencing diarea rambu tersebut. Alangkah lucunya negeri ini... ^ ^

Pastinya bukan ditempat yang saya lihat tersebut, tapi dibanyak tempat kota lain ada oknum-oknum orang yang melegalkan kencing disembarang tempat. Meskipun ada rambu-rambunya ataupun bukan tempat untuk kencing yang semestinya. Kaya sering tuh dilampu lalin, sopir truk keluar pas lampu merah, kemudian kencing disamping pintu Truk. Padahal banyak orang yang lagi ngantri lampu merah. Kenapa ya bisa demikian? apa yang salah dengan perilaku tersebut, saya tetep berusaha berpikir positif, mungkin ia sudah begitu kebelet, jika ditahan 5 detik lagi bisa nyembur. Hehehee... (maaf)


Kembali lagi, ini soal daya pikir orang. Ketika kita dikaruniai akal tapi kurang dimaksimalkan. Padahal Allah saja sudah sering menyindir, agar pikiran kita digunakan secara benar. Banyak tuh ayat-ayatNya yang tertulis ".....untuk kaum yang berpikir". Nah, begitu pula tentang kencing sembarangan. Jelas, hal tersebut sudah dilarang dalam agama. Bahkan dari perilaku tersebut bisa menyebabkan kita masuk ke dalam Nekara. Naudzubillah...

Mungkin lagi-lagi anggapan, "akh...kencing sembarangan aja, toh tidak ada yang larang, itu rambu cuma tulisan doang, dibuat untuk dilanggar". Hehehehe.... 
Cuma tulisan, dianggap tidak mempunyai power. Cuma sekedar tulisan, hanya sebuah teori belaka. 

Sepertinya, demikianlah yang terjadi di-era sekarang ini. Banyak orang terutama yang muslim namun mengindahkan rambu-rambu yang sudah tersirat dan tersurat dalam Al Qur'an dan Hadits. Sehingga mereka melawan aturan di kedua Mukjizat Nabi Muhammad Saw,. tersebut, padahal dari keduanya merupakan aturan yang menjadi petunjuk agar kita bahagia dikemudian hari. 


Hanya sebuah tulisan Arab, bentuk realnya hanya sebuah tulisan saja. Tanpa mempelajari lebih apa yang tersirat didalamnya. Kurangnya keyakinan pada sebuah aturan, akan membuat kita menjadi semrawud, menjadikan kita berbuat semau kita sendiri. Efek dari istilah, peraturan dibuat untuk dilanggar sudah merangsek sampai ke aturan Allah. Kita melanggar ketentuan-Nya, dengan menjalankan apa-apa yang dilarangnya.     

Saya pun merasakan hal demikian, melakukan perilaku-perilaku yang tidak sesuai kaedah-Nya. Masih mengindahkan banyak kebaikan-Nya, sehingga sering merasakan yang namanya kekurangtenangan diri. 

- Masih / Pernah melakukan yang namanya pacaran
- Belum mampu berbakti pada orang tua, seminimalnya perkataan yang lembut dan tidak mengacuhkan
- Belum berani berhijrah sepenuhnya, karena lebih takut kehilangan teman-teman atau dibilang sok suci.
- Masih sering berghibah ria tanpa disadari
- Berbohong untuk mencitrakan diri
- Masih ria dalam beribadah
- Hanya pandai memberi nasehat pada orang lain
- Sholat belum rutin tepat waktu, dan berjama'ah
- Mencuri waktu untuk sesuatu yang tidak bermanfaat

Masih banyak catatan-catatan diri ini yang belum mengikuti aturan-Nya secara penuh, hanya mempelajari aturan-Nya secara tersurat saja. Sungguh, secara logika bagaimana mampu memberi ketenangan hidup orang lain, jika memberikan ketenangan pada diri sendiri juga belum mampu. Meskipun begitu, tidak ada salahnya kita membeikan manfaat kepada orang lain, siapa tau malah membuat orang lain lebih tenang. Karena kata Rasul Saw,. bahwa Allah akan menolong seorang hamba, selama dia gemar menolong saudaranya (HR Muslim). Harapan lebih pada Allah, ketika membuat orang lain tenang, Allah akan menenangkan kita. Yakinkan akan itu!!


Seperti halnya kencing sembarangan, sudah tidak menolong diri sendiri, juga mengotori serta mengganggu kehidupan makhluk lainnya. Coba banyangkan, jika sopir truk kencing dijalan, setelah dia pergi, orang yang dibelakangnya atau yang selanjutnya akan kena getahnya. Berupa bau yang tidak enak, bukannya menolong malah merugikan orang lain. Begitu yang kencing didekat trotoar, pasti juga akan merugikan orang lain. Bahkan kencingpun jika dilakukan ditempat terbuka ada persyaratannya. Yakni, menjauh dari banyaknya lalu lalang orang, menjauh agar tidak terlihat, kotorannya ditutupi agar tidak merugikan yang lain, setelah itu istinja. 

Dari hal sepele seperti kencing saja bisa berakibat besar, masihkah kita akan menyepelekan aturan yang sepele?
Berilah MANFAAT kepada orang lain, jika belum mampu memberi manfaat, minimal TIDAK merugikan orang lain
 

 
Oleh Yogi Permana | IG: @permanaglobal  | Twitter: @permanaglobal

Demikianlah artikel Wisata Kuliner dari atmosferku.com Berjudul  Akh... Kencing Sembarangan Aja, Tidak Ada Yang Larang. Jika Anda menyukai dan bermanfaat untuk yang lain artikel ini, mohon SHARE YAA dan jangan lupa untuk like, twit atau berkomentar di bawah ini sehingga bisa menjadi referensi bagi sahabat semua di jejaring sosial Anda.
Mari menjadi pahlawan penyebar kebaikan dengan men-SHARE artikel Ini. Semoga rezeki berlimpah untuk sahabat yang sudah menjadi pahlawan penyebar kebaikan. Aamiin
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar