Skip to main content

Wanita Diciptakan dengan Kemampuan Berbicara Lebih Banyak daripada Laki-Laki

Wanita Diciptakan dengan Kemampuan Berbicara Lebih Banyak daripada Laki-Laki
islampos.com
Wanita Diciptakan dengan Kemampuan Berbicara Lebih Banyak daripada Laki-Laki - Wanita, ada yang tau wanita itu apa? manusia. Memang sih wanita itu manusia, tapi definisi yang lebih spesifiknya apa? Hmm, makhluk Tuhan yang paling seksi, soalnya kalau lelaki yang seksi, nanti dikira lelaki tomboy. Hehehe..

Banyak yang mengartikan wanita adalah makhluk yang mempunyai perasaan yang lembut, tekad yang kuat, semangat yang tinggi, dan pekerja keras (Ibu Rumah Tangga). Selain itu ada juga yang mengatakan bahwa wanita manusia yang sangat perhatian, karena itu Wanita diciptakan dengan kemampuan berbicara lebih banyak daripada lelaki. Untuk memberi perhatian pada keluarganya, suaminya, anaknya, dan sahabat-sahabatnya.

Dikaruniai kemampuan berbicara yang lebih banyak ini bisa menjadi boomerang pada wanita. Ketika berkumpul dengan wanita-wanita, nggak jarang ngegosip atau sejenisnya. Sampai-sampai, ghibah (ngomongin orang) sering dijadikan sebagai hobi. Tak peduli lagi, siapa yang sedang di bicarakan, ada tetangga terkenal sedikit, langsung deh, "lagi naik daun dia. Ya wajarlah" - Hanya itu kata yang keluar. Kelanjutannya terserah mereka. ^ ^


Ghibah di jadikan sebagai cemilan ringan, saat sedang menunggu, saat sedang berkumpul, saat sedang bercengkrama. Ketika ditanya, apa hikmah dibalik ngomongin orang sih?, jawabnya hanya "enak aja kalo ngomongin orang, jadi seru gitu".

Laki-laki memang tak banyak kata. Tapi masalah berbicara mereka hampir berpeluang sama. Nggak sedikit laki-laki yang yang mempunyai hobi baru yakni doyan ngomong. Era sekarang sudah ada keseimbangan antara wanita dan laki-laki, yang wanita jadi ke-laki-lakian, yang laki-laki jadi kawanitaan. Heehe..semoga kita semua dijauhkan dari kondisi tersebut. Na'udzubillah...

Ngga ada yang berbeda. Jika sudah ngegosip, nge-gibah, mengadu domba, sepertinya menjadi aktifitas yang selalu saja di suka. Mungkin rasanya menjadi plong, ketika rasa iri dengki dikeluarkan dengan cara demikian.

Namun, Jika saja mereka faham. Bahwa apa yang mereka lakukan, sebenarnya mereka sama saja seperti sedang memakan bangkai. Seperti yang tercantum dalam QS Al Hujurat ayat 12. Imam Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa :
  • Ghibah mengoyak kehormatan orang lain, layaknya seorang yang memakan daging, daging tersebut akan terkoyak dari kulitnya. Mengoyak kehormatan atau harga diri, tentu lebih buruk keadaannya.
  • Allah ta’ala menjadikan “bangkai daging saudaranya” sebagai permisalan, bukan daging hewan. Hal ini untuk menerangkan bahwa ghibah itu amatlah dibenci.
  • Allah ta’ala menyebut orang yang dighibahi tersebut sebagai mayit. Karena orang yang sudah mati, dia tidak kuasa untuk membela diri. Seperti itu juga orang yang sedang dighibahi, dia tidak berdaya untuk membela kehormatan dirinya.
  • Allah menyebutkan ghibah dengan permisalan yang amat buruk, agar hamba-hambaNya menjauhi dan merasa jijik dengan perbuatan tercela tersebut” (Lihat: Tafsir Al-Qurtubi 16/335), lihat juga: I’laamul Muwaqqi’iin 1/170).
Mari kita menjadi manusia yang berakal, manusia yang Allah sebut sebagai orang-orang yang berpikir. Jangan menjadi manusia yang berakal, tetapi akalnya tidak berguna  


Wahai Wanita dan Laki-laki.
Hindarilah aktivitas yang tiada membawa manfaat. Jauhkan diri dari pergaulan-pergaulan yang dapat membawa diri sendiri ke dalam lubang maksiat. 

Kelihatannya begitu sederhana, hanyalah sebuah ucapan. Lagi-lagi istilah lidah yang tak bertuan akan liar tak terkendali. Lidah tidak dapat di tahan, jika terus meliarkan lidah dan tidak mau menahan, apa iya Allah akan menahan kita untuk tidak masuk ke dalam neraka jahannam yang paling dalam. Kecuali dari sekarang mulai menjadikan lidah mempunyai tuan, agar bisa dikontrol. 

Berhati-hatilah, 
Bisa jadi istilah Mulut mu, adalah harimau mu, sedang mencakar-cakar saudaramu.
Lisan mu, adalah penentu atas dirimu, menjadi insan mulia atau hanya insan terlihat mulia, dibelakang tak bernilai.
Lisan mu baik, baik pula pribadi mu. Ini memang benar adanya, karena dari tutur kata yang baik akan mencerminkan prbadi yang baik, meskipun tidak dibuat-buat. Karena kebaikan satu akan diikuti kebaikan yang lain. Tutur katamu baik, baik pula budi pekerti. 


Seperti dalam pepatah jawa, "Basa iku busananing bangsa (Budi pekerti seseorang bisa terlihat dari tutur kata yang diucapkannya)".

Tulisan ini bukan berarti penulis sedang menggurui melainkan juga sebagai cambuk bagi penulis sendiri, yang terkadang masih khilaf karena terbawa arus. Semoga kita semua diberi kekuatan yang lebih untuk tetap sadar dalam menjaga lidah, agar menjadi tuan yang baik bagi lidah. 

Sehingga menjadi manusia yang pandai dalam menjaga lidah dan selalu berusaha menahan lisan dari perkara-perkara yang tidak membawa manfaat untuk dunia juga akhirat.



Pustaka: muslim.or.id
Oleh Nadhillah Gayvani & Yogi Permana

Demikianlah artikel Renungan dari atmosferku.com Berjudul  Wanita Diciptakan dengan Kemampuan Berbicara Lebih Banyak daripada Laki-Laki. Jika Anda menyukai dan bermanfaat untuk yang lain artikel ini, mohon SHARE YAA dan jangan lupa untuk like, twit atau berkomentar di bawah ini sehingga bisa menjadi referensi bagi sahabat semua di jejaring sosial Anda.
Mari menjadi pahlawan penyebar kebaikan dengan men-SHARE artikel Ini. Semoga rezeki berlimpah untuk sahabat yang sudah menjadi pahlawan penyebar kebaikan. Aamiin
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar