Skip to main content

Berhijrah tak Semudah Memulainya, Berhijrah itu bukan pula hanya dari Postingannya

Perubahan baik bukan hanya melihat dari akun sosial medianya



Berhijrah tak Semudah Memulainya, Berhijrah itu bukan pula hanya dari Postingannya
Berjalan menuju ke arah yang terang. (www.atmosferku.com)

Atmosterku.com | Berhijrah tak Semudah Memulainya, Berhijrah itu bukan pula hanya dari Postingannya - Perubahan dalam hidup seseorang jarang yang bisa secara drastis, kalau bisa pun itu karena bener-bener hidayah dari Allah yang benar-benar meresap. Bukan sesuatu yang mudah untuk bsa langsung berubah dalam waktu yang sekejap, apalagi tentang sebuah penghijrahan diri ke arah yang lebih baik. Terutama bagi para perempuan yang berusaha menjadi muslimah yang taat.

Mungkin dulu dia suka membuat postingan di sosial media penuh dengan upload foto selfie yang memperlihatkan wajah secara vulgar. Rambut tergurai, lekuk tubuh terpampang jelas. Bahkan tak sungkan foto mesra dengan kekasih yang belum halal pun dijadikan bahan postingan di akun sosial media. Seakan kekasihnya itu adalah terbaik dimata-Nya. Bahkan dengan bangganya berucap, "bersyukur punya pacar yang rajin sholat kaya kamu", dengan menyertakan fotonya di akun sosial media.

Namun, kita tak akan tau jika secara perlahan ia mulai menyadari kesalahannya, kemudian dia mencoba untuk memperbaiki. Memulai menutup aurat dengan hijab yang jauh dari kata syar'i karena sungguh masih sedikit usahanya dalam menjemput hidayah dari-Nya. Tak mengapa, selama niat dalam hati sudah terpatri, perlahan tapi pasti prosesnya menuju yang hakiki.

( Silahkan Baca : Bukan Nyinyir tapi hanya Mengingatkan saja, Berpikirlah sebelum Mengunggah Foto Selfie )

Lalu kemudian perlahan dia mulai berhijrah dengan memulai menutup aurat sesuai syariat, namun sering kali dia masih begitu sering mengumbar postingan perubahannya dengan berbagai macam gaya selfie. Itu masih menjadi bagian dari sebuah perubahan diri, karena bukan sesuatu yang mudah juga untuk lepas dari kebiasaan selain membiasakan hal yang baru. Berhijrah tak semudah memulainya, berhijrah itu bukan pula hanya dari postingannya.

Kini dia mencoba untuk menjalankan sunnah dengan berusaha memakai cadar, namun terkadang dia masih saja memposting photo dirinya di akun sosial media. Terlihat ambigu memang, ketika sudah bercadar namun masih bangga dengan segala poto yang dia posting di akun sosial media.

Pertanyaannya…
Apakah orang lain berhak mengkritiknya secara habis-habisan untuk menganggapmu salah?
Apakah sudah tak ada lagi yang lebih berhak orang lain kritik secara brutal dibandingkan ia yang sudah mencoba untuk memperbaiki diri?

Lalu mengapa mata dan tangan orang begitu ringan melihat banyaknya maksiat yang ditemukan di sosial media? selain mengurusi perempuan yang selfie dengan cadarnya?

Buat dia

Dia yang masih merangkak dalam berubah.

Dia yang masih mengais ilmu agama

Dia yang masih berusaha melawan nafsu dunia

Dia yang masih menyeimbangkan akhlak dan hijabnya

Dia yang telah berusaha menjalankan kewajiban dari-Nya sebagai muslimah

Maka hargailah..

Jangan memandang kekurangannya saja, sebab dia tak akan bisa menjadi sempurna dengan terus membahas kesalahannya. Ambillah yang baik darinya, jangan mencontoh yang tak baik darinya dan jangan pula menghina prosesnya.

( Silahkan Baca : Jangan Mudah Menghujat Perubahan Baik Seseorang, Karena Tahapan Hidup Seseorang Itu Berbeda )

Buat kamu yang sekiranya lebih taat..

Jika kamu lebih taat darinya, maka tugasmu adalah mendoakannya, mendoakannya terus sebagai kewajiban sesama muslim, untuk mendoakan muslim lainnya agar selalu istiqomah dijalan-Nya.
Jika kamu lebih paham akan ilmu agama, maka tugasmu adalah untuk menyampaikan ilmu itu dengan cara halus dan santun. Bukan secara vulgar dan mengarah pada persekusi.

Jika kamu ingin menasehatinya maka nasehatilah dengan adab dan ucapan yang halus, bukan dengan cacian. Yang malah bisa melemahkan proses hijrah seseorang. Apakah itu akan baik?

Berhijrah tak semudah memulainya, behijrah itu bukan pula hanya dari postingannya di akun sosial media. Sebab..

Allah yang lebih berhak menilai, Allah yang lebih paham bagaimana usahanya dalam memperbaiki diri. Prosesnya yang terpenting, bukan tampilannya saja.

Mudah-mudahan kita semua dapat berubah menjadi orang yang lebih baik tanpa memandang diri ini lebih baik dari pada orang lain. Tanpa melakukan nasehat brutal yang menyudutkan, namun, menjadi kita yang saling menasehati dengan cara yang lemah lembut, penuh dengan kesabaran, penuh dengan keikhlasan, dan doa pada saudara semuslim agar terus istiqomah dalam hijrah yang Hakiki teruntuk Illahi.

  
Oleh Nadhillah Gayvani 
Terima kasih ya telah menyempatkan waktu untuk membaca  Berhijrah tak Semudah Memulainya, Berhijrah itu bukan pula hanya dari Postingannya
Doa kami, Semoga rezeki berlimpah untuk sobat semua hari ini. Aamiin
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar