Ketika Membayangkan Rasulullah, Sesuatu yang Ajaib Terjadi

Ketika Membayangkan Rasulullah, Sesuatu yang Ajaib Terjadi

Ketika saya membaca sejarah Rasulullah, saya mulai mencintai Beliau mas, tapi sulit sekali membayangkan wajah Beliau. Biasanya ketika saya membayangkan wajah beliau, sesuatu yang ajaib terjadi....


Ketika Membayangkan Rasulullah, Sesuatu yang Ajaib Terjadi - Sungguh dunia digital terutama internet sangat besar manfaatnya, jika kita mau memaksimalkan dalam segi kebermanfaatan. Beda lagi jika kita memanfaatkannya untuk yang jelek-jelek, efeknya pun akan jelek terhadap pertumbuhan jasmani dan rohani kita.

Coba saja, apa yang kita butuhkan sepertinya ada. Mencari tutorial apapun, pasti ada. Belajar ngaji saja ada kok. Tapi kalau ngaji jangan hanya ngandelin internet kaya youtube saja ya, langsung belajar juga sama ahlinya. Karena itu akan menjadikan bacaan Al Qur'an lebih meyakinkan, serta jika bacaan kita akan langsung diperbaiki. Kalau belajarnya cuma di internet, siapa yang mau memperbaiki coba?

Bukan hanya itu saja, banyak video-video yang bisa meningkatkan ketaqwaan kita. Semacam video-video dakwah yang begitu banyak bertebaran di internet. Lihat dan resapi, cobalah sensitif agar bisa mengambil hikmahnya.

Seperti tadi pagi, sembari sarapan, kebiasaan saja ya sambil nonton Youtube. Mengambil cara-cara pengambilan video dalam film-film pendek. Atau menyaksikan tutorial-tutorial yang berhubungan dengan multimedia. Nah, tadi pagi itu, saya nontonnya film pendek, judulnya Shalawat Cinta dari creatornya Film Maker Muslim - FMM. Pasti sebagian sudah banyak yang tau ya, film mereka keren-keren, juga ngena banget yang bikin baper penontonnya.

Silahkan Baca : Ta'aruf Hanya Sebuah Cerita

Ada satu adegan yang menarik buat saya, dan ini dakwahnya dapat banget. Menjelaskan tentang Rasulullah Saw,. Adegan disaat seorang Ikhwan ketika proses ta'aruf bertanya pada seorang Akhwat, "Yang paling kamu cintai di Dunia ini, siapa?"

Si Akhwat pun menjawab dengan bahasa yang menyejukkan, "inshaaAllah nggak ada yang saya cintai lebih dari Rasulullah Saw,.".

Si Ikhwan pun langsung tak bisa membendung kebahagiaannya, karena mendengar jawaban dari si Akhwat. Si Akhwat hanya tersenyum tersipu sambil menunduk. Kemudian Ustadz segera menenangkan si Ikhwan. Namun, si Ikhwan masih meminta satu pertanyaan lagi. Pertanyaan yang masih berhubungan dengan pertanyaan pertama tadi.

"Kenapa, Kenapa mencintai Rasulullah?", tanya si Ikhwan pada si Akhwat

Jawaban si Akhwat pun begitu membuat haru suasana dalam proses ta'aruf tersebut. Bahkan menambah keyakinan si Ikhwan, bahwa inilah akhwat yang dia cari untuk menjadi teman hidupnya, mengarungi mahligai rumah tangga.

Seperti apa jawaban dari Akhwat tersebut? begini jawabannya.

"Ketika saya membaca sejarah Rasulullah, saya mulai mencintai Beliau mas, tapi sulit sekali membayangkan wajah Beliau. Biasanya ketika saya membayangkan wajah beliau, sesuatu yang ajaib terjadi....

Ketika membayangkan Rasulullah, saya melihat kembali ingatan tentang ibu saya, yang membesarkan saya dengan penuh cinta, merawat saya, mendidik saya tanpa lelah. Itulah ajaran Rasulullah Mas, supaya semua umatnya saling mencintai.

Silahkan Baca : Biodata Singkat RASULULLAH SAW

Ketika membayangkan Rasulullah, saya melihat para aktifis kemanusiaan mengulurkan tangan untuk mereka yang membutuhkan, para dokter yang rela dibayar gratisan demi hidupnya kemanusiaan...
Itu juga ajaran Baginda Rasul, Mas...

Ketika membayangkan Rasulullah, saya melihat umat berbondong-bondong ke Masjid. Bersilaturahmi, saling mencintai melupakan perbedaan, bersama mengasah iman. Ini pun ajaran Rasulullah.

Ketika membayangkan Rasulullah, saya melihat para guru yang bekerja keras untuk mencerdaskan generasi berikutnya, mengasah keilmuan mereka untuk membaginya demi menggapai madani. Itupun ajaran Rasulullah, Mas. Baginda adalah guru bagi umat.

Ketika membayangkan Rasulullah, saya melihat suami-suami yang memuliakan istrinya, romantisme dalam mencapai ridho Illahi, abadi janji dalam membangun bahtera rumah tangga...
Inipun mas, ajaran Baginda yang mulia..

Kemudian saya membayangkan kegelapan, membayangkan sebuah zaman tanpa Rasulullah..
Gelap, dingin, pengap. Seram mas...

Kemudian Allah turunkan Rasulullah, memancarkan cahaya, membagikan kebahagiaan. Adakah yang pantas kita cintai dibanding beliau mas?

Bukankan cinta pada orang tua, suami, anak, pekerjaan, semua akan bermuara pada cinta Allah dan Rasulullah..", Jawab si Akhwat yang sambil mengeluarkan air mata.

Silahkan Baca : Mengagumkannya Rasulullah SAW, Kenapa Kita dianjurkan untuk Berkuda?

Ternyata si Ikhwan pun baper dengan jawaban si Akhwat. Namun, semakin meyakinkan bahwa ia memilih akhwat tersebut.

Akhirnya si Ikhwan berbisik pada Ustadz, "Bang, besok anterin saya ketemu orang tuanya ya..". MashaaAllah...

Dan saat si Ikhwan ditemani Ustadz menemui orang tua si Akhwat. Ayah si Akhwat bertanya pada si Ikhwan, "siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?"




Tanpa berpikir banyak, si Ikhwan menjawab, "Allah dan RasulNya!"

MashaaAllah, ketika Allah dan Rasul sudah ada dalam sebuah proses, akan tercipta suasana yang penuh kebaikan. Apalagi jika benar-benar sudah nempel didalam jiwa dan raga. Nggak bisa membayangkan, betapa tenang dan bahagia hidupnya.

Jadi, mulai sekarang, kenali Allah dan Rasul-Nya ya, inshaaAllah, kebahagiaan dunia tidak lagi kita pikirkan karena akan mendatangi kita dengan sendirinya.

Berikut videonya

Silahkan Baca : Banyak yang tidak Sadar, kalau Syurga itu ada Di Rumah
  

Doa kami, Semoga rezeki berlimpah untuk sobat semua hari ini. Aamiin
k
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments