Skip to main content

Kalau Belum Tahu Syariat Islam, Belum Tahu Soal Adzan, BELAJARLAH!!

 
Aku tahu syariat islam

Kalau Belum Tahu Syariat Islam, Belum Tahu Soal Adzan, BELAJARLAH!! - Dua hari ini bener-bener jagad dunia persosmed-an digemparkan dengan sebuah puisi. Puisi tersebut pun mencoreng semaraknya acara peragaan busana seorang desainer terkemuka. Busana-busana adat yang begitu memukau dan sangat kreatif, tapi endingnya dibuat jelek. Ya jelek. Mengatasnamakan IBU INDONESIA.

Sebuah puisi yang mendeskriditkan muslimah dan yang parah lagi mendeskriditkan adzan. Ini melukai hati umat islam di Indonesia, kalau dunia tau, mungkin umat islam seluruh dunia akan tersakiti. Karena syariat islam dijadikan perbandingan yang tidak sebanding.

Saya yang tadinya mau cuek saja, tapi hati memberontak ingin menuliskan sesuatu. Ingin men-share sesuatu untuk melawan gerak bebas para tuan disana yang seolah tak mempan terhadap keruncingan hukum di Negeri yang katanya tongkat dan batu bisa jadi tanaman.

Saya tak begitu tau tentang track recordnya dalam hal pembangunan mental bangsa Indonesia, yang saya ketahui hanya ayahnya yang telah berjuang mempersatukan Republik Indonesia sampai beliau diasingkan dan beberapa kali mengalami percobaan pembunuhan. Tapi, anaknya.... akh sudah lah, sakit rasanya.

Mereka yang menggemborkan saya pancasila dan saya Indonesia, tapi malah selalu membuat gaduh. Disaat kami sudah mulai bisa bernafas tenang dengan hiruk pikuk pilkada DKI, ekh dibangunkan lagi dengan celoteh puisi dari wanita yang katanya seorang budayawati ini.

Silahkan Baca : Berlogika Mengenai Hijab, Nikah, dan Poligami

Bagaimana kami (umat islam) sangat merasa sakit, ketika syariat kami dijadikan perbandingan yang jelas berbeda. Perbandingan yang begitu mendeskriditkan syariat Islam. Dan, itu secara terang-terangan. Dan klarifikasinya, ia dengan entengnya bilang,

"Saya budayawati, saya menyelami bagaimana pikiran dari rakyat di beberapa daerah yang memang tidak mengerti syariat Islam seperti di Indonesia Timur, di Bali dan daerah lain," katanya dalam klarifikasi yang dibacakan di 'Apa Kabar Indonesia Pagi' tvOne, Selasa, 3 April 2018.

"Ya boleh aja dong. Enggak selalu orang yang mengalunkan adzan itu suaranya merdu. Itu suatu kenyataan. Ini kan seni suara ya. Dan kebetulan yang menempel di kuping saya adalah alunan ibu-ibu bersenandung, itu kok merdu. Itu kan suatu opini saya sebagai budayawati," terang sang pembaca puisi.

Menggunakan opini sendiri, tanpa memikirkan khalayak luas, terutama dari segi Umat Islam. Kata pepatah jawa, " kalau ngomong jangan se-udele dhewe " maksudnya kalau ngomong jangan semau sendiri. Yang punya telinga bukan cuma kau.

Asal kita tau, dalam adzan, sebenarnya ada dua seruan.

Pertama, seruan untuk sholat.
Kedua, seruan untuk menang. Ayo sholat, ayo menang.

Menurut saya, ini hebat sekali. Lebih hebat dari yell-yell motivasi manapun! Dua aktor ternama Hollywood, Liam Neeson juga Will Smith, sempat terpana dan terpesona dengan #SuaraAdzan.

Ini terjadi di Turki dan di India. Justin Bieber bahkan pernah menghentikan sejenak konsernya demi menghormati adzan. Nggak percaya? Silakan googling berita-beritanya. Sahih inshaa Allah. Ternyata mereka bertiga lebih pancasilais ketimbang si pembaca puisi itu.

Btw, suara adzan dianggap kalah merdu, menurut si pembaca puisi itu. Apa pendapat saya? Pernyataan dia jelas-jelas menghina dan merendahkan. Repotnya, kalau kita protes, ntar kita dianggap terlalu vokal dan radikal. Padahal siapa yang bermulut kasar dan berpikir dangkal?

Kita berulang kali diminta untuk sabar dan menjaga sikap. Selaluuu begitu. Sementara orang-orang seperti dia seenaknya tidak menjaga mulut dan tidak menjaga sikap. Apa mungkin karena mereka sadar bahwa mereka kebal hukum?

Silahkan Baca :  Umat Islam di Masa Sekarang Berada pada Salah Satu Masa Terburuknya

Adzan itu istimewa. Pesan Nabi, kalau ada adzan, dengarlah dan jawablah. Selesai adzan, berdoalah. Bayangkan, ini reminder dan calling untuk beribadah kepada-Nya. Sarat dengan doa serta harapan. Itu kan indah sekali. Setidaknya, bagi seorang Muslim yang masih punya iman di hatinya.

Bagi saya, kalau kau belum tahu soal syariat, kalau kau belum tahu soal adzan, #belajarlah. Jangan pongah. Tak perlu pula kau rendahkan adzan dan kau banding-bandingkan dengan kidung serta puisi. Kalaupun kau tak mau belajar soal syariat dan adzan, yah diam dan hormatilah. Ini Indonesia.

Saling menghormati, saling menghargai, itu baru namanya Indonesia, itu baru namanya Pancasila. Di sisi lain, bagi seluruh Muslim, saya menganjurkan kita semua untuk introspeksi. Barangkali selama ini kita sering mengabaikan adzan. Tidak mengindahkan.
 
Allah izinkan peristiwa ini terjadi, mungkin agar kita kembali mengingat pentingnya adzan dan pentingnya sholat.

Mari kita doakan, katanya doa orang yang didzolimi itu mustajab. Sekarang kita (umat islam) kan lagi terdzolimi, jadi mari doakan semoga dalam beberapa minggu kedepan, beliau sang budayawati mendapatkan rahmat dan hidayah dari Allah, sehingga mau mempelajari Syariat Islam Lebih dalam. Serta menyadarkan beliau, bahwa saat beliau lahir, yang pertama didengar adalah Adzan dan Iqomah.

Semoga beliau dapat Hidayah dan kembali sadar ke dalam pelukan hangat Islam rahmatan lil'alamiin. Aamiin yaa Rabb.

  

Pustaka
WA Ippho Santosa
Doakan ya buat temen-temen yang membaca artikel diatas, hanya Allah yang bisa melunakkan hatinya.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar