Keajaiban Pak Heri ketika Jalan Kaki 150 Km ke Reuni Akbar 212 cuma Makan 3 Buah Pisang

Keajaiban Pak Heri ketika Jalan Kaki 150 Km ke Reuni Akbar 212 cuma Makan 3 Buah Pisang

Keajaiban Pak Heri ketika Menempuh Perjalanan 150 Km datang ke Reuni Akbar 212

Keajaiban Pak Heri ketika Menempuh Perjalanan 150 Km datang ke Reuni Akbar 212 - Sudah 2 hari lewat, namun kisah-kisah saat aksi 212 pada minggu 2 Desember lalu masih hangat diingatan. Masih banyak yang tidak mengira jika seluas Monas tak mampu menampung peserta aksi 212 yang terus berdatangan dari arah penjuru mata angin.

Seperti ibadah haji di Mekah saja, yang jutaan orang bisa berkumpul, kalau itu sih jelas. Mereka berhaji. Sedangkan ini, bukan. Tapi masyarakat terutama yang beragama islam begitu antusias untuk mengikuti Reuni Akbar 212.

Berbagai cara mereka lakukan untuk bisa datang ke Monas, sekalipun pesawat diboikot, mereka tidak tinggal diam. Pesawatnya mereka sewa, apa tidak edan itu, nyewa pesawat. Apapun caranya, untuk bisa bertemu dengan saudara dalam situasi yang penuh kehangatan, dan adem tentrem pastinya.

Semua kendaraan merega gunakan, ada yang pakai motor, bus, kereta, sepeda bahkan ada yang berjalan kaki. Bayangkan, berjalan kaki sampai Monas? ngelilingi Monas saja juga sudah terasa capek. Bagi mereka, para peserta ada spirit tersendiri.

Silahkan Baca :   Berlogika Mengenai Hijab, Nikah, dan Poligami

Beberapa juga ada yang berbagi makanan, barang, minuman, banyak sekali disana, dimana orang dengan mudahnya saling memberi tanpa melihat siapa dia, fisiknya bagaimana. Ya diberi aja, inshaaAllah menjadi pahala bagi mereka dan seluruh peserta reuni akbar 212.

Ada satu video yang menurut saya menarik dan ini harusnya bisa menjadi motivasi untuk kita yang muda-mudi. Seorang Bapak yang sudah berumur diatas 67 tahun, berjalan selama 15 jam sejauh 150 kilometer menuju Monas. MashaaAllah...

Cerita Pak Heri berjalan menempuh 150 km untuk datang ke reuni akbar 212


Saya merinding menonton videonya, Beliau bercerita bahwa berangkat menuju Monas itu sebelum jum'atan jam setengah 9, dari Padalarang jalan kaki, sekitar 150 km. Pak Heri sempat naik angkot, ketika di Kerawang gerimis, karena beliau tidak mau sakit. Beliau sampai Jam 1 pagi.

Setelah keluar dari Kerawang Barat, gerimisnya reda, beliau kembali berjalan kaki. Beliau pun tidak percaya dengan apa yang dilakukannya. Subhanallah..Beliau mengira ini ada campur tangan Allah. Kalau bukan karena mukjizat dari Allah, seperti hal yang mustahil.

"Ini Ini, Allah menjaga saya", terang Pak Heri sambil terharu.

Selama perjalanan, Pak Heri tidak merasa lapar sekali, hanya menghabiskan 3 buah pisang saja. Kalau dipikir, itu mustahil, 15 jam tanpa makan dan berjalan. Beliau berhenti ketika sholat, kalau minum ya tetep minum.

Silahkan Baca :  REVOLUSI MENTAL TERJADI DI AKSI SUPER DAMAI 212

Bagi beliau, ke Monas mengikuti reuni akbar 212 kemarin adalah sebuah motivasi kebaikan yang sangat besar.

"ini adalah ibadah menurut saya, judulnya saja aksi bela Islam. Saya ngajipun belum jelas, lalu saya masih merasa bermaksiat kepada Allah. Ini saja yang termudah bagi saya, kenapa tidak saya lakukan. Jangan nunggu tua untuk melakukan ibadah, selagi masih muda lakukanlah, jangan sampai menyesal", pesan Pak Heri kepada yang muda.

Sungguh, sebuah keyakinan yang kuat dari Pak Heri, niat karena Allah, hasilnyapun dijaga oleh Allah.

Selain Pak Heri ada Juga Pak Aziz dari Jogja datang ke reuni akbar 212


Sebenarnya Pak Aziz mau berangkat rombongan dari Jogja, tapi karena rata-rata anak muda, saya tidak mau merepotkan mereka, jadi Pak Aziz memilih berangkat sendiri. Motivasi Pak Aziz pergi ke Monas mengikuti Reuni Akbar 212, beliau menceritakan tentang Nabi Ibrahim a. s ketika dibakar. Beliau ingin seperti burung pipit yang berusaha memadamkan air dengan paruhnya, meskipun hanya setetes-demi-setetes.

Ketika ditanya sama cicak dengan, kalau yang dilakukan Burung Pipit hanya sia-sia, tapi burung pipit menjawab "saya tidak mau nanti, ditanya sama Allah, karena orang yang dicintai-Nya didzalimi, saya diam saja. Saya tidak sanggup memadamkan, posisi saya ada, sudah melakukan sesuatu".

"Sedang cicak malah meniup dengan maksud agar apinya membesar, meskipun itu tidak mungkin. Bahwasannya kita tau, jika cicak adalah musuh", lanjut cerita Pak Aziz.

Silahkan Baca : Umat Islam di Masa Sekarang Berada pada Salah Satu Masa Terburuknya

"Jadi saya berkeinginan seperti burung pipit tersebut, mungkin saja tidak berpengaruh, tetapi saya ingin ada tempat dihadapan Allah Subhanahu wa ta'ala", dengan haru Pak Aziz bercerita dengan diakhiri teriakan takbir bersama.

Sebuah kisah yang harusnya ini menjadi pukulan telak bagi kita yang muda, yang malah mengacuhkan nilai-nilai itu. Islam memang akan kalah jika jama'ahnya tidak merapatkan shaf. Islam kuat karena ukhuwahnya. Saling support satu sama lainnya.

Banyak yang mencibirnya, bahwa itu hal yang sia-sia, tidak bermanfaat. Sungguh jika yang mengatakan demikian adalah yang lebih sia-sia. Kalau mereka dianggap buih dilautan, yang mencibir itu apa???

Toh, acara berjalan lancar, tentram dan damai, bahkan tidak meninggalkan sampah, padahal lebih dari 8 juta lho ya. Tidak seperti acara lainnya dengan sampah bejubel. 

Mereka bilang politik, agama jangan dibawa-bawa politik, Hmm, harusnya berkaca. Dan saya tidak mau mengatakannya. Karena seharusnya mereka yang mencibir tau diri, jika tidak tau diri kemudian ngomongin orang lain, jelas itu sok tau namanya. Akh sudahlah...

Fokus saja pada ukhuwah yang sudah erat, tinggal eratkan lagi, karena tahun depan akan lebih besar goncangannya. Jika dijadikan gempa, bisa kemungkinan Gempa di Palu kemaren dikalahkan oleh goncangan menjelang pilpres 2019. Akan banyak tipu muslihat yang dihadirkan.

Silahkan Baca :  Heran Saya, Kok Bisa sekitar 8 Juta lebih Peserta yang Datang ke Acara Reuni 212 ?

Rapatkan terus shafnya, jaga hati, jaga pikiran, agar tidak mudah terpedaya. Istikharah, mohon petunjuk, siapa yang terbaik. Baik dari sifat, dari para pendukungnya seperti apa, pokoknya yang adil terutama kepada Agama Islam.

Apapun itu, kisah Pak Heri dan Pak Aziz bisa menjadi motivasi para pemuda islam, dimana jangan menunggu tua untuk ibadah, selagi masih muda, lakukanlah segera.

Serta tetap jaga persaudaran.


  
Doa kami, Semoga rezeki berlimpah untuk sobat semua hari ini. Aamiin
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments