--> Skip to main content

Potret Perjuangan Seorang Ibu, Bekerja dan Menjaga Anaknya

Potret Perjuangan Seorang Ibu, Bekerja dan Menjaga Anaknya

Potret Perjuangan Seorang Ibu, Bekerja dan Menjaga Anaknya  - Seorang Ibu tidak akan rela dan tenang jika meninggalkan anaknya dalam kesendirian di rumah, apalagi jika anaknya masih kecil. Mana tega seih, kecuali anaknya yang meninggalkan orang tuanya dalam kesendirian.

Beberapa waktu yang lalu saya berkunjung ke Sunmor atau dalam kepanjangannya Sunday Morning. Pasar paginya jogja yang hadir setiap hari minggu, tinggkat keramaiannya pun hampir sama dengan malioboro.

Padahal cuma dipinggir jalan saja para pedagangnya, dari jam 6 pagi sampai jam 12 siang. Ada banyak macam barang yang dijual disana, kayaknya ada semua malah. yang belum ada itu, jualan helikopter dan pesawat terbang saja, sama kapal. Hehehe...

Disela-sela keramaian, mata saya tiba-tiba mengarah pada sebuah gerobak dorong dipinggir jalan. Diatas gerobak ada dua orang anak, satu perempuan dan satu lagi laki-laki. Anak perempuan terlihat mau menangis, seadngkan anak lelaki terlihat sedang mainan.

Silahkan Baca :  Terkadang Kamu Menangis untuk Seseorang yang Sama Sekali Tidak Memperhatikanmu

Tidak lama kemudian, si anak perempuan terlihat menetaskan air mata, kemudian dia sesenggukan menangis sambil memanggil Ibunya. Ibunya pun segera menghampiri anaknya yang menangis tersebut. Ternyata Ibunya adalah seorang pemulung, ia sedang mengumpulkan botol-botol, kertas-kertas yang kemudian dimasukkan ke dalam gerobak kayu tersebut.
 
Potret Perjuangan Seorang Ibu, Bekerja dan Menjaga Anaknya

Sedangkan anak yang lain dengan santainya menikmati naik gerobak. Ibunya mendekati si anak dan kemudian mengusap air matanya. MashaaAllah, Ibu mana yang akan tahan jika melihat anaknya berlama-lama dalam tangisan. 

Benar-benar njomplang, ada banyak orang lalu lalang, sambil membeli jajanan, memborong baju yang entah cuma dipakai berapa kali doank. Tapi diantara aktivitas tersebut, terselip ke-nelangsa-an.

Meskipun masing-masing sudah ada takdir dan jalan rezekinya masing-masing, tapi melihat kondisi tersebut bener-bener seperti bumi dan langit.  Masih tetep ada tanda tanya yang cukup besar. 

Potret Perjuangan Seorang Ibu, Bekerja dan Menjaga Anaknya


Tapi ya itulah kehidupan, keras ketika pemikiranmu menganggapnya keras, indah ketika pikiranmu menganggapnya indah, tergantung dari cara berpikirmu yang seperti apa.

Namun, yang pasti bahwa perjuangan seorang Ibu dalam menjaga anaknya sungguh luar biasa, tidak pernah memikirkan jika nantinya si Anak Perempuan juga akan ikut suaminya atau si anak laki-laki akan merantau.

Silahkan Baca :   Merasakan 5 Kasih Sayang Ibu yang sampai Saat ini Terpatri dalam Ingatan dan Hati

Dalam pikiran seorang Ibu, hanya untuk kebaikan anaknya, penjagaan setiap hari agar bisa melihat masa tumbuh kembangnya anak. Meskipun dalam kondisi bekerja, itu tidak akan membuat seorang Ibu malu.

Semoga Ibu tersebut selalu mendapatkan rezeki yang halal, dan segera mendapatkan sesuatu yang halal agar bisa mengikuti pendidikan yang lebih tinggi.

Semoga Ibu kita semua selalu diberi kesehatan dan dalam Lindungan Allah terus setiap saat.. .

  

Penulis :  Yogi Permana
Jangan Lupa Tersenyum
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar