Berwisata di Desa Wisata Gerabah Gebangsari, Tidak ada Noda Tidak Belajar

Berwisata di Desa Wisata Gerabah Gebangsari, Tidak ada Noda Tidak Belajar

Berwisata di Desa Wisata Gebangsari, Tidak ada Noda Tidak Belajar


Berwisata di Desa Wisata Gebangsari, Tidak ada Noda Tidak Belajar -  Selama ini yang namanya wisata seringnya ya, model-model wisata alam semacam bukit, gunung, pantai, air terjun, waduk, dan goa. Itu semua sudah begitu kekininan banget, bahkan foto-foto di instagram saja bisa sama semua.

Apakah sebatas itu? ataukah follower terbanyak dari penikmat wisata di Indonesia itu wisata alam? iya sih, memang yang namanya alam tidak pernah membosankan, meskipun sudah acapkali ditambah dengan fasilitas-fasilitas pendukung yang terkadang merusak kealamiannya sendiri, hanya sebatas untuk mendatangkan anak-anak alay dengan nafsu selfie yang menggebu. Hihihi... (bukan nyindir kamu lho ya)

Mencoba eduwisata di Desa Wisata Gerabah Gebangsari


Alam tidak pernah bisa dipisahkan dari berbagai model wisata selama ini. Setiap wisata selalu ada unsur alamnya. Termasuk wisata yang menurut saya asyik, yang tak hanya menikmati perilaku alam dengan manusia, tapi juga perilaku manusia dengan manusia.

Sebenarnya, ini merupakan artikel yang mengendap cukup lama di draft. Ceritanya, sudah beberapa waktu silam, saya menyempatkan berkunjung ke Desa Wisata Gerabah Tanah Liat Gebangsari.

Pasti masih banyak yang belum mengenal Desa Wisata Grabah Tanah Liat Gebangsari? kalau ngomongin gerabah tanah liat, pikiran langsung ke Kasongan, Bantul, Yogyakarta. Ya tidak?

Wisata Lainnya : BEBERAPA PENAMPAKAN PESONA ALAM DI KARANGSAMBUNG, KEBUMEN

Asal tau saja, kalau di Kebumen juga punya Desa Wisata Gerabah, meski pamornya masih kalah jauh. Akan tetapi untuk hasil gerabahnya, cukup bisa bersaing dipasaran. Hanya alat dan ide inovasinya masih perlu terus digali.

Pembelajaran dan pelatihan juga masih terus digenjot di desa ini.

Alamat Desa Wisata Gerabah Gebangsari


Untuk alamat Desa Wisata Gerabah Tanah Liat berada di Kabupaten Kebumen, tepatnya di Desa Gebangsari, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen. Kalau dari pusat kota bisa ditempuh dengan waktu sekitar 30-40 menit, itu kalau menggunakan mobil, kalau menggunakan motor bisa lebih cepat dari itu.

Berwisata di Desa Wisata Gebangsari, Tidak ada Noda Tidak Belajar
Rambu-rambu penunjuk desa wisata gerabah gebangsari masih sederhana
Kondisi jalannya pun tidak terlalu ramai, juga sudah beraspal halus. Untuk petunjuk jalan menuju Desa Wisata memang belum terpasang detail, hanya terpasang ketika sudah memasuki desa saja (tapi mungkin sekarang sudah dipasang).

Apa saja yang bisa dinikmati di Desa Wisata Gerabah Tanah Liat Gebangsari?


Nah, ini yang akan saya jelaskan. Selain untuk memperkenalkan sebuah desa yang punya potensi, juga untuk menambah wawasan, bahwa wisata tidak selalu yang waow ke gunung, bukit, yang jelas menguras tenaga. (itu hanya alasan saya saja yang males capek jalan lama. Hahaha)

Jadi, Desa Wisata Gerabah tanah liat Gebangsari sejarahnya begini. Di desa ini sudah puluhan tahun silam penduduknya membuat gerabah dari tanah liat. Dan kemudian secara turun temurun diwariskan oleh nenek moyang mereka.

Sangat disayangkan, dulu sekitar tahun 2016 silam, pas pertama kali saya kesana, sisa pengrajin yang masih menggeluti gerabah tanah liat hanya sekitar 10 orang saja. Itupun yang aktif membuat gerabah hanya 3 orang. Lainnya masih sekedar sambilan saja. Kebanyakan adalah buruh tani.

Wisata Lainnya : Pantai Watu Bale, Pantai Cantik Dengan Pemandangan Lautan Biru Yang Instagramable

Kondisi yang saya kira cukup mengenaskan, gerabah-gerabah banyak yang terbengkalai dan pecah. Seperti tak ada tuan yang mau menerima gerabah-gerabah itu. Mungkin hanya orang-orang yang memahami kreatifitas dari bahan alami dan penyuka produk alam-lah yang akan tergerak untuk membeli.

Pelan tapi pasti, ada pendampingan dari pihak kelurahan serta beberapa warga yang tergerak untuk melestarikan. Kemudian diikutkan dalam sebuah pameran di Kebumen, dengan maksud untuk memperkenalkan gerabah tanah liat pada masyarakat. Tak dinyana, animo saat pameran begitu luar biasa.

Setelah pameran-pun mereka mendapat kunjungan dari sekolah-sekolah, baik TK maupun SD. Dari itu pemerintah desa-pun sepakat dengan para pengrajin untuk membuat desa wisata gerabah.

Berwisata di Desa Wisata Gebangsari, Tidak ada Noda Tidak Belajar
Seorang anak TK sedang diajari membentuk
Sekilas seperti itu sejarah dari pandangan saya, yang pasti sejarah detail bisa kamu ketahui jika kamu berkunjung kesana.

Oh ya, kamu bisa belajar membuat gerabah dari tanah liat atau juga bisa membuat sesuai dengan seleramu jika berkunjung ke desa wisata gebangsari. Entah itu gerabah, asbak, telpon genggam, patung, apapun itu sesuai dengan kreatifitasmu.

Kamu akan diajari dari dasar, mengenalkan alat-alatnya yang masih begitu sederhana, belum bermesin. Jadi masih bertenaga kalori manusia.

Kamu juga akan terjun langsung, bagaimana membuat adonan tanah liat yang bagus untuk membuat gerabah tanah liat. Berkotor ria dengan tangan dan kaki, tak perlu takut kotor disana. Karena tidak ada noda tidak mencuci. hehe...

Wisata Lainnya :  Kebumen River Tubing, Sensasi Berbeda Wisata Air di Kebumen

Menjadi seperti sebuah terapi tatkala berada disana, bersentuhan langsung dengan bahan alam, kemudian membentuknya sedikit demi sedikit, segala keluh kesah jadi tak terpikirkan. Bisa diteliti juga itu nanti, terapi saat membuat gerabah tanah liat.

Sebuah pengalaman baru yang bisa kamu dapatkan di Desa Wisata Gerabah tanah liat Gebangsari.

Berikut beberapa foto yang saya ambil saat berkunjung ke Desa Wisata Gebangsari


Berwisata di Desa Wisata Gebangsari, Tidak ada Noda Tidak Belajar
Proses pembentukan Gerabah

Berwisata di Desa Wisata Gebangsari, Tidak ada Noda Tidak Belajar
Proses pembakaran gerabah yang masih sangat tradisional


Berwisata di Desa Wisata Gebangsari, Tidak ada Noda Tidak Belajar
Gerabah-gerabah yang berada di teras rumah pengrajin

Berwisata di Desa Wisata Gebangsari, Tidak ada Noda Tidak Belajar
Seorang anak asyik bermain tanah liat

Berwisata di Desa Wisata Gebangsari, Tidak ada Noda Tidak Belajar
Lukisan anak-anak pada gerabah sedang dijemur

Pengrajin sedang melakukan proses merapikan bentuk

Berwisata di Desa Wisata Gebangsari, Tidak ada Noda Tidak Belajar
Galleri dan hasil gerabah yang siap dibakar
Berwisata di Desa Wisata Gebangsari, Tidak ada Noda Tidak Belajar
Salah seorang pengrajin sedang membuat Jemblung

Apa yang kamu sentuh, dan apa yang bentuk akan teringat selalu. Bahwa kamu pernah membuat sendiri gerabah tanah liat, dengan usahamu sendiri, apapun hasilnya. Tapi itulah experience yang akan kamu dapatkan.

Gebangsari sendiri memang belum optimal, masih butuh banyak pembaruan dan juga support dari para stakeholder. So, lokasi dan para pengrajinnya juga masih sangat sederhana.

Satu lagi, jika kamu berkunjung kesana, jangan lupa untuk membuka diri, dan ngobrol lah dengan para pengrajin maupun pengelola disana.


  
Jangan lupa Tersenyum
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments