Skip to main content

Sebenarnya Lebih Enak Jadi Laki-Laki atau Perempuan perihal Pencarian Jodoh?

Sebenarnya Lebih Enak Jadi Laki-Laki atau Perempuan perihal Pencarian Jodoh?

Sebenarnya Lebih Enak menjadi Laki-Laki atau Perempuan perihal Pencarian Jodoh - Sebenarnya lebih enak menjadi laki-laki atau menjadi perempuan ya? sebuah pertanyaan yang sepertinya kurang bersyukur banget yaa.

Bukannya kurang bersyukur, melainkan kita terlalu melihat sisi enak dan tidak enaknya. Baik dari laki-laki maupun dari perempuan. Ada juga yang mengatakan kalau katanya menjadi laki-laki tidaklah mudah, tapi menjadi perempuan pun juga tidak mudah. Dengan bersyukur berarti tanda kita tidak mendustakan nikmat-Nya.

Tinggal bagaimana rasa syukurmu digunakan untuk melihatnya. Memang sih, kita akan berada di titik dimana, rasanya menjadi laki-laki atau menjadi perempuan itu berat banget.

Semisal, dari sudut laki-laki, "enak ya jadi perempuan tinggal nunggu saja ada yang datang nglamar. Kalau laki-laki meski nyari kerja dulu, terus nyiapain buat si perempuan nantinya. Kalau sampai belum dapat kerjaan, gimana mau deketin perempuan? serba susah jadi laki-laki."

Ada yang pernah mikir begitu? pasti ada.

Namun, jika melihat dari sudut perempuan juga akan sama, "Kok belum ada laki-laki yang datang melamar ya, apa aku terlalu tertutup. Kalau sampai tahun depan nggak ada yang nglamar gimana? temen-temen sudah pada nikah. Cuma aku yang belum. Kalau ketemu temen-temen mesti bakal dapat bully-an."

Silahkan Baca : Stop mem-Bully dengan Pertanyaan "Kapan Nikah"


Padahal mem-Bully itu tidak boleh, apalagi membully soal pernikahan, jomblo dan sejenisnya. Karena mental dan daya tangkap setiap orang itu berbeda. Tidak semua orang mudah untuk bercanda. Apalagi berhubungan dengan wilayah sensitifnya, sepertu belum nikah.

Meskipun dia laki-laki, ada satu titik rapuhnya. Apalagi kalau perempuan, bisa lebih sensi lagi. Efeknya juga cukup bahaya, bisa membuat seseorang bunuh diri.

Bagi laki-laki, ia bisa mengutarakan perasaannya kepada perempuan yang dicintainya kapan saja, tapi lain halnya dengan perempuan yang jatuh cinta. Baginya, diam dan memendam adalah hal yang sudah pasti tak terhindarkan karena itu yang dianjurkan.

Alih-alih meminta titik terang, terkadang malah hanya berpura-pura biasa saja, menjadi satu-satunya pilihan. Jika tidak berjodoh, ya akan terpendam dan hilang, itu kalau bisa cepat teratasi, kalau tidak? bisa menjadi tekanan dalam hidupnya.

Namun, kita mesti memahami sebuah makna kesiapan dan kepantasan. Mana mungkin Allah akan membiarkan dua orang insan yang belum sama-sama siap, kemudian dibiarkan melabuhkan layar.

Silahkan Baca :  Untukmu Calon Pasangan Halalku, Marilah Pantaskan Hati agar tak mudah Pergi kepada Hati yang lain

Bagaimana juga Allah akan mengizinkan dua orang hamba yang belum saling pantas akan bersama hanya karena sebuah rasa yang tergesa-gesa.

Untuk saat ini,menunggu adalah waktu yang tepat bagi perempuan atau laki-laki dimana kesiapan belum terasa dan kepantasan belum terbentuk. Meskipun hati sudah begitu ingin bertemu dan menemui dalam keadaan siap dan pantas.

Itu dilakuakan semata-mata agar kelak, yang perempuan bisa menjadi makmum yang tak sekedar menyempurnakan Agama lelakinya, tapi menjadi penyeimbang, pengingat dan akan bergandengan Hingga Jannah-Ny. Dan yang laki-laki bisa menjadi imam yang baik.

  
Penulis: Nadhillah Gayvani 
Edited: Yogi Permana
Jangan Lupa Tersenyum
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar