Skip to main content

Pintu Syaiton di Bulan Ramadhan dari Makan yang Terlalu Kenyang

Pintu Syaiton di Bulan Ramadhan dari Makan yang Terlalu Kenyang

Pintu Syaiton di Bulan Ramadhan dari Makan yang Terlalu Kenyang - Rasa syukur yang terus diagungkan hanya kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, kita bisa dipertemukan dengan bulan Ramadhan. Bulan yang begitu mulia, bulan yang penuh dengan ampunan. Dan juga bulan yang mudah bagi kita untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Sebelum masuk pada pokok bahasan berupa pintu syaiton di bulan Ramadhan, Makan Terlalu Kenyang. Terlebih dahulu sedikit saja kita bahas tentang Ramadhan.

Di Bulan Ramadhan, kita diwajibkan untuk berpuasa dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Sungguh, sebuah perjuangan yang luar biasa dalam kesehariannya. Bagaimana kita tidak hanya menahan lapar dan minum, tapi juga menahan nafsu.

Berusaha untuk tidak marah, benci, sebel, atau menghardik orang lain ketika orang lain berbuat salah. Harus berusaha menjaga mata, hati dan mulut dari serangan berupa godaan-godaan dari luar. Itu sangat berat bagi kita.

Apalagi yang namanya ngomongin orang, karena hampir dipastikan, kita sering kelepasan ngomongin orang tatkala lagi kumpul bersama teman-teman. Asal ceplos aja, langsung ngomongin si Fulan.

Baca Juga :  Ramadhan, Aku Menantimu

Balik lagi ke topik utama, yakni pintu syaiton di bulan Ramadhan. Meski katanya Syaiton sudah dipenjara saat bulan Ramadhan. Akan tetapi Syaiton telah berhasil mengubah kebiasaanmu sebelum Ramadhan, terutama dalam hal nafsu syahwat.

Saat berbuka puasa, langsung deh apa saja disantap. Untuk mengisi perut yang seharian sudah kosong. Apa saja yang tersedia dimeja makan, langsung disantap saja dengan lahap. Walhasil rasa kenyang pun mendera, jika kekenyangan, penyakit yang akan muncul adalah rasa malas.

Itulah kenapa Pintu Syaiton di Bulan Ramadhan, salah satunya adalah dari makan yang terlalu kenyang saat berbuka puasa. Jika kenyang, terus malas.

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata : "Diantara pintu-pintu syaiton adalah kenyang, karena sesungguhnya hal itu akan (menjadikan) menguat syahwatnya dan menyibukkannya (berpaling) dari melakukan amal ketaatan." 

Hal tersebut juga diperkuat dengan Firman Allah sebagai berikut:

"makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan". (QS. Al-A’raf; 31)

Allah saja tidak menyukai orang yang makan terlalu kenyang, secara logika saja. Orang yang makan terlalu kenyang seperti tidak ada bedanya dengan orang yang rakus.

Selain itu, jika kita berbuka puasa dengan makan yang terlalu kenyang, itu akan membuat kita malah malas untuk beribadah sholat Tarawih. Mau bergerak saja rasanya susah, gerakan jadi kurang leluasa. Gerak dikit mau muntah dan mual.

Baca Juga :   5 Perkara yang harus Dihindari agar Puasa jadi lebih Berfaedah

Itulah yang membuat kita malas untuk beribadah. Bahayanya lagi adalah, terus ketiduran yang menyebabkan kita tidak menjalankan sholat isya dan tarawih.

Pintu Syaiton di Bulan Ramadhan dari Makan yang Terlalu Kenyang


Sebenarnya bukan hanya itu, bagi kesehatan juga sangat tidak baik. Memang, sangat berbuka rasanya pengen membalas dendam semuanya, setelah seharian lapar, saat berbuka, pengen segera dimakan semua yang ada.

Gula yang terdapat dalam makanan akan semakin banyak masuk kedalam tubuh, dan badan kita malah akan bisa lebih menggemuk. Bukannya puasa mengurus, malah jadi lebih gemuk. Semua tergantung pola makan.

So, lebih baik makan kurma atau takjil terlebih dulu. Atau separuh porsi terlebih dahulu. Nanti setelah Tarawih bisa setengah porsi lagi.

Imam Al Ghazali juga berpendapat, jika makan terlalu kenyang juga akan menimbulkan hal-hal negatif

1. Perut yang kenyang bisa membekukan hati

Nah, gimana? hati kita jadi tidak peka. Bahaya kan kalau sudah kaya gitu. Rasa tidak peduli bisa semakin membesar. Dan itu bisa menghancurkan segalanya.

2. Merusak Akal kita

Secara logika saja, kalau kita makan terlalu kenyang. Rasanya pasti mengantuk. Atau malah fokus dengan permasalahan perut kita. Walhasil, malas untuk berpikir. Kalau sudah malas mikir, akalnya juga akan mengikuti.

3. Menghilangkan hafalan kita

Sering makan telalu kenyang juga bisa menghilangkan hafalan kita. Kok bisa? ya bisa. Sekarng kita lihat orang yang terlalu kenyang cenderung lebih suka berdiam diri tidak ngapa-ngapain. Jadinya malas. Pikiran jadi tumpul, karena jarang untuk berpikir. Pengennya santai dengan kekenyangannya.

Baca Juga : Gratis Download Desain Dakwah Tema Ramadhan

Kalau sudah kaya gitu, bisa ilang lama-lama hafalan kita.

4. Membuat anggota badan jadi berat untuk bergerak ibadah dan menuntut Ilmu.

Ini sudah dijelaskan juga diatas, perut kenyang menyebabkan rasa malas. Efeknya jadi, malas ibadah, dan malas untuk menuntut ilmu.

5. Memperkuat syahwat

Nah, inilah yang sangat disukai oleh syaiton. Yakni syahwat. Karena godaan akan syahwat seringkali membuat seseorang terperosok kedalam lembah kenistaan. Syaiton akan berpesta jika kita sudah terperosok. Na'udzubillah...

Ini malah akan membuka pintu bagi syaiton di bulan Ramadhan untuk menggoda kita lebih lanjut. Sampai kita tidak mendapatkan apa-apa di bulan Ramadhan.

Jika terjadi demikian, menjadi kemenangan para syaiton.

Oleh karena itu, sebagai manusia yang berakal. Kita seharusnya bisa berpikir lebih logis. Jika kenyang akan membuat susah bergerak dan aktifitas, sehingga makan pun secukupnya.

Memang semua tergantung pada kemampuan masing-masing dalam menjaga pola makannya. Kalau syahwat makannya sudah tinggi, ya mungkin bakal butuh perjuangan yang tidak mudah.

Baca Juga :   Kata-Kata Ucapan Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Tidak mudah bukan berarti tidak bisa, sering niat dan tekad, semua bisa terjadi. Allah Maha Besar dan Maha Kuasa atas segala hamba-Nya.

  

Jangan Lupa Tersenyum
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar