--> Skip to main content

Meraup Untung dari Budidaya Jamur Tiram meski Awalnya hanya Penjaga Kantin

Meraup Untung dari Budidaya Jamur Tiram meski Awalnya hanya Penjaga Kantin
Ibu Rokhyatun

Berawal dari mengamati anak jajan jamur, Ibu Rokhyatun kemudian mencoba Budidaya jamur, malah meraup untung

Atmosterku.com | Meraup Untung dari Budidaya Jamur Tiram meski Awalnya hanya Penjaga Kantin - Berawal dari berdagang dikantin sekolah, kemudian mengamati anak-anak yang suka makan jajanan dari jamur Tiram. Kemudian Ibu Rokhyatun berpikir, bagaimana jika beliau membuat sendiri jamurnya dan kemudian di Jual, sepertinya akan menguntungkan

Sekitar tahun 2013 Modal nekad, Bu Iroh (sapaan Akrabnya) memulai budidaya Jamur Tiram, dengan modal yang sedikit menggunakan bayaran dari menjaga kantin. Beli Baglog jamur sedikit demi sedikit, setiap penjualannya disisihkan untuk diputar kembali.

Melihat limbah kayu di Kecamatan Pejagoan yang belum dipakai, beliau manfaatkan sebagai bahan pembuatan Baglog Jamur Tiram. 

Baca Juga : Pasangan ini Berbisnis Batik Bermodal Uang Amplop Nikah dari Para Tamu

Sekarang Ibu Iroh sudah memproduksi Baglog jamur tiram sendiri dan dijual kembali jika ada yang memesan. Hingga sampai saat ini dari 500 baglog Jamur menjadi 5000 - 8000 Baglog Jamur Tiram.

Tempat budidaya yang berada di tepian sungai Lukulo menjadikan suasananya adem, tepatnya di Dk Depok RT 2/4 Pejagoan.

Dibantu oleh suami dan anaknya, Ibu Iroh terus meningkatkan produksi jamur tiram, menurutnya untuk mensuplai kebutuhan lokal di Kebumen saja masih kewalahan alias belum tercukupi. Meskipun di Kebumen saja sudah ada banyak pembudidaya Jamur Tiram.
 
Yuk Tonton selengkapnya di video dibawah ini,  Ibu Rokhyatun Meraup Untung dari Budidaya Jamur Tiram meski Awalnya hanya Penjaga Kantin
 
 
  
"Selama kita masih punya hati yang hidup, mari sebarkan kebaikan" www.atmosferku.com

Newest Post
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar