4 Perilaku Hidup Hemat yang Sebenarnya bisa Kamu Lakukan dan Terapkan

shares |

Terkadang terlalu hedonis membuatmu jauh dari Perilaku Hidup Hemat






4 Perilaku Hidup Hemat yang Sebenarnya bisa Kamu Lakukan dan Terapkan
Perilaku Hidup Hemat. ( Elshinta.com )

Atmosterku.com | 4 Perilaku Hidup Hemat yang Sebenarnya bisa Kamu Lakukan dan Terapkan - Beberapa dari kaum kita biasanya akan merasa keberatan ketika dirinya harus berhemat. Ada banyak alasannya, yang butuh inilah, yang butuh itulah, tapi kenyataannya hanya untuk berbelanja sesuatu yang kurang dibutuhkan. Itu bisa menjadi bukti susahnya berpetilaku hidup hemat. Jangan sampai deh budaya hemat berganti dengan tradisi boros. It’s bad, broo. Allah pun telah mengingatkan kita dalam firmannya :

“..., dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.” (Q.S. Al-Isra’ ayat 26-27)

Nah lho, jangan sampai kita terjerumus untuk berperilaku boros, pengeluaran yang boncos, yaa. Sebaliknya, sebaiknya kita melestarikan budaya hemat. Dari zaman bahela sampai hari ini, perilaku hemat tidak pernah merugikan. Tapi, hematnya jangan sampai kelewat yaa, nanti jatuhnya malah pelit hehe...


“Tapi gimana caranya?” Nah, berikut beberapa hal yang dapat membantu misi kita untuk berhemat. Ada 4 Perilaku hidup hemat yang sebenarnya bisa Kamu lakukan dan terapkan

1. Skala Prioritas = Belanja Berkualitas

Masih ingat dengan yang satu ini kan? ilmu ekonomi sejak jaman eSeMPe nih. Skala prioritas itu penting bro! malahan penting banget nget nget.

Sebelum kita berbelanja atau ketika punya keinginan membeli sesuatu secara bersamaan, akan lebih baik jika kita membuat skala prioritasnya terlebih dahulu. Skala prioritas adalah catatan daftar barang yang hendak kita beli, mulai dari yang paling diprioritaskan, paling dibutuhkan, atau paling mendesak hingga barang-barang yang pembeliannya bisa ditunda. Salah satu prinsip perilaku hidup hemat nih..

Lalu bagaimana cara menyusunnya agar skala prioritas kita tepat? Sebenarnya hal ini tergantung siasat masing-masing yang dapat terlatih dari pembiasaan. Pertama, prioritaskan barang yang benar-benar sedang mendesak kebutuhannya. Kedua, pertimbangkan manfaat dari barang yang akan dibeli. Dahulukan barang yang memiliki manfaat lebih besar. Setelah itu, perkirakan harga masing-masing barang yang akan kita beli agar kita bisa mengira-ngira berapa barang yang bisa kita beli dengan dana yang tersedia. Jangan sampai melampaui jumlah dana yang tersedia, yaa hehe....
 

2. Nggak papa mahal dikit, yang penting awet dan nggak bolak-balik beli.

Pernahkah kalian membeli suatu barang dengan harga terjangkau, tapi baru beberapa kali pakai sudah harus membelinya lagi? Jika iya, coba pikirkan kembali, bagaimana seandainya kalian cukup membeli barang sekali dan bisa digunakan untuk jangka waktu yang panjang, alias awet?

Mari kita ambil contoh tas dan sepatu. Sering kali anak muda, terutama cewek menjadikan belanja tas dan sepatu seperti halnya belanja sabun dan bumbu dapur — bolak-balik beli (eits. yang merasa begitu jangan tersinggung, yaa..hehe). Sungguh ini diluar dari perilaku hidup hemat. Jangan ditiru ya, nggak baik buat kesehatan dompet.


Ada yang pengen gonta-ganti model biar nggak itu-itu melulu, biar nggak bosen. Ada yang memang menyamakan warna baju biar mathcing, jadi setiap warna baju harus punya tas yang match dengan warna bajunya. Ada yang mengatur model sesuai aktivitas, seperti kuliah, main ke luar, belanja, nonton, dan sebagainya. Ada juga yang bolak-balik beli karena yang lama sudah rusak. Begitu pula dengan sepatu. Bayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan setiap kali kalian membeli tas atau sepatu?

Bagaimana jika seandainya kalian tidak perlu membelinya berkali-kali?
“Nanti bosen, ah.” Tenang dulu, belilah barang yang membuat kalian jatuh cinta (sama barangnya yaa hehe). Karena ketika kalian sudah klik dengan barang tersebut, sudah cinta, mau dipakai berkali-kali pun saya rasa kalian tidak akan bosan. Sekalipun bosan, pasti itu hanya sesaat.

“Kalau nggak matching, gimana?” Sabar dulu, coba perhatikan foto-foto model ketika berbusana, apa warna aksesorinya selalu sewarna dengan busana yang dikenakan? Tidak. Cukup padu-padankan warna-warna yang ada, cerdik-cerdiklah. Takut nggak matching? Solusinya, belilah aksesoris dengan warna-warna netral sehingga bisa dipadukan dengan berbagai warna lain, misalnya warna putih, krem, hitam, dan cokelat.

Terakhir, belilah barang yang memang berkualitas. Jangan asal beli terjangkau, tapi pertimbangkan juga keawetannya. Tidak apa jika memang harga lebih mahal, asalkan lebih awet. Daripada bolak-balik beli, ya nggak?

Tapi juga jangan beli yang terlalu mahal, toh fungsinya juga sama, kan. Mending dimasukin kotak infaq aja lebihan uangnya, atau ditabung. Hehe..

3. Masak sendiri: Hemat, Sehat, Sesuai Selera
 
Hello, ladies! Memasak adalah hal yang lazim dilakukan oleh kaum hawa. Sudah bisa masak, kan? Mau kan, jadi idaman mertua? Hihi..

Nah, memasak sendiri cenderung lebih hemat dibanding membeli makanan di luar. Selain lebih hemat, dengan memasak sendiri kita akan tahu kualitas bahan-bahan yang ditambahkan dalam masakan. Berbeda halnya jika membeli di luar, kita hanya tahu hasil jadinya saja, tanpa mengetahui proses memasak serta bahan-bahan apa saja yang ditambahkan, apakah sehat atau tidak.

Selain itu, dengan memasak sendiri, kita bisa mengolah maupun menambahkan bahan apa saja ke dalam masakan sesuka hati kita. Hasil masakan nantinya juga pasti sesuai dengan selera kita. Gimana? Udah hemat, sehat, bisa olah sesuai selera pula. Ini menjadi perilaku hidup hemat yang sehat. ^ ^

4. Puasa: Hemat, Sehat, Berpahala

Hal yang satu ini sepertinya butuh niat dan tekad yang kuat. Tapi, tidak bisa dipungkiri bahwa kita bisa mendapatkan manfaat yang sangat besar. Apa saja?

Dari sisi medis, puasa adalah salah satu kebiasaan yang dianjurkan untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Ketika sesorang berpuasa, organ-organ dalam sistem pencernaan akan berhenti (baca: beristirahat) sejenak. Hal ini dapat mencegah kerusakan organ-organ tersebut. Seperti halnya barang yang dipakai terus menerus tentu dapat mengalami kerusakan. Nah, dengan mengistirahatkan kerja organ sejenak, tentu organ-organ tersebut akan terhindar dari kelelahan organ. Salah satunya adalah ginjal, ya, puasa ternyata puasa naik untuk GINJAL.


Dari sisi agama, berpuasa juga salah satu hal yang disunnahkan (selain puasa wajib), karena memiliki banyak manfaat baik secara fisik maupun psikis. Secara fisik, badan kita, terutama sistem pencernaan akan menjadi lebih sehat, seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Sementara secara psikis, kontrol emosi kita akan menjadi lebih baik, karena ketika berpuasa kita pun diharuskan menahan emosi kita.

Ketika kita sudah terbiasa, meskipun tidak sedang berpuasa pun pasti kita tetap akan bisa mengontrol emosi kita. Selain itu, dengan berpuasa kita juga insyaallah akan mendapatkan balasan berupa pahala dari Allah SWT. Nah lho, plus plus banget kan manfaatnya? Menjadi perilaku hidup hemat yang sehat dan berpahala. Puasa akan menggemblengmu untuk bermental pejuang.

Namun ingat! berbukalah dengan yang manis, ekh maksudnya berbukalah secara wajar. Karena beberapa dari kita, suka berbuka dengan makan yang wah. Pengennya makan-makanan yang enak dan berlebih, apa saja dimakan. Sampai ada yang bilang, "Puasa ko malah boros ya". Itu bukan puasanya, tapi kitanya yang belum bisa menerapkan essensi dari puasa. Kalau kita sudah bisa menerapkan, selain sehat dan berpahala, dengan puasa akan membuat kita lebih hemat. Betul atau betul banget?

Bagaimana temen-temen, adakah tips lain untuk melengkapi 4 Perilaku Hidup Hemat yang Sebenarnya bisa Kamu Lakukan dan Terapkan di atas? share juga ya pengalaman hidup hematmu di kolom komentar


  

Oleh Maheswari Ayu H  
Terima kasih ya telah menyempatkan waktu untuk membaca  4 Perilaku Hidup Hemat yang Sebenarnya bisa Kamu Lakukan dan Terapkan
Doa kami, Semoga rezeki berlimpah untuk temen-temen semua hari ini. Aamiin Yaa Rabb

Artikel Lainnya

Related Posts

0 komentar:

Post a Comment