Skip to main content

APAKAH BENAR, PACARAN ITU HARAM ??

Sebuah artikel dari atmosferku.com berjudul APAKAH BENAR, PACARAN ITU HARAM ??. Semoga bermanfaat, dan menjadi informasi agar kita menjadi pribadi yang lebih baik dan mendekatkan kita pada Sang Khalik dengan cara menjauhi segala perbuatan yang dilarang-Nya.

Apakah Pacaran Itu Haram ??
Apakah Pacaran Itu Haram ??                                                                      Photo by Yogi Permana



Pacaran, Pacaran, Pacaran... 
Pacaran itu haram atau tidak sih? Mari kita telusuri istilah yang meroket bersamaan dengan bebasnya pergaulan anak muda, maupun dewasa ini. Bahkan sekarang ini anak-anak SD pun telah mengenal pacaran. Asal kita tahu bahwa istilah Pacaran dalam KBBI, pacar artinya teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih; kekasih. Kata “yang tetap”, saya cetak tebal karena rasanya kurang tepat apabila dikaitkan dengan kenyataan yang ada. Pada nyatanya, makhluk yang disebut ‘pacar’ oleh insan yang mengaku kekinian ini hanyalah perkara yang fana. Betul begitu? dalam Al Qur’an saja tidak dicantumkan atau lebih tegas lagi, TIDAK ADA. Namun mereka semua tetap mem-follow-nya bahkan malah menjadi-jadi. Nih kata Allah dalam QS. Ar Rum : 21,  
diantara tanda-tanda kekuasaanNya, Dia menciptakan untuk kita isteri-isteri, agar kita merasa tenteram dan mendapatkan rasa kasih sayang, hal ini benar-benar terdapat untuk kaum yang berfikir. Baca ya, bukan pacar, tetapi isteri-isteri yang akan membuat tentram karena jauh dari dosa. Dan Allah selalu mengakhiri dengan kalimat “tanda-tanda bagi kaum yang berfikir
Luar biasa ya sindiran Allah, karena sekarang sindiran dari Allah seperti tak bermanfaat. Kata anak sekarang "Gak ngaruh", lah wong enak sih, ya tidak peduli dan tidak mau memikirkannya, apakah sesuai aturan-Nya atau tidak.

Lihatlah sekarang! Pergaulan-pergaulan bebas yang semakin meradang, membuat moral muda-mudi turun drastis. Mereka anggap bahwa setatus pacar sama halnya dengan status istri/ suami, padahal disuruh menikah pun mereka takut. Akibat pergaulan bebas, lihat lah  berita di televisi, banyak muda-mudi yang tertangkap basah sedang berada di kamar kos-kosan, Hamil diluar nikah, bahkan membunuh pun sampai mengatasnamakan cinta karena tidak ingin pacarnya jadi milik orang lain. Na’udzubillah..
BACA JUGA :
Semua itu, terjadi dikarenakan cinta yang berlebihan pada lawan jenisnya, dengan pengaruh negatif semua bisa terjadi dan tidak terkendali, hanya penyesalan yang akan menjadi bayang–bayang dikemudian hari.
Bagi yang melakukan aktivitas pacaran, pasti akan  merasakan naluri meggebu untuk terus bertemu, itu yang membuat muda-mudi menduakan Allah, sudah menduakan, diluar aturan-Nya pula. Padahal harusnya Allah lah menjadi yang pertama. Dalam pacaran, bukan karena Allah melainkan lebih karena nafsu atau keinginan, bukanlah cinta. 

Saya bersyukur mampu lepas, walaupun awalnya sakit. Perlahan tapi pasti, Alhamdulillah saya bisa melupakannya. Karena saya inget satu pesan orang tua, “jangan nyakiti perempuan”. Dan inget Gan, bahwa pacaran bahayanya besar, mudharatnya gedhe, manfaatnya kecil. Bahkan hampir tidak ada. Meskipun begitu, banyak muda-mudi yang banyak alasan agar pacaran itu benar. sekarang kita lihat
 
"Mas, pacaran kan membuat kita jadi semangat belajar, semangat ibadah, kan ada yang ingetin selalu." 
Toh, tetep gitu-gitu saja kan. Bagi yang pacaran tanyakan pada diri sendiri. Tetep tidak ada perubahan tho. Akh, itu hanya akal-akalan saja. Gimana mau ibadah khusyuk kalau inget pacar melulu. Kalau lagi berdua apa inget sholat? atau sholat sambil pacaran? Itu mah ngaco..
Inget ya, ibadah itu karena Allah bukan karena pacar, malah bisa jadi riya tuh. "Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan Semesta Alam.” (Q.S. Al An’am: 162). Jangan ada embel–embel tentang dia yang selalu mengingatkanmu menuju ketaatan. Kalau aspeknya mengingatkan bisa tuh sama teman sendiri, yang cowo saling mengingatkan dengan yang cowo, begitu pun sebaliknya pada perempuan.
"pacaran kan meningkatkan kualitas hidup lho Mas.."
Ini apa lagi, coba rasakan, awalnya saja senang, setelah kurang lebih 3 bulan mulai deh kelihatan, lebih banyak bertengkarnya, khawatir, cemburu, pastinya begitu. Iya tho, udah ngaku aja. Semua hal yang dirasakan itu menurunkan kualitas hidup terutama kesehatan.
"Kita pacaran gak ngapa-ngapain ko, cuma sebatas pengenalan, ketemu saja di Masjid. Jadi gak zina, pacaran kan hanya sebuah nama saja.."
Ini cupu, apa pura-pura polos? hehe... 
Bukan namanya, melainkan aktivitas pacaran itu yang salah. Jika sudah sama pacar pasti tuh smsan, telponan, chattingan. Yakin bisa nahan itu semua, dan menahan gejolak rasa ingin bertemu sang pacar? apalagi ketemu di Masjid? maksiat ko di Masjid, Masjid sudah punya tempatnya masing-masing untuk laki-laki dan perempuan.
Proses pengenalan, ya kaya ta'aruf ! Kalau ta'aruf ya harus berani ke rumah si perempuan ketemu dengan orang tuanya. Kalau hanya janjian ketemu disuatu tempat cuma berdua mah bukan pengenalan, meskipun di masjid. Kalau itu namanya mah ketempelan. hehehe...^ ^ (ditempat saya ketempelan itu sama saja, tubuh serta akalnya dikuasai setan )
"Pacaran kan berlatih menjaga komitmen yaa.."
Berlatih menjaga komitmen, boleh, maksudnya boleh juga tuh modusnya (hehehehe...). Kata petuah bijak ya, "komitmen itu terjadi ketika bener-bener yakin ya dengan ta'aruf (Baca Juga: Ta'aruf Hanya Sekedar Cerita) dan semakin berkomitmen tatkala sudah mengkhitbah atau dikhitbah".
Bukan komitmen dengan smsan, telponan, jalan-jalan berdua, boncengan berdua, saling memanggil sayang/ cinta/ Beb (hehehhee...)
"Tapi aku sangat mencintainya.. "
Jika kamu sangat mencintainya, maka jangan ajak untuk pacaran melainkan nikahi. Sebagai tanda kamu benar-benar mencintainya. Jika katanya cinta namun ngajak pada kemaksiatan itu mah bukan cinta broooh.. sist....

"Tapi kalau tidak pacaran, tar dia pacaran dengan orang lain, gimana?"
Hehehe... kalau dia pacaran dengan orang lain berarti kamu diselamatkan oleh Allah, karena yang terbaik buatmu bukan dia yang mengajak pada kemaksiatan.  Sabar saja, terus mendekatkan diri pada Allah. Perbaiki niat, agar segera sang bidadari yang pantas untukmu segera hadir dalam sebuah penantian yang di ridloi-Nya.

Wahai sang Bidadari,
jangan mau kau mudah diperdaya laki-laki,
sebelum akad nikah terjadi,
harus bisa menjaga diri,
dengan segenap hati.
Sabar bahwa Jodoh dari Allah sudah menanti,
menjemputmu dengan ikatan yang suci.
Wahai sang Pangeran,
jangan mudah kau ingin memiliki,
apalagi memegangi,
hina sekali jika sampai mencicipi,
sebelum semua terjadi,
datangi ayahnya dengan tekad dari hati,
agar kata sah terdengar dari para saksi,
 dipernikahan nanti.

Itulah cara yang Allah ridhoi

BACA JUGA :

Banyak alasan untuk melegalkan Pacaran. Sekali lagi saya tekankan, saya tekankan bahwa cinta berasal dari Yang Maha Baik, jadi cinta itu bernilai kebaikan. Bukan mengajak dalam keburukan. Seperti halnya pacaran, jadi demi cinta yang bernilai baik Udah Putusin Aja pacarmu yang sekarang jika tidak berani segera menikahi dalam waktu dekat. Anda bisa merasakannya sendiri, jika sekarang masih pacaran. Lebih banyak bahagianya atau sakitnya. Manfaatnya atau mudharatnya. Paling baik, nikahi atau tinggalkan. Ingat!! Pacarmu itu belum tentu jodohmu, jadi jangan sampai memberikan segalanya atau melakukan lebih yang katanya tanda atau pembuktian cinta. Itu hanya argument tipu daya syetan. 

Cinta hanya untuk yang pasti, seperti cinta Allah kepada hambanya itu pasti. Cinta orang tua kepada anaknya itu pasti, maka cintailah sesuatu untuk hal yang pasti. Bukan mencintai hal yang jelas-jelas tidak pasti dan yang pasti hanyalah negative dan dosa. Seperti Pacaran, sangat meragukan, karena tidak ada nilai kepastian yang positif. Bukankah Rasulullah SAW mengatakan, “jauhi lah yang meragukan”. Tidak hanya meragukan tetapi juga penuh dengan mudharatnya. Pacaran bukanlah cinta, melainkan lumbung nafsu. Jadi sebelum terlambat yakinkan diri, untuk tidak Pacaran. Bukan kah jika kita menjauhi keburukan akan mendatangkan kebaikan? Tidak percaya?  Coba sekarang lakukan. Setidaknya, kebaikan tersebut berupa ketenangan. 

Jadi sekali lagi, sebelum terlambat dengan cinta yang salah sebaiknya putusin aja dan jadilah jomblo yang keren, atau single yang berkarakter. Manfaatkan untuk mendekatkan diri dan berbuat banyak kebaikan. Niscaya, Allah akan mengganti semua keberanianmu, dengan sesuatu yang lebih bermanfaat. Percaya atau tidak? Kali ini harus percaya semua. Percaya saja ya, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti

-    Hamil diluar nikah
-    Membunuh janin atau bayi yang tidak berdosa.
-    Memutus tali silaturahmi
-    Menciptakan dengki dan dendam
-    Cemburu buta, yang bisa berakibat meneror
-    Sakit hati yang bisa berujung pada pembunuhan. 

Hal-hal seperti diatas sudah sering terjadi dikalangan muda-mudi. Apa lagi sekarang menyaksikan acara-acara televisi yang membuat miris, bagaimana tidak, lihatlah apa yang ditayangkan, hedonisme dari gaya kebarat-baratan. Padahal kebanyakan anak sekolah di Indonesia sekarang tuh menggunakan jilbab (Baca Juga : Manfaat Jilbab Menurut Islam dan Sains) dan seragam yang lebih tertutup. Tapi apa yang ditayangkan dalam film-film ditelevisi sangat tidak nyata. Menggunakan rok mini, pakaian ketat dan sebagainya. Bahkan tayangannya mengumbar kemesraan anak muda.
So, pacaran itu memang tidak baik dan haram karena menyalahi aturan-Nya. Karena Pacaran lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya, apalagi Pacaran di-era kekinian sekarang ini lebih menjerumus pada zina. Bahkan, seorang temen saya pernah nyletuk, jika perempuan yang sudah pacaran, dia sudah tidak perawan lagi. Itu kata temen saya, meskipun begitu, harusnya menjadi pelajaran berharga buat kita bahwa mendapatkan pasangan yang diridloi Allah itu bukan hanya sekedar keinginan saja. Melainkan melalui tahap-tahap yang diridloi Allah seperti halnya ta'aruf yang syar'i. (Baca Juga: Sebenarnya Apa Sih Arti Istilah Pacaran Itu ????? )

“Lagi-lagi bahwa ketetapan hati pada CintaNya, akan membuat kita fokus pada kebaikan”
Pustaka:
- AL QUR’AN
- Siauw, Felix. 2013. Udah Putusin Aja. Bandung: Mizan
- Permana, Yogi. 2016. Panah-Panah Cinta. Jakarta: Quanta.
- El-Bantanie, Ahmad Rifa’i. 2013. Pacarmu Belum Tentu Jodohmu. Jakarta: WahyuQalbu.

 
Oleh Yogi Permana | IG: @permanaglobal  | Twitter: @permanaglobal

Demikianlah artikel dari atmosferku.com tentang Apakah Benar, Pacaran Itu Haram ??. Jika Anda menyukai dan juga bermanfaat untuk yang lain informasi ini, mohon share dengan memberikan like, twit atau berkomentar di bawah ini sehingga bisa menjadi referensi bagi sahabat semua di jejaring sosial Anda. Terima kasih.   
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar