Skip to main content

Apakah Aib harus Diceritakan pada saat Ta'aruf?

Apakah Aib harus Diceritakan pada saat Taaruf?

Apakah Aib harus Diceritakan pada saat Taaruf? - Coba siapa yang cari pasangan hidupnya melalui proses Taaruf? Mungkin proses Taaruf masih kurang nyaring terdengar ditelinga, karena tanpa ada proses pacaran tapi langsung menikah. Sepertinya mana mungkin ya, ibaratnya kaya beli kucing dalam karung.

Namun, ternyata taaruf menjadi sebuah proses yang meminimalisir rasa sakit hati. Coba kalau melalui proses pacaran, udah sayang-sayangnya tapi tak mendapat restu oleh orang tua, atau ada sebuah hal yang menjadikan hubungan tak bisa lagi dilanjutkan.

Pasti kamu akan merasakan sakit hati yang teramat sakit, apalagi jika orang tua tidak menyetujui, malah bisa merenggangkan hubunganmu dengan orang tua. Karena kamu sudah merasakan rasa sayang yang lebih pada pacarmu itu.

Pasti paham kan, kalau kamu sekarang lagi pacaran, atau pernah pacaran. Kamu akan lebih mementingkan pacarmu dari orang tuamu? iya ata ya?

Kalau melalui proses ta'aruf, kamu bisa menghindari itu semua. Cara mengenal seseorang melalui proses ta'aruf pun penuh keyakinan dan elegan. Dan ingat ya, dengan ta'aruf, berarti kamu menunjukkan tingkat keseriusanmu. Beda dengan pacaran, kalau pacaran, lebih ke tingkat nafsumu.

Silahkan Baca :  Ta'aruf Hanya Sebuah Cerita


Jika kamu ingin memulai dengan hal yang baik, yakni melalui proses ta'aruf dan kamu takut dengan masa lalumu yang penuh dosa, tenang saja. Ingat ya, Allah akan menutupi semua Aibmu, selama kamu benar-benar taubat. Taubat yang sebenar-benarnya, yakni taubat nasuha.

Dan kamu bingung, apakah aibmu tersebut harus diceritakan atau tidak terhadap calon yang bakal kamu ta'arufi? nah, berikut penjelasannya dari Mas Arif Rahman Lubis, founder dari Teladan Rasul.

Pertanyaan ini banyak sekali datang mengenai "apakah Aib harus diceritakan saat Ta'aruf?".

Ayo dibahas bersama-sama. .

1) Aib yang perlu disampaikan saat Ta'aruf


Menurut Syaikh Soleh Al Utsaimin, "Aib adalah segala keadaan yang menghilangkan tujuan utama nikah, di antaranya adalah kenikmatan,pelayanan, dan tidak mandul."

Contoh aib: mandul,cacat,buta,penyakit berat kambuhan,dll. Ini diberitahu.Yang demikian sebaiknya diceritakan, karena hal tersebut untuk masa depan pernikahan. Atau terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke proses yang lebih serius yakni lamaran, sebaiknya masing-masing periksa kesehatan. Agar sama-sama nyaman dengan kesehatan masing-masing.

2) Aib terkait maksiat masa lalu tidak perlu ditanyakan/ diutarakan saat Ta'aruf


Dia dulu pernah #pacaran sampai ngapain aja, itu tidak perlu ditanya. Yang perlu dipastikan dia sekarang dan kedepannya tidak akan pacaran. Jangan mencari-cari aib maksiatnya. Karena "Siapa yg menutupi aib seorang muslim, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat" (HR Bukhari Muslim)


3) Aib maksiat yang sudah Allah tutup, jangan kamu tanyakan atau ceritakan saat Ta'aruf. 


Aib maksiat obatnya adalah taubat nasuha. Dan jika Allah sudah menutupi aib maksiat kita, jangan lagi kita menceritakannya.  

"Semua umatku akan diampuni, kecuali orang yang terang-terangan melakukan maksiat. Termasuk bentuk terang-terangan maksiat, seseorang melakukan maksiat di malam hari, Allah tutupi sehingga tidak ada yang tahu, namun di pagi hari dia bercerita, ‘Hai Fulan, tadi malam saya melakukan perbuatan maksiat seperti ini..’"(HR Bukhari Muslim)

4) Jika calon pasanganmu ngotot bertanya aib maksiatmu saat Ta'aruf.


Maka ingatkanlah ia akan hadits ini, "Siapa yg mencari-cari aib saudaranya sesama muslim, Allah akan mencari-cari aibnya.." (HR Turmudzi)

Jika ia tetap bersikukuh? Maka coba, minta dia duluan yang membuka semua aibnya. Semuanya. Berani tidak dia? (Kemungkinan dia tidak mau). Jika ternyata dia mau, maka katakan, "Jangan deh, aib masa lalumu itu cukup untukmu. Aku menerimamu yang sudah berhijrah sekarang"

Nah, kalau sudah seperti ini dia masih kukuh mengungkit aib maksiatmu, maka kamu punya pilihan.

a) Menolak untuk menjawab. Dengan kemungkinannya adalah Ditolak karena dia bersikeras harus tahu jawabannya. Atau diterima, dia menerima kamu tapa perlu mengumbar aib yang sudah Allah tutup.

b) Mau menjawab. Dengan kemungkinan terburuknya, Ditolak karena dia tak bisa menerima masa lalumu. Atau diterima dan dia mau melanjutkan proses. Jika dia menerima, maka kamu minta dia berjanji untuk tidak akan mengungkit-ungkit lagi.

Silahkan Baca : Pelajaran Berharga mengenai Ta'aruf dari Pernikahan Sesama Guru dalam satu Sekolah ini


Menceritakan atau menanyakan kembali aib masa lalu, memang sangat riskan, karena akan membuatmu terkungkung dalam bayangan aib masa lalu pasanganmu. Dan yang bahaya, ketika terjadi cekcok atau pertengkaran, terus emosi sudah tak terkontrol, bisa jadi salah satu akan saling menyebutkan kembali aib-aibnya. Dan jika sudah terjadi, malah akan saling menyakiti.

Itulah kenapa sebaiknya aib yang berhubungan dengan dosa tidak usah ditanyakan ataupun diceritakan. Ketika kamu atau calonmu sudah bertaubat, berarti sudah siap memulai kehidupan baru ayg penuh dengan kebaikan.

  

Oleh Yogi Permana
Ta'aruf adalah proses terbaik sebelum menikah, untuk saling menjaga satu sama lainnya.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar