Skip to main content

Jangan Terpaku pada Rupawan atau kurang Rupawan, yang Terpenting Bekerja Keras

Jangan Terpaku pada Rupawan atau kurang Rupawan, yang Terpenting Bekerja Keras

Jangan Terpaku pada Rupawan atau kurang Rupawan, yang Terpenting Bekerja Keras - Kamu ganteng? atau kamu Cantik? Kalau tidak pun, itu oke-oke saja. Nggak masalah sama sekali. Wajah rupawan secara fisik tidak selalu berkorelasi positif dengan kesejahteraan finansial.

Pasti jika melihatnya sosial media, akan menjawab. Ya yang cantik, ganteng, pokoknya yang wajahnya rupawan, dia akan cepet kaya dan cepet terkenal menjadi selebgram. 

Padahal, itu tidak selalu. Masih banyak faktornya. Penelitian terbaru mengungkapkan, orang-orang yang tidak menarik justru menghasilkan uang yang lebih banyak.

Apa iya? Iya.

Studi ini telah dipublikasikan dalam Journal of Business and Psychology. Tim pe-riset adalah Satoshi Kanazawa dari Sekolah Ilmu Ekonomi dan Politik di London serta Mary Still dari Universitas Massachusetts di Boston.

Hasilnya, mereka yang 'sangat tidak menarik' malah mengantongi pendapatan rata-rata lebih tinggi.

Mungkin otak akan timbul pertanyaan, Kok bisa? Kenapa?

Silahkan Baca  : Bukan sekadar Kaya, Periksa kembali Niat dan Caranya

"Ternyata, tidak rupawan menjadi sesuatu yang bisa memotivasi dan memaksa seseorang untuk mengembangkan kemampuannya. Maka dia akan bekerja lebih keras," ujar penulis Roy Cohen.

"Pada beberapa profesi, wajah cantik bahkan menjadi hambatan tersendiri (bagi kaum wanita)," papar Stefanie Johnson, peneliti dari UC Denver Business School, yang telah menghelat penelitian tentang gender dan bidang-bidang pekerjaan.

Terus, apa poinnya buat kita semua? Jangan terpaku pada rupawan atau kurang rupawan. Pokoknya Jangan. Apapun rupa kita, yang penting menerima dengan segala rasa bersyukur pada Allah.

Nah, yang terpenting, Bagaimanapun kerja keras jauh 'lebih berbunyi' daripada apapun. Betul apa betul?

Kalau kita berhasil pada suatu hal karena kerja keras, ini menjadi something yang sangat fair. Semua orang bisa menerimanya dan kita boleh bangga karenanya. Akan beda ceritanya kalau semata-mata karena rupawan. Mari isi hari-hari kita dengan kerja keras. Serta jangan lupa, kita mesti melatih diri juga untuk bermental kaya.

Bukan dengan mencari cara agar bisa tampil rupawan, menjadi pribadi orang lain. Karena menjadi diri sendiri itu lebih penting, ketimbang menjadi orang lain.

Bumi ini sangat merindukan banyak orang yang mau menjadi dirinya sandiri, sebab, saat ini banyak orang yang memilih merubah dirinya semirip atau mengikuti orang lain, yang terkadang orang itu tidak lebih baik. Wallahu a'lam ....



  
Pustaka: 
WA Ippho Santosa
Editor : Yogi Permana
Semoga berkah berlimpah. Selamat beraktivitas teman-teman!
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar