Skip to main content

Jauhi Hasad dan Dengki, Karena bisa Menghapus Kebaikanmu

Jauhi Hasad dan Dengki, Karena bisa Menghapus Kebaikanmu

Jauhi Hasad dan Dengki, Karena bisa Menghapus Kebaikanmu  - Kita sebagai manusia memang lebih sempurna daripada makhluk ciptaan Allah yang lainnya. Tapi saking lebihnya kita sampai tak bisa mengontrol, bahkan sampai berkelakuan selayaknya makhluk Allah lainnya seperti binatang yang hanya mengandalkan insting dan hawa nafsunya saja.

Bagaimana tidak, sekarang sudah banyak terjadi kejadian dimana salah satu dari kaum kita yang tega menyakiti satu sama lain. Itu kan kaya binatang, bahkan ada yang tega menghabisi nyawanya hanya karena permasalahan yang sepele, dan yakin itu bisa diselesaikan dengan cara yang baik-baik. Namun, ya gitu, kalau naluri binatang buas sudah mengalir dalam darah, sesama pun akan diterkam tanpa melihatnya lagi dengan rasa.

Ya tidak sih seperti itu? menurut saya saja sih ini,

Mereka yang melakukan hal-hal tersebut karena dalam dirinya ada amarah yang terus terpupuk subur, yang bisa menelurkan rasa-rasa yang lain seperti iri, dengki, dan sejenisnya, dari rasa itu bisa terus membesar jadi rasa ingin melenyapkan.

Okelah, itu terlalu jauh bahasannya, sekarang kita baca komik sederhana berikut ini ya, yang saya ambil di media Instagram, akun Iqomic, baca dulu ya, komik sederhana yang harusnya jadi sindiran buat kita di era digital seperti sekarang ini.

Jauhi Hasad dan Dengki, Karena bisa Menghapus Kebaikanmu

Gimana? sudah membacanya? ada perasaan apa setelah membacanya? jadi merenungkah? atau biasa-biasa saja?

Namun, dari komik tersebut dapat kita ambil pelajaran, bahwa sosial media akan mampu memblender hati dan perasaan kita, sampai pikiran menjadi negatif terus. Rasa-rasa tersebut bisa menimbulkan hasad dalam hati. Misalnya, melihat temen sudah lulus karena tau di sosmed, jadi iri, dengki karena dia lulus duluan. Kemudian, jika melihat teman sudah sukses atau mendapatkan kerjaan, timbulah rasa iri, dengki, bahkan menyebarkan fitnah, "akh ya pantes dia udah dapat kerjaan, banyak kenal orang pemerintahan". Terus ketika melihat teman sudah menikah, hati ngrasa dongkol, iri, dan dengki terhadap temannya tersebut. Ingat ya, kita harus hati-hati! Iri dan Dengki hanya akan Menutupi Rezeki.

Itu hanya sebagian kecil saja yang terjadi di kita, belum sebagian yang besar lagi seperti yang saya sebutkan di awal-awal paragraf, yang bisa sampai membuat sesal yang tiada guna.

Jadi, bijaklah dalam mengamati sosial media, maupun mengamati omongan teman sendiri, jangan sedikit-sedikit emosi dan dendam. Hadapilah dengan tersenyum, apalagi jika itu sebuah candaan. 

Oleh makanya itu, Allah sudah mewanti-mewanti tiap dalam firmannya, "...untuk orang-orang yang berpikir". Yang sering baca Al Qur'an pasti ngerti. 

Doakan saja buat teman kita yang sukses, agar kesuksesannya menjadi berkah. Bukannya malah iri, dengki, dongkor dan sejenisnya. 

Menurut sebuah hadits, " Jauhilah hasad dan dengki, karena akan menghapus kebaikan seperti api memakan kayu bakar"( HR. Abu Dawud ).

Oleh sebab itu, jauhi segala yang bisa menimbulkan hasad, seperti terlalu memupuk rasa ujub, egois dan sejenisnya.


Asal tau saja, hasad itu sendiri merupakan mengharapkan hilangnya nikmat Allah dari orang lain, bahkan semata-mata merasa tidak suka dengan nikmat yang Allah berikan kepada orang lain. Kalau sudah seperti itu, apapun akan dilakukan untuk melenyapkan kenikmatan yang didapatkan orang lain.

Manusia hanya akan hasad dan dengki pada kelebihan seseorang, Ketika hasad timbul umumnya orang yang di dengki itu akan dizalimi sehingga orang yang di dengki itu punya hak di akhirat nanti untuk mengambil kebaikan orang yang dengki kepadanya. 

Jika kebaikannya sudah habis maka dosa orang yang di dengki akan dikurangi lalu diberikan kepada orang yang dengki. Setelah itu orang yang dengki tersebut akan dicampakkan ke dalam neraka. Wallahu a'lam....

Oleh sebab ini, dihimbau untuk segera menjauhi Hasad dan Dengki beserta dengan teman-temannya juga. 




  

Penulis : Yogi Permana
“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi Para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. an Nisa’: 32) Aamiin
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar