Berani Menggenggam lalu Semudah itu kemudian Melepaskan

Berani Menggenggam lalu Semudah itu kemudian Melepaskan

Berani Menggenggam lalu Semudah itu kemudian Melepaskan
minivote.blogspot.com
Berani Menggenggam lalu Semudah itu kemudian Melepaskan - Ketika berjalan menyusuri jalan dengan sorotan lampu di sisi. Kali ini hanya ada bayangan saja yang menemani tanpa adanya kamu di sisi lagi. Awalnya kita sejalan, kita sama-sama tahu kemana kita akan melangkah. Namun, saat bertemu dengan persimpangan, kita malah memilih jalan yang berbeda.

Di satu sisi, ada diri ini dengan keinginannya yang ingin menjadikan cerita kita bukan hanya cerita biasa, namun juga sebuah cerita sepanjang masa. Tapi, di sisi lain, ada kamu dengan keinginan kamu yang entah kemana arahnya. Tidak lagi tahu apa keinginanmu setelah menemui persimpangan.

Akhirnya, memilih untuk menghentikan langkah dan kamu semakin jauh meninggalkan. Entah siapa yang mementingkan ego, entah siapa yang salah, dan entah siapa yang menjadi korban atas nama “kita” yang berakhir.

Sebenarnya kamu fikir kamu siapa?

Berani menggenggam lalu semudah itu kemudian melepaskan dan hilang dengan menaburkan kekecewaan. Bukankah kamu yang dulu meletakkan harapan dan keyakinan yang tinggi, layaknya awan?

Silahkan Baca : Sebelum Kamu Menyakiti ataupun Tersakiti karena Pacaran, Segera Putuskan atau Halalkan!

Lalu kenapa kamu sendiri pula yang menjatuhkannya, bak hujan yang datang tiba-tiba tanpa ada mendung ataupun petir sebagai isyarat.

Kenapa kau benar-benar membawa diri ini ke dalam jurang tanpa pernah menariknya lagi ke atas tebing? kenapa? apa kamu emang sengaja demikian, ataukah emang hatimu demikian!

Pernah sama-sama percaya akan masa depan, yang kini telah menjadi serpihan-serpihan yang harus dipulihkan kembali, sendiri, tanpa bantuanmu!

Dan sudah tidak ingin mempertahankan sesuatu yang sudah jelas ingin lepas, mempertahankan kita yang sudah tidak diharapkan.

Jika melepaskan adalah pembuktian, silakan saja lihat dari kejauhan siapa yang senyumnya paling lebar. Bukan, bukan diri ini sedang berdendam, sudah berusaha untuk memaafkan.

Berani Menggenggam lalu Semudah itu kemudian Melepaskan

Diri ini hanya sedang bangun setelah jatuh. Menyembuhkan hati yang sudah menjadi serpihan halus tidaklah mudah. Apa kamu tahu itu? Atau kamu memang tak mau tahu.

Dibalik semua kesedihan yang datang, tetep percaya, bahwa ini memang jalan yang terbaik dari Tuhan, akan tiba saatnya menemukan manusia yang bisa membuat bahagia tanpa harus berakhir dengan duka serta lara.

Silahkan Baca :  Pada Hakikatnya Jodoh merupakan Cerminan dari Diri Sendiri, Maka menjadi Baiklah Karena Allah

Terkadang diri ini tidak mengerti dengan takdir yang menyapa, tapi lebih tidak mengerti kamu dengan perhatian yang hanya sementara. Andai saja melupakan kamu seperti menekan option delete pada keyboard komputer, pasti rasa kecewa hati ini akan cepat berlalu.

Ini merupakan sebuah cerita takdir Tuhan untuk kita. Semoga kamu selalu baik-baik di sana, dengan yang lebih membuat kamu bahagia. Jangan lagi membuat kecewa!

  
Penulis : Nadhillah Gayvani 
Doa kami, Semoga rezeki berlimpah untuk pembaca semua hari ini. Aamiin
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments