Sebelum Kamu Menyakiti ataupun Tersakiti karena Pacaran, Segera Putuskan atau Halalkan!

Sebelum Kamu Menyakiti ataupun Tersakiti karena Pacaran, Segera Putuskan atau Halalkan!

Sebelum Kamu Menyakiti ataupun Tersakiti karena Pacaran, Segera Putuskan atau Halalkan!

Sebelum Kamu Menyakiti ataupun Tersakiti karena Pacaran, Segera Putuskan atau Halalkan! - Ngomongin tentang jatuh cinta, sepertinya setiap orang sudah pernah mengalaminya ya? kalau belum pernah ngrasain jatuh cinta ya, itu sepertinya orangnya meragukan. Hehehe..

Nah, buat orang yang sedang terjangkit jatuh cinta itu ada yang bisa ngontrol tapi ada juga yang tidak bisa ngontrol bahkan malah dikontrol oleh perasaannya sendiri tersebut. Orang yang tidak bisa ngontrol perasaannya biasanya kalau jatuh cinta itu susah dinasehati, apalagi kalau sudah sampai terjeremus ke hubungan pacaran, pokoknya bagi mereka dunia itu serasa milik berdua, seolah ga butuh orang lain. Seperti pada artikel yang pernah saya tulis dengan judul foto-foto miris tentang pacaran anak zaman sekarang. 

Selain itu, setiap hari status sosial medianya juga dipenuhi tentang cinta, postingnya foto-foto berdua padahal belum sah !Foto-fotonya berlebihan lagi. Na'udzubillah..

Semua yang ada dipikirannya cuma cinta dan cinta, sampai kalau ada yang berniat baik menasehati dianggap ikut campur, iri, tak laku bahkan saat kamu berusaha istiqomah mempertahankan kejombloan kita dianggap so Alim, sok suci dan blabla lainnya. Pokoknya seakan yang memberi nasehat adalah orang yang salah deh. 

Tapi pas ngrasain putus mereka merasa jadi makhluk paling menderita, statusnya berubah haluan jadi galau-galau setiap harinya. Udah seperti manusia paling tersakiti, merasa tidak dihargain dibohongin dan sebagainya. Pokoknya berubah drastis deh. Biasanya dalam statusnya berupa umpatan sama bekas pacarnya itu, ekh bekas. Hahaha...

Mereka lupa Allah melarang buat pacaran, jangankan pacaran mendekatinya saja sudah Allah larang, tapi masih banyak saja orang melanggar dengan mengatasnamakan cinta, atau ada juga yang mengatakan pengenalan menuju jenjang yang lebih serius. Padahal ya emang iya sih serius, tapi serius maksiatnya.

Giliran disakitin nyari-nyari Allah, ngadu menganggapnya itu cobaan terberat, harusnya kamu sadar, kalau pacaran itu sama saja mengkhianati Allah, mengabaikan larangan Allah. Bayangkan, aturannya sang pencipta dilanggar, malah aturan dari pimpinan tempat kerja yang bener-bener diikuti dan tidak dilanggar. Jadi kalau sampai disakiti atau tersakiti itu ya salah kamu sendiri, karena sudah melanggarnya. Fyuuh... 

Sebelum Kamu Menyakiti ataupun Tersakiti karena Pacaran, Segera Putuskan atau Halalkan!
Logikanya, larangan Allah aja berani dilanggar apalagi cuma makhluk kaya kamu, jangan lupa kendali hatimu itu ada ditangan Allah. Dia berhak membolak balik hati manusia. Jadi jangan heran kalau pasanganmu tiba-tiba berubah dan memilih yang lain, lah wong tidak sah dan tidak ada perjanjian sebagai tanggung jawab. Mau-mau saja diajak pacaran. Huuft...

Jadi jangan berfikir kamu akan bahagia karena cinta, kalau kamu sudah melakukan sesuatu perkara seperti yang melanggar aturan Allah. Apapun dalihmu untuk menghalalkan sesuatu, apalagi cinta yang dibangun dengan pacaran, tapi saya juga pernah menuliskan kalau ada pacaran yang dibolehkan dan berpahala.

Dan jangan pikir berakhir bahagia selama kamu masih mencintai makhluk lebih besar dibanding cinta pada Allah dan Rasul.

Jadi gimana masih mau pacaran? Putuskan atau halalkan. Kalau sudah putus ya istiqomah dalam kesendirian. Paling tidak kamu jadi punya kesempatan lebih untuk memperbaiki diri, jika masih mengingat mantanmu itu, tenang saja. Ada cara menyembuhkan patah hati dalam waktu seminggu.

Minta sama Allah dengan dengan doa yang sebenar-benarnya, agar mendapat jalan yang Allah Ridhoi, dan pasti Allah akan kasih pasangan yang terbak, jangankan jodoh, lah wong surga saja Allah kasih kok, kalau kita mau taat. Yakin belum mau taat ?

  
Oleh Nadhillah Gayvani 
Editor Yogi Permana
Sejatinya cinta hanya ada kalau sudah menaati aturannya Allah
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments