Skip to main content

Hanya Sekedar menjadi Tukang Icip-Icip Ilmu

Hanya Sekedar menjadi Tukang Icip-Icip Ilmu

Hanya Sekedar menjadi Tukang Icip-Icip Ilmu - Mempelajari ilmu dan konsisten menerapkannya itu penting, apalagi ilmu agama. Agama itu ketenangan, dalam setiap ajaran agama ada kenyamanan. Semakin dipegang dan dijalankan semakin damai. Terapi, dijalankan perlahan, dan dipertahankan kalau bisa ditingkatkan, efeknya pun akan berkepanjangan.

Menerapkan ilmu tidak selalu langsung jadi, memang ada orang yang bisa cepet jadi, namun ada juga yang lama. Karena niat dan usaha masing-masing beda dan nilainya juga tak sama. Semua dari hati, bagaimana niatana dalam hatimu.

Misal, ada ayat yang mengatakan dengan mengingat Allah hati menjadi tenang, terus ada yang mengingat Allah dalam sehari, 2 hari, sampai sebulan itu tidak mendapat ketenangan. Bukan berarti gagal dan kemudian mengatakan yang sebaliknya bahkan sampai menghujat.

Coba lihat kembali niat yang ada didalam hatimu, apakah kamu benar-benar hanya mengingat Allah, atau sebatas ingat? kemudian bagaimana cara kamu mengingat?

Kondisi saat mengingat itu juga penting, itulah kenapa istighfar, sholat, dan beribadah yang lain itu disarankan. Salah satunya agar kita lebih mudah mengingat Allah, lebih fokus lagi. Kalau ketika makan kamu mengingat, pasti tidak fokus. Karena rasanya terbagi-bagi.

Silahkan Baca : Semua akan Baik-Baik saja, Tenang Ada Allah

Begitu juga dengan ilmu yang lain, kalau kamu pengen cepat merasakan ilmumu, kemudian dalam praktek yang singkat tidak sesuai realnya, kamu langsung menyalahkan bahkan kamu menyebarkan ke orang-orang, itu berarti kamu hanyalah sedang icip-icip ilmu. Belum merasakannya.

Seperti yang ditulisan oleh mbak Vivit Yun dibawah ini mengenai icip-icip ilmu. Tulisan yang sangat menarik dari beliau, serta cukup menohok. Jadi simak baik-baik.

Ada yang bicara, ISTIGHFAR itu tidak ngefek, lalu dia sebarkan keyakinannya itu. Saat sampai di saya, saya hanya bertanya...

"Apakah anda sudah menjalankan istighfar dengan benar, lahir batin, dan konsisten tanpa henti selama minimal 365 hari ?"

Jika jawabannya iya, saya akan ikuti anda. Tapi jika jawabannya tidak, saya abaikan anda. Karena berarti anda hanya sekedar penyuka icip-icip ilmu tapi tidak konsisten menjalankan, namun berani membuat kesimpulan.....

Ada juga yang bicara bahwa SHOLAT, PUASA, MEDITASI, DZIKIR, BERBAGI KEMANFAATAN, UZLAH, LAKU DIAM, dsb itu tak ada efek manfaatnya, lalu mengajak orang-orang untuk meninggalkan.

Kalau ketemu saya pun, cukup saya tanya :

Apakah anda sudah menjalankan masing-masing dari yang diatas itu dengan benar, lahir batin, dan konsisten tanpa henti selama minimal 365 hari ? 

Silahkan Baca :  Biarpun Ia Sahabat Kita Sendiri Sekalipun, Ia Tetap mempunyai Wilayah Pribadi

Begitulah, Sekarang ini begitu banyak sosok-sosok yang sebenarnya hanya penyuka icip-icip suatu ilmu atau amalan tak pernah sungguh-sungguh mencoba menjalankan dengan benar, lahir batin, dan konsisten tanpa henti dalam kurun waktu panjang minimal 365 hari. Namun sudah langsung berani menilai dan menyimpulkan. Lebih gawatnya lagi mempengaruhi orang-orang untuk mempercayai dan mengikuti kesimpulannya itu.

Ilmu apapun, amalan apapun, itu semua sekedar benih. Dia akan berbuah saat anda mau menjalankan dengan benar, lahir batin, sungguh sungguh, dan konsisten dalam jangka lama.

Sehebat apapun ilmu dan guru, tidak akan bisa merubah nasib anda, selama anda hanya bermental icip-icip. Tak pernah konsisten sungguh-sungguh menjalankan dengan segala suka dukanya dalam jangka lama.

Orang-orang kuat dan besar, tidak ada satupun yang lahir dari mental icip icip. Mereka lahir dari tempaan tirakat yang konsisten dalam jangka waktu lama.

Einstein konsisten meditasi setiap hari selama puluhan tahun, Soekarno konsisten uzlah puluhan hari tiap tahunnya selama puluhan tahun, Habibi konsisten puasa selama puluhan tahun, Bill Gate konsisten donasi 80% penghasilannya selama puluhan tahun, Ahmad Dahlan konsisten sholat awal waktu selama puluhan tahun.....dst. 

Silahkan Baca : 11 Pertanda matinya hati, maka Segeralah Sadari Secepatnya Sebelum Semua Terlambat

Bagus dan menohok ya tulisannya Mbak Vivit Yun. Nah, setelah membaca, kamu bisa tau, sekarang kamu termasuk kategori tukang icip-icip ilmu atau yang merasakan ilmu.

Kalau yang masih sekedar icip-icip, segera sadari, dan rubah itu. Sebelum semuanya terlambat. 

  
Pustaka :
FB vivityun
Doa kami, Semoga rezeki berlimpah untuk sobat semua hari ini. Aamiin
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar