Saya Sadar jika Rasa Malu Bertaubatlah yang Syaitan Suka

Saya Sadar jika Rasa Malu Bertaubatlah yang Syaitan Suka

Saya Sadar jika Rasa Malu Bertaubatlah yang Syaitan Suka

Saya Sadar jika Rasa Malu Bertaubatlah yang Syaitan Suka - Berusaha menjadi lebih baik secara norma agama memang tidak mudah. Apalagi bagi yang sudah bertahun-tahun jauh dariNya dengan segala euforia yang telah dilalui. Apalagi jika lingkungan pergaulannya juga mendukung untuk makin menjauhi-Nya. Akan sangat berat ketika datang rasa didalam hati ingin mendekati Allah.

Godaan akan menghampiri setiap langkah menuju kebaikan-Nya, ya setiap langkah. Karena kebiasaan terdahulu, akan selalu mengikat erat agar saya tidak bisa lepas dan pergi begitu saja.

Belum lagi dengan lingkungan, seperti temen-temen sepergaulan. Mereka akan menjadi godaan terberat, ajakan mereka akan sangat susah untuk ditolak. Jika ditolak, mereka akan menjauhi dan saya akan merasakan kesepian yang nyata (rasanya begitu).

Terus Berusaha, Jangan Malu Bertaubat, karena Rasa Malu Bertaubatlah yang Syaitan Suka


Seperti halnya saya, mungkin sudah bertahun-tahun saya begitu jauh dari syari’at-Nya. Banyak hal, iya banyak hal yang membuat diri ini menjauhi-Nya, pada tau, jika Islam menjadi agamanya dan Allah itu ada. Tapi, tapi... ada saja yang membuat saya jauh dari Syariat-Nya, yang kelihatannya dengan mata telanjang lebih menarik serta mengasyikan.

Silahkan Baca :  Pesaing Terberat Bukan Orang yang ada Di Kanan dan Kiri kita

Bagaimana Dunia melalaikan, dengan segala perhiasan fananya. Saya hanya melihatnya dengan mata saja, tanpa melihat dengan disertai ayat-ayat-Nya yang sudah gamblang menjelaskan mana yang terbaik.

Dunia memang melalaikan, mebuat saya lupa akan tujuan utama hidup di dunia ini. Saya sudah terlalu jauh menjadi budak dunia. Bukan bersahabat dengan Dunia untuk mendapatkan tujuan yang sebenarnya.

Uang, hubungan dengan lawan jenis tanpa adanya akad, pesta, kemewahan, sudah menjadi tipu daya. Sebenarnya bukan dunia yang salah, tapi manusia yang sudah ditutupi akalnya oleh bujuk rayu syaitan melalui hawa nafsu duniawi.


Syaitan semakin menyatu dengan diri, nafsu sudah menjadi jati diri, dan akal sudah tertinggal jauh bahkan tak lagi digunakan sebagaimana mestinya. Apapun yang berhubungan dengan kepuasan, akal tidak pernah diikutkan, hanya menggunakan nafsu-lah untuk menjalani semuanya.

Semakin lama melakukan itu, semakin merasa ada yang salah. Dan bertahun-tahun pula saya resah karena mengejar kebahagiaan duniawi saja. Meski resah,saya tidak segera menyadari, masih tetap melakukan apa yang saya senangi. Tapi hasilnya selalu sepi, meski saya berada ditempat yang ramai.

Apa yang salah, apa yang salah? kebiasaan yang seharusny bisa menjadi obat kepuasan, tidak terasa lagi. Apa ini yang dinamakan Hidayah? perenungan-perenungan dilalui, perlahan temen-temen seperjuangan-pun dirasa tidak satu tujuan lagi.

Bertahun-tahun saya lupa siapa yang menciptakan saya ke Dunia. Bertahun-tahun pula saya bagai orang tersesat padahal menyimpan petunjuk jalannya. Saya mengacuhkan itu, bertahun-tahun mendengarkan suara adzan, tapi seakan itu hanya suara radio saja. Karena saya lebih memlih televisi yang penuh dengan visual menarik.

Silahkan Baca : Karena Setiap Insan sedang Berjuang Perbaiki Diri dengan Ujiannya Masing-Masing.
 
Ada banyak hal yang mestinya bisa dilakukan, jangan seperti saya. Jangan sampai menunggu sebuah musibah yang merubah. Seperti saya yang hanya tersadar saat musibah melanda, tapi kembali lupa saat kesenangan didepan mata kembali menggoda.

Saya ingin berubah, saya ingin berhijarah, saya ingin menjadi lebih baik tapi saya sebenarnya malu untuk mengaku taubat padaNya, dengan merasa segunung dosa yang saya punya. tapi saya kudu sadar, jika rasa malu bertaubat itulah yang syaitan suka.

Dengan cara apapun, syaitan akan menggoda agar terus ragu dengan taubat yang akan saya pilih. Itu pasti, syaitan tidak akan rela sahabatnya akan berpaling menuju kebaikan. Kunci penting adalah dosa, dengan menggunakan dosa yang sudah banyak dilakukan, syaitan akan membuatmu menjadi ragu.

Saya Sadar kalau Rasa Malu Bertaubatlah yang Syaitan Suka, dan Saya tekadkan Hijrah


Malu pada Allah jika mau bertaubat, malu dengan dosa yang sudah begitu besar, dosa yang menjadi penyesalan. "apa iya Allah akan mengampuni Dosa saya yang sudah melampaui kadarnya?", "saya malu sama Allah dengan Dosa yang sedemikian besarnya ini, kemudian bertaubat?"

Rasa malu ini yang syaitan suka, akan menjadi bujuk rayu tersendiri. Karena jika selalu malu, saya tidak akan pernah bertaubat. Apalagi sampai malu diketahui oleh orang, kalau saya memilih bertaubat. 

maka…

Meski sudah ribuan jalan ku tempuh dengan gelimang dosa. Tapi Allah cukup memberi satu jalan untuk kembali padanya yaitu dengan segera HIJRAH.

Ya!! saya harus Hijrah, untuk melawan rasa malu dan juga untuk bisa segera menghapus besaran dosa dalam diri ini. Niatkan, yakinkan, bahwa Allah adalah sebaik-baiknya Pengampun jika saya bersimpuh dalam sujud dan derai air mata memohon ampunan.

Silahkan Baca : Jika Muslimah sudah Tidak Memiliki Rasa Malu lagi
 
Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. Tidak perlu malu untuk bertaubat, karena Allah tau, Allah itu tau apa yang sudah saya lakukan. dan Allah itu Pengampun, sebesar apapun dosanya, selama bener-bener mau bertaubat. InshaaAllah, Wallahu a'lam..

NB : Saya adalah manusia yang sudah merasa menjadi budak dunia, yang merasa resah serta ingin bertaubat. 



  

Oleh Yogi Permana
Doa kami, Semoga rezeki berlimpah untuk sobat semua hari ini. Aamiin
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments