--> Skip to main content

Kita hanya Bisa Berpura-pura Dimata Manusia, itu Akan Dimintai Pertanggungjawaban

Kita hanya Bisa Berpura-pura Dimata Manusia, itu Akan Dimintai Pertanggungjawaban

Kita hanya Bisa Berpura-pura Dimata Manusia, itu Akan Dimintai Pertanggungjawaban - Percaya atau tidak kalau sekarang kita sedang dalam era kepura-puraan? kalau dalam bahasanya era pencitraan? kita banyak berpura-pura dimata manusia, agar terlihat baik, supaya disangka shalih dan shalihah bagi yang perempuan. 

Benar-benar berada di zaman peradaban casing, tak perlu lagi memoles hati agar kembali hakiki. Tapi lebih memilih tampilan semata untuk membuat orang lain terpana.

Sebagian dari kita banyak berpura-pura di mata manusia, seolah jika dihadapan manusia, ibadah akan nampak khusyuk, bicara kita perihal agama seolah kita lah ahli ilmu. 

Kita banyak berpura-pura dimata manusia. Pakaian kita sempurna menutup Aurat, postingan-postingan kita di sosial media penuh dengan manfaat. Seolah kita sedang menunjukan kita hamba yang hebat.

Jika dihadapan manusia, kita tak ingin terlihat buruk. Saat banyak mulut manusia mengatakan yang buruk tentang kita.

Silahkan Baca : Sosial Media memang Diciptakan untuk Pamer, Kadar Noraknya saja yang Membedakan


Kita cenderung akan merasa sakit, kita itu lebih takut dihina manusia dan berusaha membangun citra sebaik mungkin agar dinilai baik dimata manusia.

Tapi kenyataanya apa? bila kita dihadapan Allah, hanya menjadi hamba yang lusuh lagi rapuh. Tak peduli menampilkan wajah asli dihadapan Rabb kita, tak peduli betapa hina DihadapanNya.

Tak bisa kita berpura-pura dihadapan-Nya, hanya kesia-siaan yang akan didapatkan, percuma saja. Allah Maha Melihat apa yang ada didalam hatimu. 

Allah tau, ibadah wajib yang kita jalani, sering kali terpaksa, bahkan terseok-seok, atau hanya sebatas jika ada yang melihat saja. 

Kita juga sering mengulang dosa tanpa rasa sesal. Bermaksiat tanpa rasa takut. Tugas dari Allah seringkali kita abaikan. Sementara kita banyak menuntut hak kita, melalui doa-doa kita untuk dipenuhi.

Nafas yang gratis tak pernah disyukuri. Pada badan yang sehat, kita kufur. Pada rezeki yang melimpah kita merasa itu hasil kerja keras sendiri, tak ada campur tangan Allah.

Pada kebahagian yang hadir dihidup kita, seringkali membuat kita melupakan-Nya. Sementara pada musibah yang menimpa, kita Seringkali justru Murka pada-Nya. Yaa Rabb, ampuni kami...

Silahkan Baca : Dia yang Kita tahu adalah Dia yang Terbentuk dari Penilaian melalui Sosial Media


Ayo, kembalilah hati-hati yang sakit. Berusahalah jadi hamba yang baik, yang menghamba pada Allah semata, tanpa perlu berpura-pura dihadapan manusia.

Wahai hamba yang hina? Jika mampu membangun citra shalih dimata mereka. Maka persembahkan lah penghambaanmu setulus-tulusnya untuk sang pencipta.

Ingat, segala kepura-puraan kita dimata manusia, suatu saat akan dimintai pertanggungjawaban. Untuk apa kita melakukan kepura-puraan, untuk tujuan mulia atau untuk melakukan hal negatif? seperti untuk membohongi manusia yang lain, untuk menipu, atau perbuatan jahat lainnya?

Kalau hanya sebatas agar dianggap hebat oleh manusia, ya segala kepura-puraanmu akan sangat sia-sia. 

Maha Kuasa dan Maha Baiknya Allah yang telah menutupi segala Aib, Maka jadilah hamba TERBAIK. Hamba yang tunduk dengan segala Aturan-Nya.

  
Penulis: Nadhillah Gayvani 
Edit: Yogi Permana
Jangan Lupa Tersenyum
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar