Skip to main content

Seringkali Berucap 'Aku mau Berubah', tapi malah sama sekali Tak Berubah

Seringkali Berucap 'Aku mau Berubah', tapi malah sama sekali Tak Berubah

Seringkali Berucap 'Aku mau Berubah', tapi malah sama sekali Tak Berubah - Setiap manusia, dalam hatinya yang paling dalam, pasti ingin berubah menjadi yang lebih baik. Akan tetapi seringkali ia memungkiri hanya karena ego atau sebuah keinginan saja. Ya istilahnya gengsinya kegedeanlah.

Efeknya, ada yang susah sekali untuk berubah, dengan berbagai macam cara dan hidayah-pun terkadang tidak juga membuatnya berubah.

Kita sendiri yang biasa-biasa saja juga sering bilang pengen berubah. Malah cenderung seringkali berucap "aku mau berubah" tapi nyatanya belum sanggup juga untuk mewujudkan perubahan hidup, tetap diam ditempat, karena dalam pikiran, amat berat meninggalkan maksiat atau meninggalkan kebiasaan lama.

Atau malah takut dijauhi teman-temannya, karena berubah menjadi lebih baik atau bahasa kerennya Hijrah. Biasanya begitu, ketika lingkungannya tidak mendukung perubahan, akan menjauhinya. Yang pernah mesti paham akan hal ini, Pas Hijrah malah Dianggap Aneh serta Dijauhi sama Teman-Temannya


Akhirnya taubat hanyalah sekedar ucapan dibibir, hari-hari pun berlalu tanpa ucapan Dzikir. Meski sebuah keinginan selalu terbayang, untuk bisa berdzikir. "Akh nanti habis sholat, terus dzikir deh", yang demikian saja masih sering kelupaan.

Tiba-tiba ada telponlah, atau tiba-tiba pengen pipis atau pengen kentutlah. Pokoknya ada saja halangannya. Sebenarnya yang dibutuhkan ya konsekuensi saja, kalau udah niat bakal berdzikir setelah sholat, langsung saja. Jangan lupa baca juga Empat Cara agar bisa Khusyuk saat Sholat

Gangguan-gangguan gimana? matiin saja smartphone jika bisa mengganggu atau minimal di silent saja ketika sedang menjalankan ibadah (silent ya bukan getar), kalau pipis atau kentut, ya lakukanlah, tapi terus ambil wudhu kembali. 

Meski nikmat-Nya selalu berdatangan setiap Hari. Dengan angkuh kita kufuri. Entah apa yang dicari didunia ini. Dengan sombong kita melakukan dosa tanpa pernah menyesali. Na'udzubillah..

Hey diri, Apa hati ini telah mati pada tubuh yang didiami ini ?  Kenapa tidak hidup dengan bebas tanpa rasa takut ? Kalau masih memiliki rasa takut, coba tips ini Cara untuk Mengatasi Rasa Takut yang Berlebihan ala Mark Zuckerberg

Hay diri, mau sampai kapan begini? Apa menunggu mati? kalau sampai demikian, apa yang akan ditunjukan pada Allah? kosongan? #Ngacoooo

Padahal janji-Nya adalah Nyata, Jahanam itu ada dan seburuk-buruk tempat bagi pendosa yang berjalan dimuka bumi dengan Sombongnya.

Sudah jelas, jika kesombongan tidak dimaksudkan untuk para anak muda, ataupun orang kaya saja, namun biasanya sih karena itu. Gengsi, Keinginan dan Kuasa. 

Percayalah! selama hidup tak digunakan untuk taat, Laknat Allah akan berganti Rahmat.

Dan Surga bukan lagi hanya sekedar Harap saja yang tanpa pernah bisa memasukinya. Tapi syurga menjadi sebuah realita sebagai tujuan untuk bisa tinggal dan bahagia disana. Aamiin yaa Rabb

  
Penulis : Nadhillah Gayvani 
Editor : Yogi Permana
Jangan Lupa Tersenyum
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar