Skip to main content

Sudah 6 Tahun Bekerja. Penghulu ini Beberkan 18 Permasalahan Rumah Tangga

18 Problematika Rumah Tangga ini diceritakan oleh Penghulu yang sudah Bekerja selama 6 tahun

Sudah 6 Tahun Bekerja. Penghulu ini Beberkan 18 Permasalahan Rumah Tangga - Menikah merupaka ibadah yang sangat sakral, dan bukan sebuah permainan. Karena ddalamnya ada sebuat komitmen, sebuah janji, bukan hanya kepada hadirin yang datang dan menyaksikan, tapi terhadap Allah juga.

Orang tua mempercayakan anak perempuannya pada laki-laki yang baru beberapa hari, atau bukan dikenalnya, itu sebuah pertarungan batin, antara yakin dan kekhawatiran. Dilain pihak juga sama, orang tua membiarkan anak laki-lakinya mengikat janji sehidup semati tanpa tau nantinya akan menyayanginya atau tidak setelah menikah.

Bukan sebuah permainan pokoknya, meski dilakoni dengan sangat amat serius. Setiap kata dalam ucapan dalam akad adalah sebuah pertanggungjawaban.

Bukan saat menikah atau menjelang menikah ujian yang sesungguhnya, tapi setelahnya. Bisa menjaga amanah atau tidak. Ujian permasalahan untuk menjaga kekompakkanpun terkadang malah membuat tercerai berai karena komitmen yang dijalan lemah.

Baca Juga : Cukup 2 Minggu Proses Ta'aruf Gadis Belia Ini, Dari Kenal sampai Lamaran

Seperti yang dicurhatkan tapi lebih tepatnya diceritakan oleh seorang ASN dari kementrian agama yang sudah 6 tahun menjadi penghulu ini, namanya Bapak Ginanjar Nugraha (akun facebook juga sama).

Dari unggahannya diakun facebook, beliau menceritakan pengalamannya dicurhati orang pasangan yang sudah menikah dengan segala permasalahannya. 

Berikut menurut Bapak Ginanjar Nugraha dalam unggahannya, ada 18 curhatan permasalahan rumah tangga

"Sudah hampir 9 tahun menjadi ASN di Kementerian Agama, 6 tahun jadi penghulu. Sudah ratusan pernikahan saya hadiri dan catat. Semoga semuanya jadi keluarga samawa. Begitu pula menerima ratusan curhatan problematika rumah tangga, mulai via fb, WA, Telegram, langsung datang ke rumah dan ke kekantor. Beberapa kasus yang saya ingat

1. Seorang istri yang mendapat informasi suaminya berzina dengan wanita lain dan diakui oleh sang suami.

2. Cekcok karena kehadiran orang ketiga, asalnya sang istri yang CLBK, setelah minta maaf dibalas oleh suami yang nikah sirri dengan wanita lain

3. Pacaran 5 tahun, umur nikah 3 bulan. Cekcok dengan istri, diketahui oleh ayah sang istri, lalu intervensi supaya putus pernikahannya.

4. Istri yang minta cerai, karena keguguran 3x dan tidak tahan ditanya terus atau omongan keluarga suami dan tetangga

5. Cekcok, istri diludahi suami tepat di wajahnya

Baca Juga :  Jangan Nikah hanya Karena Baper dan Iri karena Liat Manten Anyar Selfie Berduaan

6. Suami yang terlalu possesif sehingga membuat istri tidak nyaman

7. Seorang ustadz Clbk lewat wag alumni, padahal si wanita sudah punya suami.

8. Menikah selama 6 bulan, tapi sang istri belum pernah "disentuh" suaminya. Singkat cerita, istri dan keluarga berasumsi suami punya orientasi seksual pada sesama jenis alias gay atau homo.

9. Seorang suami mengeluh istrinya punya pacar lagi dan diakui oleh sang istri. Masalahnya pacar tersebut sesama kaum hawa. Jadi kalo arus ACDC.

10. Usia pernikahan 28 tahun, tidak ada cela, tanggung jawab dan sopan. Namun mudah tergoda perempuan lain sampai terakhir ketahuan berzina dengan pembantu, oleh sang istri

11. Ibu mertua, dan kedua kakak perempuan dari suami berkonspirasi menggugurkan kandungan istri. masalah karena kecemburuan kedua kakak perempuan yang sudah bertahun-tahun menikah tapi tak punya anak. sedangkan adik laki-lakinya, baru menikah langsung mengandung.

12. Suami kasar dan suka main tangan. Istri berniat mengajukan ke PA, diacungi samurai oleh sang suami.

13. Tak akur dengan ibu mertua, sampai makanan pemberian mertua dibuang di depan suami. suami mengajukan talak cerai.

14. Mantan istri nuntut uang bulanan buat anak, biasanya ngasih, bulan terakhir tidak ada kabar, ngadu ke kua. Disamping itu uang bulanannya hanya ngasih 100 rb buat anak.Pas dipanggil suaminya, ternyata mantan suami kecelakaan jatuh dari motor. Uang yang biasa untuk anak, dipakai berobat dan pendapatan hanya 300rb.

Baca Juga :  Alhamdulillah Aku Belum Menikah

15. Calon ibu mertua tidak merestui pernikahan, sudah berbagai cara dicoba tidak luluh. Saya coba mediasi, akhirnya ditemui akarnya yaitu si anak ternyata semenjak hub dengan calon suami jadi suka membantah dan membangkang ibunya. Seketika itu juga saya perintahkan keduanya untuk minta maaf pada sang ibu. Akhirnya luluh dan siap menentukan tanggal nikah

16. Pasangan calon pengantin akan menikah, sudah sepakat kedua keluarga, maharpun sepakat. Namun masalah ada pada penyebutan mahar ketika akad, apakah disebutkan secara jelas dalam akad ataukah tidak. Pihak keluarga laki-laki ngotot tidak disebutkan (sesuai tradisi daerah) pihak perempuan ngotot disebutian secara jelas jahar. Cekcok, akhirnya batal nikah.

17. Lk dan PR sepakat nikah, namun tidak disetujui oleh ayah PR Sebabnya ayah Lk seorang intel.

18. Cekcok di jalan, keduanya keluar mobil, sang suami memukul/menampar istri di depan umum/banyak orang. Istri gugat cerai.

Sebenarnya permasalahan yang membuat keutuhan rumah tangga bisa hancur masihlah banyak, tapi ke 18 permasalahan rumah tangga di atas, sudah lebih dari cukup. Sebenarnya permasalahan rumah tangga seperti itu tidak perlu terlalu dipikirkan, karena yang harus dipikirkan agar bisa istiqomah menjaga amanah dengan merawat pasangan yang sudah menikahi.
Baca Juga :  KISAH TENTANG TA'ARUF
Bapak Ginanjar hanya menceritakan sebagian kecilnya saja, aslinya pasti lebih kompleks. Memang tidak akan ada yang tau umur sebuah pernikahan, namun jika melihat pasangan yang sudah kakek nenek, mereka saling memaklumi, saling mengerti, dan salah satu harus ada yang jadi air ketika yang lain jadi Api. 
Dan satu lagi, Allah menjadi satu titik tujuannya. Jadi pandangannya pun akan sama. Karena Allah aku bertemu dan berbagi semuanya, maka karena Allah aku akan menjagamu, karena Allah aku mendampingimu, karena Allah, semua karena Allah. Nikah ini juga karena Allah, Amanah dari Allah yang nanti bakal jadi pertanggungan jawab. Wallahu a'lam...

Silahkan share buat pelajaran lika liku rumah tangga

  
Pustaka
Facebook Ginanjar Nugraha
Jangan Lupa Tersenyum
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar