Skip to main content

Pengalaman Pertama Menginap di Kampus LIPI Karangsambung, Begini Kondisi Guest House-nya

Pengalaman Pertama Menginap di Kampus LIPI Karangsambung, Begini Kondisi Guest House-nya

Pengalaman Pertama Menginap di Kampus LIPI Karangsambung, Begini Kondisi Guest House-nya - Awalnya sih tidak mau menginap di LIPI Karangsambung, hanya karena cerita-cerita dari orang. Cuma, ada temen yang nginep, tidak tega juga. Yah, coba deh sekali-kali menginap di Kampus Lipi Karangsambung.

Saat itu saya menghadiri acara diskusi mengenai Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong (GNKK) dalam kaitannya dengan Isu pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berada di Wilayah GNKK. Selain itu juga masalah edukasi, soalnya masih banyak masyarakat dan pelajar yang belum tau tentang apa itu Geopark.

Kebanyakan masih mikir, jika Geopark adalah wisata, dan itu gaungnya ada di Dinas Pariwisata. Kalau bukan Dinas Pariwisata, Geopark ya identik dengan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).

Diskusi yang menarik selesai pada Jam 9 malam. Banyak temen-temen yang malah membolos dan bahkan ada yang tidak berangkat, padahal mereka sudah mendapat SK dari Pak Bupati menjadi Badan Pengelola GNKK. Parah memang!

Tak mengapa lah, khusnudzon aja, mungkin mereka punya acara yang selalu pas sama acara GNKK. Hehehe... Kan di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Ya kan?? tapi kalau cuma lebih memilih kepentingan sendiri yang sebenarnya tidak penting, itu mah terlalu. Ya sudahlah, sifat masing-masing kalau kaya gitu!

Baca Juga :  Bercengkerama dengan Lebah serta Menikmati Asam Manis Madunya di Kampung Klanceng Kalipoh

Ekh, kenapa jadi ngomongin Badan Pengelola, haha.....

Kembali ke Menginap di LIPI Karangsambung, jadi, selesai acara diskusi malam, teman saya ada yang tidak pulang. Rumahnya jauh, butuh satu jam perjalanan. Saya pun pilih untuk menginap, menemani dirinya, siapa tau dapat pengalaman dari kisah-kisahnya.

Akhirnya kami berjalan menuju Guest House yang lokasinya berada di bagian depan Kampus Lipi. Tau tidak? kalau malam, sangat syahdu sekali. Sama sekali tidak kepikiran hal-hal horror, kaya pas menginap di Kedunggong, Sadang.

Masih terdengar serangga malam, suasana damai banget. Duduk didepan Guest House, sambil mendengarkan suara serangga sama burung malam. Seakan rasanya, waktu seperti berdetak melambat. Rasanya kaya sudah larut malam, padahal jam 10 malam masih kurang 30 menit.

Pintu kamar dibuka, saya kaget. Ternyata tempat tidurnya banyak, kamar mandi ada dua model. Satu yang model jongkok, satu lagi yang model duduk (akh, saya terselamatkan). Hahaha....

Biar tidak penasaran sama kamarnya, berikut kondisi Guest House tempat saya menginap. Sebenarnya ada beberapa model Guest House, cuma saya kebagian yang begini.

Pengalaman Pertama Menginap di Kampus LIPI Karangsambung, Begini Kondisi Guest House-nya

Dalam satu kamar ada sekitar 7 tempat tidur, banyak banget yaaak? padahal saat itu cuma berdua doank sama temen. Terus sisanya gimana, akh bikin horror.

Otak saya langsung berkhayal yang tidak-tidak, apalagi setelah pada siangnya, mas Wawan (teman saya) yang bekerja di Lipi bilang, nanti malam, penunggu ta suruh dampingi di kamar. Hmm,,apa tidak kurang ajar.

Baca Juga :  Berwisata di Desa Wisata Gerabah Gebangsari, Tidak ada Noda Tidak Belajar

Apalagi saya termasuk orang yang otaknya gampang berimajinasi dan kemudian bisa terngiang-ngiang. hahaha....

Walhasil setelah melihat kondisi guest house-nya, jadi berimajinasi yang aneh-aneh. Dimana ada 2 tempat tidur terpisah didalam kamar, gelap lagi. Huuuh....

Pengalaman Pertama Menginap di Kampus LIPI Karangsambung, Begini Kondisi Guest House-nya

Ada TV-nya, Kulkas, dan AC. Nah dari gambar diatas, pintu didekat kulkas dan TV adalah pintu kamar mandi dengan WC Duduknya.

Baca Juga :  Kebumen River Tubing, Sensasi Berbeda Wisata Air di Kebumen

Hawa di kamarnya enak, sesekali ada belalang terbang, kemungkinan pas pintu dibuka, si belalang ikutan masuk.

Pengalaman Pertama Menginap di Kampus LIPI Karangsambung, Begini Kondisi Guest House-nya

Nah, gambar diatas adalah kamar mandi dengan WC jongkok, yang membuat saya bahagia. Maklumlah, saya orang kampung, susah tuntas kalau urusan berjuang dilakukan dengan duduk.

Kamar mandi ini ada di depan tempat tidur yang ke empat dari arah pintu masuk kamar.

Baca Juga :   Masih Eksisnya Pabrik Rokok Sintren Gombong dengan Historicalnya

Kalau gambar dibawah ini merupakan kamar mandi yang kurang saya sukai, yakni kamar mandi dengan WC duduk. Namun asyiknya di kamar mandi ini, ada showernya. Kalau di Kamar mandi satunya, tidak ada.
 
Pengalaman Pertama Menginap di Kampus LIPI Karangsambung, Begini Kondisi Guest House-nya

Kamar mandi atau dalam hal ini sanitasi sangatlah penting, apalagi bagi orang asing yang nginap. Jika, sanitasi buruk, bisa mengurangi rasa betah tamu yang datang.

Nah, dibawah ini adalah pintu masuk ke kamar private, kalau dilihat dari modelnya, kamar yang saya serta temen tempati seperti model kamar Boss dengan para karyawannya. Bossnya tidur dikamar private, dan anak buahnya di luar Kamar.

Pengalaman Pertama Menginap di Kampus LIPI Karangsambung, Begini Kondisi Guest House-nya

Benaran, pas mau tidur, pikiran malah terbangun dengan imajinasi liar yang terus bergejolak. Karena saya memilih tempat tidur dekat jendala, langsung berimajinasi nanti ada yang ngintip dan sebagainya. Sedang tempat tidur lainnya dan kamar private tiba-tiba ada yang memakai. Jelas, itu membuat saya tidak bisa tidur sampai sekitar jam 1 malam.

Padahal, paginya ada rencana main ke Bukit Pentulu Indah bersama Ketua Jaringan Geopark Indonesia.

Baca Juga :  Cerita Blusukan saat Hunting Batuan Alam di Daerah Sadang, Kebumen


Temen saya, Pak Putut, bercerita tentang pengalamannya yang kalau mendengar bisa bikin dongkol. Soalnya berhubungan dengan korporasi besar. Rasa kantuk itu datang, perlahan matapun memejam,tapi melek lagi, Pak Putut masih bercerita banyak.

Disaat Pak Putut mulai memejamkan mata, ekh, imajinasi aneh muncul lagi. Mata langsung melihat Ke arah pintu Kamar Private yang tidak ditutup, kemudian melongok ke Jendela. Takutnya, pas melihat ke Jendela ada suara Jeng...Jeng.... dan nongol muka seram.

Pokoknya, beneran liar ini kepala, yang tadinya ngantuk, malah tidak mengantuk. Main Hp biar mata lelah, ekh tetep aja. Kacau kalau sampai tidak tidur. Saya paksa aja merem sambil membaca ayat-ayat yang saya hafal, pengalihan isu terhadap pikiran.

Alhamdulillah, saya bisa tidur juga, terbangun pada jam 4 pagi. Sholat Shubuh, dan berangkat deh Ke Bukit Pentulu Indah bersama Pak Budi Martono (ketua jaringan geopark indonesia), Pak Edi Hidayat sing mbaureksonya Lipi Karangsambung, Pak Putut (apa ya beliau, aktifis di Karst Gombong Selatan yang sekarang tekun di penanaman seperti Hidroponik) dan Pak Junaedi (Ketua Harian Badan Pengelola GNKK).

Memang tidak senyenyak di rumah, di kamar sendiri meski kondisinya kaya kapal ketabrak Meteor. Hancur, tapi bikin nyenyak. Hahahha...

Keseluruhannya, Guest House di Kampus Lipi memang mantap, dan sangat layak untuk dijadikan penginapan sementara selama berada di Lipi, tempatnya para pelajar belajar Geologi, Geografi, dan Geo-Geo lainnya.

  
Jangan Lupa Tersenyum
Newest Post
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar