Kekhawatiran Orang Tua Ayu, ketika Anaknya menjadi Viral di Sosial Media

Kekhawatiran Orang Tua Ayu, ketika Anaknya menjadi Viral di Sosial Media

Kekhawatiran Orang Tua Ayu, ketika Anaknya menjadi Viral di Sosial Media

Kekhawatiran Orang Tua Ayu, ketika Anaknya menjadi Viral di Sosial Media - Wisata tidak bisa dilepaskan dari Fotografi maupun Videografi. Tanpa keduanya, bisa-bisa wisata hanya sebatas di mulut saja, karena bercerita dengan menunjukkan gambar itu lebih menarik perhatian.

Apalagi jika itu dibarengi dengan video, pasti akan bisa membuat orang yang melihatnya tertarik untuk mengunjungi suatu tempat wisata tersebut.

Saya mendapat tawaran untuk membuat video tentang tempat wisata yang lagi ngehits, yakni Kebumen River Tubing atau biasa dikenal Rahayu River Tubing. Sebuah wisata yang menantang adrenalin, karena kamu akan diajak mengarungi jeram di sungai Bedegolan, Kebumen.

Saat berada dilokasi, ternyata ada seorang gadis yang diajak juga untuk meramaikan. Namanya Ayu, ia merupakan anak dari pemilik warung kopi di tepi jalan menuju waduk wadaslintang. Bagi pengamat sosial media pasti tidak asing sama nama Ayu penjual kopi cantik.

Ia sempat menjadi viral karena kecantikan wajahnya, serta kesederhanaannya membantu orang tua untuk menjaga warung kopi sederhana miliknya.

Namun, tak menyangka, dirinya menjadi dikenal banyak orang, dari satu unggahan seorang jurnalis di akun youtube pribadinya. Kemudian video tersebut dengan cepat menyebar, apalagi sudah sampai di Grup Berita Kebumen. Akan sangat dengan cepatnya tersebar.

Walhasil, banyak yang mendatangi warung kopinya, rata-rata sih yang datang para lelaki. Biasalah, kebanyakan modus. Hehe....

Di lokasi wisata rahayu river tubing pun sama, lokasi jadi lebih ramai. Banyak yang minta foto bersama, dari foto bareng sampai foto selfie. Hmm, mesti nunggu lama main river tubingnya, karena banyaknya permintaan foto. Ia menjadi selebritis dalam kejap mata, hanya dengan satu ketukan jari, jadi viral.

Silahkan Baca :  Taman Kota Kebumen, Wisata Kota yang Terlupakan

Disaat yang lainnya sibuk minta foto dan mengerubungi si Ayu, saya memilih menyingkir dari kerumunan. Dari jauh saya melihat sesosok pria, yang sudah cukup berumur. Beliau merupakan Ayah dari Ayu.

Keren ya, disaat yang lain modus dengan minta foto, saya memilih mendekati orang tuanya. Tanda lelaki serius yak, hahahaha....

Eits.. tapi bukan serius yang kesono. Tapi serius pengen tau kondisi psikis ayahnya itu gimana. Soalnya saya lihat dari jauh, raut wajahnya itu kaya tertekan.

Saya mengajak beliau berjabat tangan, untuk pengenalan diri, dan sebuah adab yang sopan sebelum ngobrol dengan orang baru.

"ayo Pak, kesana saja, gabung, ikut foto", kata saya.

"enggak lah mas, saya nunggu disini saja", sahut Ayahnya Ayu

Akhirnya saya menemani Beliau ngobrol, sambil sedikit wawancara, tanpa Beliau sadari, hehe, itung-itung sambil nunggu foto bareng selesai.

Setelah cukup basa-basi yang saya lakukan, kemudian saya menanyakan pada beliau, mengenai rasanya ketika anaknya dikenal banyak orang.

"Pak, rasanya gimana, anaknya dikenal banyak orang gitu?", tanya saya.

Sambil menghembuskan asap rokok, Beliau menjawab, "ya seneng mas, tapi juga jadi khawatir banget Mas. Warung jadi ramai, tapi kasihan si Ayu, diajak foto melulu, kasihan kalau kecapekan. Belum lagi dari laki-laki yang modus".

Silahkan Baca : Pantai Watu Bale, Pantai Cantik Dengan Pemandangan Lautan Biru Yang Instagramable
 

Raut wajah yang tiba-tiba menjadi tegang, beliau meneruskan, "Kemarena saja, ada yang main ke rumah sampai malam banget. Terus Ayunya diundang kesana-kesini, saya jadi menduakan pekerjaan, untuk memilih mengantarkan Ayu. Dengan situasi yang kaya sekarang, bener-bener mesti dijaga banget".

Beliau juga bercerita, jika Pak Lurah sering menasihati, jika beliau harus bersyukur dengan kondisi yang sekarang. Dengan dikenalnya Ayu bisa meningkatkan ekonomi, warung jadi tambah ramai. Cuma memang, harus dijaga bener-bener. Karena wajahnya sudah dikenal banyak orang.

Kemudian saya pamit terlebih dahulu, karena sudah dipanggil untuk mendampingi Ayu main River Tubing.

Saat berada diatas Ban sambil mengarungi sungai Bedegolan, beberapa kali saya ajak gadis yang umurnya masih 18 tahunan dan baru tahun 2018 kemaren lulus dari sekolahnya itu untuk ngobrol mengenai dirinya yang tiba-tiba menjadi Viral.

Menurut Ayu, ia tidak menyangka, rasanya seneng karena banyak yang kenal, minta foto, dan capek. Tapi banyak senengnya, begitulah cerita Ayu dengan polosnya.

Menurut saya ia anak yang kalem, suaranya juga tidak terlalu keras saat berbicara. Hampir 1 jam saya mengambang bersama Ayu, saya ajak ketawa, berteriak, sampai menahan rasa takut. Dan Ayu tidak berteriak sama sekali, padahal saya berteriak untuk memancingnya, yang penasaran bisa lihat videonya di akhir artikel ini, betapa ekspresinya tidak lebay kaya saya. Hahaha...

1 jam berlalu, akhirnya kami sampai pada garis finish, pertanda river tubing telah usai. Peserta river tubing pada bergegas untuk bersih-bersih. Ketika Ayu sedang mandi, bersih-bersih dan ganti baju karena basah. Saya dekati lagi Ayahnya, yang saat itu berada di deket kamar mandi sambil merokok.

Sembari menunggu, kan tidak salah sambil melanjutkan pertanyaan yang belum selesai. Obrolan hangat kembali terjalin, saya ajak untuk menikmati Kelapa Muda, beliau tidak mau, memilih menunggu anaknya.

Saya pun tidak jadi menikmati kelapa muda, memilih berbincang santai dengan Ayahnya Ayu ditemani suara aliran sungai Lekor (nama dari warga ds Rahayu). Seperti di obrolan awal, kekhawatiran Ayahnya memang wajar, karena rasa sayang beliau yang besar terhadap anaknya, apalagi anaknya seorang gadis, yang masih dalam kelabilan.

Saya hanya bisa memberikan sedikit ketenangan pada beliau, jika kondisi yang sedang beliau alami adalah sebuah ujian dari Allah. Ini bisa menjadi nikmat, menjadi jalan rezeki tapi juga bisa menjadi sesuatu yang negatif karena rasa kekhawatiran yang berlebih.

Silahkan Baca :   Masih Eksisnya Pabrik Rokok Sintren Gombong dengan Historicalnya

Terutama bahaya buat kesehatan dirinya sendiri, jika sakit siapa lagi yang menjaga Ayu, mengantar Ayu. Dia kan lagi banyak-banyaknya permintaan kerja sama, mulai dari endorse, menghadiri sebuah acara, dan sebagainya.

Sambil menarik nafas panjang-panjang, kemudian beliau hembuskan, dari mulutnya mengeluarkan asap. Karena sambil merokok, hehehe..

Obrolanpun terhenti, terlihat Ayu sudah berganti kostum dan siap untuk pulang. Si Ayah dan Ayu pun pamit terlebih dahulu, karena mesti jaga warung kopi miliknya. Handphone milik Ayahnya berkali-kali berdering, kata Ayahnya Ayu saat pamitan, "ini di warung sudah banyak yang nanyain Ayunya".

MashaaAllah,, 

Betapa kita sebagai anak sering tidak menyadari, rasanya hati orang tua, bagaimana kekhawatiran itu akan selalu ada untuk anaknya, sampai kapanpun. Meski anaknya menikmati dan malah senang dengan keadaan.

Berikut ini Video Keseruan River Tubing bareng Ayu penjual kopi cantik yang Viral :



  

Oleh Yogi Permana
Jangan Lupa Tersenyum
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments