--> Skip to main content

Perselingkuhan dalam Pernikahan: Menggali Akar Masalah dan Mencari Solusi


>
Perselingkuhan dalam Pernikahan: Menggali Akar Masalah dan Mencari Solusi
Perselingkuhan dalam pernikahan merupakan fenomena umum yang terjadi di kalangan selebritis dan masyarakat
Atmosterku.com | Perselingkuhan dalam Pernikahan: Menggali Akar Masalah dan Mencari Solusi - Fenomena perselingkuhan tengah menjadi topik hangat, terutama di kalangan selebritis di Indonesia. Namun, bukan hanya mereka, kasus perselingkuhan juga kerap viral di sosial media dari kalangan biasa, di mana pasangan tertangkap basah sedang berselingkuh. Hal ini membuat saya terdorong untuk menulis mengenai topik ini, apalagi setelah mengalami kejadian sore tadi.

Sore tadi itu, saya bermaksud memperbaiki resleting celana gunung kesayangan, yang sudah lama tidak terpakai karena resletingnya rusak. Ketika sampai di penjahit, saya bertemu dengan seorang bapak yang sedang menunggu bajunya dijahit. Kami bertiga pun berbincang sambil menunggu. Tiba-tiba, sang penjahit bila kalau ia melihat banyak kasus perselingkuhan.

Pemandangan Perselingkuhan dalam Pernikahan ada Disekitar

Setiap hari di depan toko tempat ia mangkal, sang penjahit menjadi pengamat sejati. Ia menceritakan tentang seorang perempuan yang datang dengan sepeda motor, lalu meninggalkan motornya di tempat penitipan motor, kemudian menunggu seseorang di bawah pohon yang berada tepat di depan lapak sang penjahit. Beberapa menit kemudian, seorang pria datang dengan pakaian lusuh, namun menurut sang penjahit, pria tersebut adalah seorang juragan. Pria itu menjemput perempuan yang menunggu di bawah pohon. Sang penjahit mengatakan bahwa perempuan itu datang jam 2 sore, dan pukul 5 sore dia diantarkan kembali ke tempat semula. Ketika kembali, si perempuan jalannya sudah berbeda, kata Bapak Penjahitnya. Buahahahahahakkkk ...
 
Bapak penjahit tersebut juga menceritakan bahwa ia sering menjumpai kasus perselingkuhan seperti itu, bahkan melibatkan pasangan yang sudah menikah. Ada kasus yang lebih parah, di mana pasangan tersebut sampai berciuman di dekat tempat sampah. Sungguh sangat miris, ini parah ini...
 

Alasan Perselingkuhan dalam Pernikahan

Banyak orang merasa kecewa ketika pasangan mereka berselingkuh, yang kemudian dari perselingkuhan tersebut menyebabkan adanya perceraian. Sangat disayangkan juga jika sampai terjadi perselingkuhan atau perceraian padahal itu adalah pasangan yang sudah mereka pilih bahkan idamkan sebelumnya. Apalagi jika ada perjuangan untuk mendapatkan cintanya dan restu orang tuannya. 
 
Perbedaan prinsip, ketidakpuasan terhadap pasangan, hilangnya rasa cinta, kekerasan dalam rumah tangga, faktor ekonomi, dan campur tangan pihak ketiga merupakan beberapa alasan yang sering disebutkan mengapa perselingkuhan dan perceraian terjadi.

Terkadang, pernikahan terlanjur ternodai sehingga perceraian menjadi satu-satunya jalan untuk mengakhiri hubungan tersebut. Perceraian memang sah secara hukum, tetapi perbuatan itu sangat tidak disukai oleh Allah. Ini berarti perceraian hanya boleh menjadi pilihan terakhir bagi pasangan suami istri ketika mereka tidak menemukan jalan keluar lainnya.

Namun, masalah perselingkuhan ini tetap menjadi pilihan dan konsekuensi dari masing-masing individu. Lagi-lagi, ko bisa memilih begitu yaa? Apalagi ada selebriti yang mengatakan bahwa mereka berselingkuh karena sudah tidak ada rasa cinta lagi. Padahal pernikahan bukan hanya tentang cinta semata. Tapi, juga melibatkan komitmen dari kedua belah pihak yang telah memutuskan untuk hidup bersama, saling menjaga, dan menjadi pasangan di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.

Baca Juga : Jangan Nikah hanya Karena Baper dan Iri karena Liat Manten Anyar Selfie Berduaan
 
Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua individu yang berbeda. Pernikahan memiliki makna yang sangat dalam bagi Allah dan Nabi-Nya. Menikah adalah sebuah perjanjian yang kuat dan kokoh, yang disebut sebagai "mitsaqan ghalizha" dalam agama Islam. Rasulullah saw,. bahkan mengatakan bahwa menikah merupakan salah satu ibadah yang jadi penyempurna setengah dari agama.

Saya ingin berbagi sedikit cerita pribadi. Beberapa kali saya dekat dengan seorang perempuan, dan cerita kami hampir mirip semua. Kami dekat dan sering berkomunikasi melalui Chat WhatsApp. Saya merasa nyaman dan sempat tersentuh ke hati saya dengan hubungan tersebut. Namun, saya menyadari bahwa dia menjalin hubungan dengan orang lain, jadi saya memilih mengundurkan diri. Meskipun mereka belum menikah, saya bisa saja meminang perempuan itu karena "siapa cepat dia dapat", seperti pepatah yang sering kita dengar. Namun, saya bukan tipe orang yang suka merebut. Obrolan kami melalui WhatsApp tidak berlangsung lama, dan akhirnya saya mencari cara agar obrolan kami berakhir dan tidak lagi tersambung.

Cerita saya diatas seperti sebuah pencitraan yaa, ya tidak apa-apa, toh ini Blog saya sendiri. Hahaha... soalnya yang seharusnya untuk kepentingan rakyat dan negara dijadikan kepentingan golongan dan pribadi juga lagi musik. ekh...

Kembali lagi, saya menyadari bahwa komentar saya terhadap kehidupan orang lain akan berbeda. Saya tidak mungkin mengetahui kondisi sebenarnya yang menyebabkan salah satu pasangan memilih untuk berselingkuh. Ada banyak alasan yang menjadi pemicu terjadinya perselingkuhan. Sekali lagi, itu adalah pilihan mereka, dan mereka juga yang akan bertanggung jawab atas konsekuensinya, dan saya hanya berpendapat.

Pernikahan Bukan Hanya Karena Cinta, Tapi Kuat dan Kokoh Karena Adanya Komitmen

Menurut hemat saya, ketika orang berniat untuk menikahi seseorang, mereka harus siap menghadapi godaan yang ada. Seperti kebosanan yang sering kali memunculkan godaan untuk mencari kepuasan di tempat lain. Bahkan rasa cinta pun bisa memudar, yang tersisa hanyalah komitmen yang harus terjalin untuk membangkitkan kembali rasa cinta. Memang tidak mudah, terutama ketika hati telah bosan, tetapi jika semuanya dijalankan karena Allah, Insya Allah kita bisa melewatinya. Banyak contoh pasangan yang bisa bersama sampai tua dan masih menjaga romantisme dalam hubungan mereka.

Terlalu sering, ketika terjadi pertengkaran antara suami dan istri, bukan malah memperbaiki diri dan memperbaiki komunikasi dengan pasangan, salah satu atau bahkan keduanya malah mencari pelarian dan kenyamanan di tempat lain.

Baca Juga : Siti dan Imam Membuktikan bahwa Menikah dengan Biaya Rp 5 Juta itu Bisa
 
Keputusan ada di tangan kita sendiri, apakah kita siap untuk berkomitmen atau hanya ingin menikah karena cinta semata, bukan karena kesiapan untuk berkomitmen!

Jika Saat Pacaran Berdekatan dengan yang Lain, Bukan Selingkuh

Jika masih dalam tahap pacaran, menurut saya tidak disebut perselingkuhan, jika salah satunya tertarik pada yang lain. Karena pacaran tidak memiliki status yang formal, hanya sebuah ikatan verbal antara dua individu berlawanan jenis. Tidak ada komitmen dihadapan Tuhan. Oleh karena itu, tidak ada perselingkuhan dalam hubungan pacaran. Bisa jadi hanya sebuah pencarian, atau hanya mencari kenikmatannya saja. Siapa yang sering dirugikan, dia yang perempuan. Jadi, kalau bisa hindari yang namanya Pacaran.

Beda cerita lagi, ketika sudah dilamar, maka harus benar-benar menjaga hubungan tersebut. Karena, seperti yang dikatakan orang, ketika sudah dilamar dan menuju pernikahan, godaan akan muncul. Banyak pria atau wanita yang lebih baik tiba-tiba muncul, atau bahkan perdebatan masalah persiapan pernikahan bisa menjadi sumber konflik yang mengancam hubungan.

5 Hal yang Bisa Menguatkan Pernikahan, sehingga bisa Menjauhkan dari Perselingkuhan dalam Pernikahan

Untuk mencegah perceraian dan mewujudkan pernikahan yang sakinah, mawaddah, dan warrahmah, ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh pasangan suami istri:

1. Menjalin komunikasi dengan pasangan

Komunikasi yang baik adalah kunci dalam sebuah pernikahan. Berbicaralah dengan terbuka, dengarkan pasangan dengan penuh perhatian, dan cari solusi bersama dalam menghadapi masalah. Komunikasi yang baik membantu membangun kepercayaan dan memperkuat ikatan emosional antara suami dan istri.

2. Saling menghormati dan menghargai pasangan

Saling menghormati adalah fondasi dalam sebuah pernikahan yang harmonis. Hargai pendapat, perasaan, dan kebutuhan pasangan. Jangan pernah meremehkan atau menghinanya. Dengan saling menghormati, hubungan akan terjaga dengan baik. 
 
3. Saling percaya satu sama lain

Kepercayaan adalah unsur penting dalam sebuah pernikahan yang langgeng.Bangunlah kepercayaan melalui transparansi, kejujuran, dan kesetiaan. Jangan biarkan curiga atau kecurigaan merusak hubungan yang sudah dibangun dengan susah payah. 
 
4. Saling pengertian

Setiap pasangan memiliki perbedaan dan kelemahan. Bersikaplah saling memahami dan memberikan dukungan satu sama lain. Jangan cepat menghakimi atau menyalahkan pasangan ketika menghadapi kesulitan. Belajarlah untuk saling memahami dan bersikap empati. 
 
5. Senantiasa bersyukur dan berpikir positif

Bersyukurlah atas apa yang telah dimiliki dalam pernikahan. Fokus pada hal-hal positif dan jangan biarkan masalah kecil menghancurkan kebahagiaan. Bersikaplah optimis dan percaya bahwa setiap masalah dapat diatasi bersama.

Baca Juga : Sudah 6 Tahun Bekerja. Penghulu ini Beberkan 18 Permasalahan Rumah Tangga
 
Dalam menjalani pernikahan, tantangan dan godaan akan selalu ada. Namun, dengan menjalin komunikasi yang baik, saling menghormati dan menghargai, saling percaya, saling pengertian, serta senantiasa bersyukur dan berpikir positif, kita dapat menciptakan pernikahan yang sakinah, mawaddah, dan warrahmah.
  
"Selama kita masih punya hati yang hidup, mari sebarkan kebaikan" www.atmosferku.com

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar