Skip to main content

Wahai Ukhti! Jangan Kamu Risaukan Cinta, Nabi Adam dan Hawa Dipisahkan Akhirnya Dipersatukan

Wahai Ukhti! Jangan Kamu Risaukan Cinta, Nabi Adam dan Hawa Dipisahkan Akhirnya Dipersatukan
serpihanada.wordpress.com
Wahai Ukhti! Jangan Kamu Risaukan Cinta, Nabi Adam dan Hawa Dipisahkan Akhirnya Dipersatukan - Kamu risau karena jodohmu tak kunjung hadir? atau kamu sudah ta'aruf tapi masih belum berhasil? tenang saja, dan tetep berusaha serta berdoa. Percaya, Allah Maha Pengatur terbaik bagi kebahagiaan umatnya.

Kamu yang sekarang sedang menanti cinta, tetaplah bersabar dalam doa. Itu yang terbaik, daripada menyalahkan keadaan. Apalagi sampai menyalahkan Allah, padahal, bisa jadi Allah lagi pengen deket denganmu, melihat kamu berdoa dan menyebut nama-Nya selalu. Teruslah bertahan dalam sabar. Bersyukur karena Allah mengenalkan kesabaran.

Kamu yang sekarang sedang terus-terusan mendapat bully-an dari kawan-kawanmu, bersabarlah, ini ujian mental untukmu. Untuk memperlihatkan mana yang menikah untuk ibadah, atau menikah untuk bisa mem-Bully yang masih single. Padahal mereka tidak pernah mengerti apa permasalahanmu, sabar selalu adalah cara terbaik dalam menyikapinya.

Baca Juga :  Tabah Menunggu, meski Garis Akhir Tak selalu Menyatukan Aku Bersamamu

Mungkin kamu akan merasakan sesak di dada saat mendapat bully-an, tapi percayalah, dibalik itu ada kebahagiaan yang sudah Allah siapkan untukmu. Jadi percayalah, jangan kamu risaukan cinta.

Jangan kamu risaukan cinta, Allah sudah menunjukannya pada kisah terdahulu


Sudah banyak kisah dari para tauladan umat muslim, termasuk dari suri tauladan yang selalu dirindukan, yakni Nabi Muhammad Saw,. Para Tauladan kita selalu menunjukkan kesabaran, bahkan mereka malah fokus pada-Nya, bukan permasalahan cinta sepertimu, seperti kita.

Malah baper melihat orang pacaran berduaan, baper melihat video-video pernikahan, dan masih banyak lagi. Semua itu emang wajar, tapi perlu juga cara untuk mengatasinya, dan itu dirimu sendiri yang mengetahuinya

Jangan risaukan cinta kau tahu Nabi Adam dan Hawa yang dipisahkan dari ujung dunia ke ujung dunia mereka dipersatukan.


Tau kisah Nabi Adam A.s dan Hawa kan? awalnya mereka bahagia di Syurga, namun karena godaan syetan yang terkutuk. Keduanya dikirimkan ke Bumi untuk menjalankan ujian sebagai akibat melanggar aturan Allah.

Baca Juga : 9 ALASAN KENAPA KITA HARUS MENITIPKAN SATU CINTA ITU PADA ALLAH


Nabi Adam dan Hawa dipisahkan, dari ujung dunia satu dan ujung dunia lainnya. Maha Baiknya Allah sebagai pengatur kebahagiaan terbaik, dipersatukan kembali keduanya, hinggal mempunyai anak.

Jadi, apa yang kamu risaukan? diujung dunia saja bisa Allah persatukan. 


Kamu tahu Rasulullah dan Khadijah yang terpaut usia jauh namun dengan izin Allah mereka dipersatukan


Ini juga kisah dari Rasulullah Saw,. yang begitu dipercaya, yang begitu istimewa, pokoknya semua kebaikan deh. Bahkan, mungkin awalnya Rasul tidak menyangka jika jodohnya yang pertama adalah seorang Janda yang usianya terpaut sangat jauh. Sekitar 15 Tahun.

Dan itu Allah persatukan, tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah pokoknya. Selama hambanya bertakwa, kebahagiaan akan selalu bersamanya.

Wahai Ukhti! Jangan Kamu Risaukan Cinta, Nabi Adam dan Hawa Dipisahkan Akhirnya Dipersatukan
Src. Ceramah.org
Oh ya, jangan melihat Jandanya ya, tau kisahnya kan? bahkan Khadijah rela hartanya dipergunakan untuk dakwah Rasulullah Saw,. kala itu. Allah tau mana yang terbaik. 

Baca Juga : CARA AGAR TETAP KUAT MENCINTAI SESEORANG DALAM DIAM


Lihat, bagaimana Allah mengatur jodoh Khadijah, meski ia sudah tua, bisa mendapatkan jodoh luar biasa yakni Rasulullah Saw,. Kebaikan khadijah yang membawa Rasulullah Saw,. kepadanya.

Jadi, perbaiki perilakumu, dan kuatkan keimananmu apa lagi jika godaan laki-laki datang menghampirimu yang menginginkan menjadi Pacar semata. Belum lagi godaan kawan-kawanmu yang mengatakan kepadamu, "hari gini Jomblo!".

Tahu Ummu sulaim dan Abu Thalhah yang berbeda kepercayaan tapi dengan izin Allah mereka dipersatukan 


Sudah pernah baca kisah Ummu Sulaim dan Abu Thalhah? kisah cinta beda agama yang baik dan positif? kalau belum coba deh baca kisahnya Ummu Sulaim, perempuan yang tangguh dalam mempertahankan pendiriannya terhadap Islam.

Bagaimana tidak, Abu Thalhah yang kala itu belum menjadi Muslim, kesengsem dengan pribadi Ummu Sulaim. Abu Thalhah berniat untuk memperistri Ummu Sulaim dengan Mahar yang luar biasa mewah. Namun, Ummu Sulaim menolaknya dengan tegas.

Tidak begitu saja menyerah, Abu Thalhah datang kembali dengan Mahar yang lebih besar dari yang pertama. Tapi, Ummu Sulaim masih tetap menolak. Beliau tidak silau dengan Harta, Kehormatan dan Ketampanan laki-laki seperti Abu Thalhah.

Abu Thalhah-pun tidak habis pikir, bagaimana bisa ditolak terus. Namun, cintanya yang tulus pada Ummu Sulaim, ia kembali datang dengan Mahar yang paling istimewa. Lagi-lagi, Ummu Sulaim menolaknya dengan tegas.

Baca Juga : Cinta Itu Anugerah dari Langit, kalau Malah Menambahkan Dosa Bukan Cinta Namanya


Kemudian, Ummu Sulaim berkata  dengan santun, "Tidak pantas orang yang sepertimu akan ditolak wahai Abu Thalhah. Akan tetapi engkau seorang kafir sedang aku seorang Muslimah yang tidak pantas bagiku untuk menikah denganmu."

Lalu Abu Thalhah berkata, "Itu bukan kebiasaanmu." Ummu Sulaim berkata, "Apa kebiasaanku?" Ia berkata, "Emas dan perak." Ummu Sulaim menjawab,"Sesungguhnya aku tidak menginginkan emas dan perak, akan tetapi aku hanya inginkan darimu adalah 'Islam'."

Setelah itu, Abu Thalhah menemui Rasulullah Saw,. dan bersahadat. Ia masuk Islam, kemudian menikahi Ummu Sulaim dengan mahar yang sangat luar biasa, yakni Islam. Masyaa Allah....

Lihatlah, bagaimana Allah mengatur dengan sedemikian indahnya, antara keteguhan atas islam dengan cinta yang memuliakan Islam. Ummu Sulaim sabar dalam Islam, akhirnya mendekatkan padanya lelaki yang mencintai Islam juga. Jika sudah berjodoh, tidak akan bisa menolak, meski prosesnya panjang. Kuncinya sabar, dan fokus pada Allah.


Kamu tahu Fatimah yang sudah dilamar oleh Abu Bakar dan Umar tapi atas izin Allah Fatimah dipersatukan dengan Ali begitu romantis kan


Sudah tau juga kisah fenomenal Fatimah dengan Ali? Bagaimana Ali yang merasa dirinya miskin-pun minder untuk melamar Fatimah akhirnya mendapatkan 2 kali kabar yang membuatnya gundah gulana, kaya meminjam ungkapan anak milenial, galaunya tingkat dunia.

Wahai Ukhti! Jangan Kamu Risaukan Cinta, Nabi Adam dan Hawa Dipisahkan Akhirnya Dipersatukan
Src. Masshar2000.com
Siapa yang tidak galau, ketika perempuan yang dicintai dilamar oleh Abu Bakar yang keislaman serta kecintaannya dengan Rasulullah tidak diragukan lagi. Ali pun demikian, merasa sangat minder, jika dibandingkan dengan Abu Bakar.

Namun, lamaran Abu Bakar ternyata ditolak. Mendengar Kabar tersebut, Ali pun sumringah. Akan tetapi, ternyata Umar Bin Khattab-pun datang dan melamar Fatimah, lagi-lagi, Ali pun minder serta mengalami kegalauan. Subhanallah, ternyata lamaran Umar pun ditolak.

Baca Juga : Panah-Panah Cinta - Bukan Sekedar Keinginan


Setelah memberanikan diri, Ali mengahadap Rasulullah, ternyata lamaran Ali-lah yang diterima meskipun hanya bermahar baju perang yang diberikan oleh Rasulullah Saw,.

Ali sudah bertahun-tahun memantaskan diri untuk melamar Fatimah, meskipun ia juga harus pasrah dan ikhlas ketika fatimah dilamar oleh laki-laki luar biasa yang tidak diragukan keislamannya. Ia ikhlas, jika Fatimah tidak menjadi jodohnya.

Namun, takdir Allah berkata lain, keindahan sang Maha Pengatur dalam mengatur Ali dan Fatimah menjadi jodoh.

So, bisa jadi jodohmu sedang memantaskan diri untuk menjadi lebih baik, sebelum hadir dan melamarmu dengan mahar yang terbaik yakni Islam dalam dadanya. Sabarlah Ukhti, tetap berdoa dan selalu pasrah kepada Allah.


Lantas apa yang kau risaukan, padahal Allah sudah simpan nama yang terbaik untukmu, jadi jangan sampai salah perbaiki diri. Muliakan dirimu sebagai perempuan, dengan mengikuti aturan Allah. Ulurkan hijabmu, perbaiki perilakumu, jaga pandanganmu, dan senantiasa mendekati Allah. Niscaya, Allah akan segera mempertemukanmu dengan pasangan yang sekaligus menjadi jodohmu dalam naungan Islam yang hakiki. 

  


Jangan Lupa Tersenyum
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar